Ini keuntungan membiarkan bayi menangis

Menangis adalah baik untuk kesehatan mental anak.
Menangis adalah baik untuk kesehatan mental anak. | Wk1003mike /Shutterstock

Pada umumnya reaksi orang tua ketika mendengar anak menangis adalah bergegas untuk menghentikan suara tangisannya, misalnya, dengan segera menggendong bayi. Jika tidak berhasil, seorang ibu akan melakukan berbagai cara lain untuk meredakan tangis bayi.

Orang tua baru yang memiliki bayi sering menangis pasti mudah merasa khawatir. Bayi menangis seolah menjadi tanda ada yang keliru dan harus segera dihentikan. Namun ternyata, langsung menghentikan tangis bayi tidaklah dianjurkan. Sebab, menurut penelitian, menangis dan mengeluarkan air mata baik untuk kesehatan.

Kate Orson dalam buku berjudul Tears Heal, mengatakan, orang tua sebaiknya tidak langsung meminta anak diam ketika mereka menangis. Alasannya, karena menangis adalah bahasa pertama bayi. Dengan menangis, artinya bayi mengekspresikan apa yang mereka inginkan.

Bahkan, seorang ahli biokimia William Frey meneliti komposisi kimia dalam air mata dan menemukan bahwa air mata yang keluar karena alasan emosional membawa hormon stres kortisol, seperti dinukil Pscyhologytoday.com.

Menangis bisa membuat perasaan lebih bahagia dan sehat. Menangis adalah proses penyembuhan alami tubuh dari stres dan rasa kesal. Hal yang sama juga terjadi pada bayi bayi dan anak, menangis bisa membantu mereka melepaskan emosi dan stres.

Deborah MacNamara, Ph.D, seorang konselor parenting, dikutip dari Parents.com , menjelaskan bahwa menangis bukan artinya anak sedang terluka, tapi proses agar tidak terluka.

Ketika menangis, secara alami tubuh manusia melepaskan hormon stres atau kortisol yang terkandung dalam air mata.

Jadi, ada baiknya orang tua mulai menahan diri untuk tidak segera menyetop tangis anak. Hindari juga mengatakan kepada anak untuk jangan menangis.

Sebab, perintah jangan menangis justru membuat anak merasa tidak nyaman. Anak menangkap pesan bahwa mengungkapkan perasaan sedih atau takut dengan cara menangis adalah hal yang salah, seperti katakan Debbie Glasser, Ph.D, dilansir dari CNN.

Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan orang tua menyikapi anak yang menangis?

Saran dari Ine Indriani, Psi, sebaiknya orang tua tidak langsung langsung melarang anak menangis atau meminta anak segera menghentikan tangisan.

Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan sebelum menyetop anak menangis, beberapa di antaranya adalah faktor usia, cari tahu penyebab dan cara menghentikan.

Apalagi untuk bayi, menangis adalah cara untuk berkomunikasi dan menyampaikan apa yang mereka rasakan, mulai dari lapar, haus, sakit dan tidak nyaman.

Sedangkan pada anak usia bawah lima tahun, menangis adalah cara untuk mengungkapkan perasaan kesal, marah dan kecewa.

Di sini peranan orang tua diharapkan untuk bisa mengasah dan mengontrol kemampuan emosi dan empati anak. Jadi, orang tua perlu memberikan kesempatan kepada anak untuk mengungkapkan emosinya terlebih dahulu.

“Termasuk, memberikan kesempatan untuk menangis sehingga dia merasa perasaannya diterima dan dipahami oleh orang lain,” ujar Ine ditulis Republika.co.id.

Bila orang tua kerap melarang anak yang menangis maka akan membuat anak tidak mampu meluapkan emosinya.

Dikatakan lagi oleh Ine, anak yang menahan emosi akan membuat mereka tidak mengenali emosinya, anak akan merasa diacuhan dan sulit berempati pada orang lain. Akibatnya, anak akan menunjukkan perilaku negatif.

Hal senada juga dikatakan oleh psikolog asal Australia yang juga seorang narablog, Sara. Menangis adalah yang pantas. Apapun hal yang membuat si kecil sedih adalah sah-sah saja. Mungkin hal itu sepele bagi Anda, tapi seorang anak tidaklah memiliki cara pandang orang dewasa tentang dunia,” jelas Sara dalam blognya happinessishereblog.com.

Orang tua harus mampu memahami perasaan anak dengan mengesampingkan menceramahi anak dan melarang menangis.

Dikatakan oleh psikolog konseling dari State University of New York, Amerika Serikat, Jeffrey Bernstein, berpendapat bahwa upaya memvalidasi perasaan anak akan membuatnya merasa dimengerti.

Empati yang mendalam akan membangun harga diri anak dan mengurangi perilaku membangkang.

Perilaku negatif tersebut kerap menjadi cara berkomunikasi anak-anak yang merasa tidak mendapatkan pengertian dari orang tuanya.

Orang tua juga diimbau untuk tidak memberikan label anak cengeng ketika anak menangis. Karena predikat anak cengeng yang Anda tanamkan bisa membentuk anak yang tidak percaya diri.

Jadi, mulai sekarang tidak ada salahnya membiarkan anak menangis untuk sementara waktu. Sebab, menangis tidak hanya bermanfaat untuk anak, tapi Anda juga akan memetik keuntungan.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR