KEHAMILAN

Ibu hamil tidak makan untuk dua orang

Ilustrasi ibu hamil.
Ilustrasi ibu hamil. | Jukkrit Disto /Shutterstock

Banyak ibu hamil masih memercayai mitos bahwa mereka perlu makan untuk dua orang. Alhasil sebagian ibu hamil mengalami kenaikan berat badan yang kelewat banyak dalam masa sembilan bulan kehamilan.

Penelitian menemukan, ibu hamil yang berat badannya bertambah kelewat banyak membuat anak-anak mereka berisiko terkena diabetes tipe 2. Dampak ini terlihat saat anak mereka berusia tujuh tahun.

Kesimpulan ini didapat peneliti setelah mengamati 900 ibu hamil. Ibu yang berat badannya naik drastis saat hamil cenderung memiliki anak yang mengembangkan resistansi insulin - penanda kunci untuk diabetes tipe 2.

Pada usia tujuh tahun, anak-anak mereka punya kemungkinan lebih besar mengalami kelebihan berat badan dan memiliki tekanan darah tinggi. Kondisi ini menempatkan mereka lebih berisiko menderita penyakit jantung dan mengalami strok di kemudian hari.

Penelitian baru yang dilakukan oleh Chinese University of Hong Kong, memberi kesan bahwa jawaban atas masalah ini bukan sekadar diet sederhana. Pasalnya penambahan berat badan yang terlalu sedikit selama kehamilan juga memiliki risiko tersendiri.

Perempuan yang berat badannya kurang saat hamil berisiko memiliki anak dengan tekanan darah tinggi dan kontrol gula darah yang buruk pada usia tujuh tahun. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal medis Diabetologia.

Para periset menulis, "Kami menemukan bukti keterkaitan antara berat badan saat kehamilan dan beberapa faktor risiko kardiometabolik pada anak yang berusia tujuh tahun, terlepas dari indeks massa tubuh ibu sebelum kehamilan dan tingkat glukosa selama kehamilan."

Menurut peneliti temuan ini memiliki implikasi penting untuk pencegahan dan pengobatan. "Ada kebutuhan untuk kesadaran yang lebih besar dan pemantauan penambahan berat badan selama kehamilan," tulis mereka.

Di Indonesia, Kementerian Kesehatan juga punya standar pertambahan berat badan ibu hamil. Ibu dengan berat badan normal rata-rata pertambahan berat badannya sekitar 10 sampai 12,5 kilogram selama kehamilan.

Sejak bulan keempat, berat badan ibu hamil setidaknya bertambah satu kilogram setiap bulan.

Pemeriksaan berat badan di awal kehamilan perlu dilakukan untuk menjadi dasar menghitung pola pertambahan berat badam selama kehamilan. Selanjutnya pada setiap kunjungan dokter, pertambahannya dipantau.

Tinggi badan ibu juga berpengaruh dalam hal ini. Biasanya ibu yang tinggi pertambahan berat badannya lebih banyak daripada ibu yang pendek.

Panduan yang lebih detail dan jelas diberikan oleh Institute of Medicine (IOM) di Amerika Serikat. Mereka merekomendasikan pertambahan berat badan bagi para ibu sesuai berat badan pada awal kehamilan.

Ibu dengan berat badan di bawah rata-rata, pertambahannya tidak kurang dari 12,7 kilogram dan tidak lebih dari 18,1 kilogram.

Jika berat badannya normal, pertambahannya tidak lebih dari 15,9 kilogram, dan tidak kurang dari 11,3 kilogram selama kehamilan.

Ibu yang kelebihan berat badan saat awal kehamilan, dengan indeks massa tubuh 25 hingga 30, beratnya tidak bertambah lebih dari 11,3 kilogram, tapi juga tidak kurang dari 6,8 kilogram.

Sementara ibu hamil yang mengalami obesitas, dengan BMI lebih dari 30, berat badannya tidak boleh naik lebih dari 9,1 kilogram, namun tidak kurang dari 5 kilogram.

Penelitian sebelumnya terhadap 1,3 juta kehamilan di seluruh dunia menemukan, 47 persen ibu hamil berat badannya naik terlalu banyak selama kehamilan. Sebanyak 23 persen berat badannya bertambah terlalu sedikit, hanya 30 persen yang memenuhi rekomendasi.

Temuan terbaru peneliti ini muncul setelah terjadinya lonjakan kasus diabetes tipe 2 di kalangan anak-anak yang terbilang sangat belia, delapan tahun.

Audit oleh Royal College of Paediatrics dan Child Health menemukan, orang di bawah 25 tahun yang dirawat karena diabetes tipe 2 telah meningkat 40 persen dalam tiga tahun terakhir. Padahal dua dekade yang lalu kondisi ini tidak pernah terdengar di kalangan anak-anak.

"Makan untuk dua orang adalah pemikiran yang bisa berbahaya," ujar pemimpin penelitian Profesor Wing Hung Tam. Tam menjelaskan, ibu hamil membutuhkan tambahan kalori 300 kkal per hari.

Untuk memenuhinya ibu memerlukan pola makan seimbang yang mencakup cukup mikronutrien. Mereka juga perlu berolahraga secukupnya untuk menghindari pertambahan berat badan berlebihan.

"Temuan ini memiliki implikasi penting baik untuk pencegahan juga penanggulangan. Dibutuhkan kesadaran dan pemantauan lebih baik terhadap pertambahan berat badan saat hamil," pungkas peneliti.

BACA JUGA