Ihwal asuransi jiwa dalam program KPR

SPONSOR: BCA
Ilustrasi asuransi jiwa dalam program KPR
Ilustrasi asuransi jiwa dalam program KPR | /Shutterstock

Di tengah harga properti yang semakin melambung tinggi, program Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) masih menjadi favorit untuk pembiayaan. Berdasarkan data dari Survey Harga Rumah BI Triwulan II, sebanyak 74,32 persen konsumen memilih KPR untuk kepemilikan residensial mereka.

Saat mengajukan KPR, ada beberapa komponen biaya awal, selain down payment (DP), yang harus disiapkan. Biaya provisi, biaya notaris, biaya appraisal, biaya administrasi, biaya BPHTB, dan biaya asuransi jiwa merupakan segelintir komponen biaya awal yang harus tersedia ketika pengajuan KPR Anda disetujui. Jumlahnya tidak kalah sedikit dari DP sehingga perlu benar-benar disiapkan.

Apakah seseorang yang sudah memiliki asuransi jiwa harus membeli asuransi jiwa kembali saat mengajukan? Jawabannya ‘ya’.

Perbedaan asuransi jiwa umum dengan asuransi jiwa KPR

Yang membedakan antara kedua asuransi tersebut adalah cover asuransi jiwa yang terikat pada perjanjian kerja sama KPR akan membantu ahli waris untuk melunasi utang KPR ketika tertanggung meninggal dunia untuk mencari nafkah. Dengan demikian, Anda tidak akan meninggalkan beban utang kepada ahli waris dan keluarga.

Seperti yang kita tahu, tingginya harga rumah membuat pembeli cenderung mengambil jangka waktu KPR lebih lama untuk menyiasati nominal cicilan per bulan. Ada yang mengambil tenor 10, 15, atau bahkan 20 tahun.

Selama kurun waktu tersebut, bisa saja berbagai kemungkinan terburuk terjadi dan mengakibatkan Anda sebagai tertanggung tidak dapat lagi memenuhi kewajiban membayar cicilan KPR. Bank, dalam hal ini sebagai pemberi kredit tentu ingin meminimalisasi risiko ini. Berangkat dari hal itu, setiap nasabah atau calon pembeli rumah yang ingin menggunakan fasilitas KPR biasanya harus membeli tambahan asuransi jiwa.

Tentang asuransi jiwa tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan RI No. 124/PMK.010/2008 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Lini Usaha Asuransi Kredit dan Suretyship tentang asuransi dalam proses kredit.

Pasal 1 angka 2 PMK 124/2008 tersebut menyatakan: “Asuransi Kredit adalah lini usaha asuransi umum yang memberikan jaminan pemenuhan kewajiban finansial penerima kredit apabila penerima kredit tidak mampu memenuhi kewajibannya sesuai dengan perjanjian kredit.”

Yang juga perlu menjadi catatan adalah besarnya asuransi jiwa yang harus dibayar oleh orang per orang tidaklah sama. Usia calon pembeli saat mengajukan KPR umumnya berpengaruh pada biaya asuransi jiwa yang harus dibayar karena risiko si calon tertanggung pun akan menjadi semakin tinggi seiring bertambahnya usia.

Asuransi jiwa ini hanya dibayar satu kali pada saat akad kredit dan perlindungan yang akan Anda dapat adalah selama masa kredit atau sesuai tenor yang dipilih.

Untuk menyiasati skema pembayaran cicilan yang tidak memberatkan, pastikan Anda memilih KPR dari bank yang memberikan bunga yang relatif stabil dan ringan, seperti yang ditawarkan BCA. Selain itu, KPR BCA juga memberikan pilihan suku bunga yang bisa disesuaikan dengan rencana keuangan Anda, apakah bunga tetap (fixed) atau menggunakan skema Fix & Cap.

KPR BCA adalah #KunciBebasWorry para calon pemilik rumah karena memberikan kenyamanan berupa bunga ringan & stabil, serta masa angsuran yang jangka waktunya dapat diatur sesuai kebutuhan dan kemampuan Nasabah.

Prosedur pengajuannya juga relatif mudah. Anda cukup mengajukan KPR BCA melalui BCA.co.id dan mengisi data diri yang diperlukan. Setelah itu, pihak BCA akan menghubungi Anda dan membantu proses KPR yang diajukan. Mudah, bukan?

Atau jika butuh ilustrasi dan simulasi cicilan KPR bulanan yang sesuai dengan gaji Anda dan pasangan, Anda bisa menjajal simulasi KPR melalui tautan berikut.

SPONSOR: BCA
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR