Spons bisa jadi benda paling kotor di rumah Anda

Spons untuk cuci piring.
Spons untuk cuci piring.
© Lenka Kozuchova /Shutterstock

Umumnya orang menggunakan spons untuk mencuci piring agar bersih. Padahal riset terbaru membuktikan bahwa spons adalah benda paling kotor dalam sebuah hunian.

Riset yang dipublikasikan dalam Scientific Reports mengamati ragam mikrob dalam lingkungan hunian. Memang, kotornya spons cuci piring bukan sesuatu yang baru.

Bagaimanapun spons itu kerap bersentuhan dengan berbagai makanan dan selalu dalam kondisi basah pun lembap. Hanya saja kita tak tahu pasti seberapa banyak bakteri yang bersarang di dalamnya.

Kini para ilmuwan di Furtwangen University, Jerman mengungkap, jumlah bakteri yang ada di dalam spons cuci piring diperkirakan sama dengan jumlah bakteri dalam feses manusia. Tepatnya, 54 miliar sel bakteri per sentimeter kubik.

Ars Technica melansir, dalam sampel spons yang berasal dari 14 hunian, ternyata terdapat lebih dari 360 tipe bakteri yang merepresentasikan 9 filum, 17 kelas, 35 bangsa, 73 keluarga, dan 118 marga.

"Lepas dari kesalahpahaman yang umum terjadi, ternyata lingkungan di dapur memiliki lebih banyak bakteri berdiam daripada toilet," tulis para periset. Ini terutama disebabkan oleh kontribusi spons dapur yang terbukti mewakili penampung terbesar bakteri aktif di seluruh rumah.

Yang jadi masalah, spons cuci piring ini bukan sekadar dipenuhi bakteri, tapi juga bisa menyebar ke penjuru dapur, saat digunakan untuk membersihkan hal lain.

Memang tidak semua bakteri itu bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Dalam tubuh manusia, bakteri dan sel sama banyaknya.

Oleh karena itu yang perlu diperhatikan adalah, seberapa banyak bakteri berbahaya yang bersarang di dalam spons cuci piring?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut tim riset membuat analisis komprehensif pertama terhadap mikrobiom bakteri pada spons cuci piring. Mereka menemukan, jenis bakteri yang paling banyak berasal dari keluarga Moraxellaceae, ditemukan pada rata-rata 36 persen sampel.

Moraxellaceae merepresentasikan bakteri pada kulit manusia, jadi menurut para periset, manusia lah yang membawanya hingga menempel pada spons. Dari situ mereka kemudian berkembang biak dan berpotensi untuk jadi bahaya.

Tiga bakteri yang paling banyak ditemukan adalah Acinetobacter johnsonii, Moraxella osloensis, dan Chryseobacterium hominis yang dapat menyebabkan infeksi. Selain itu, bakteri yang ditemukan cenderung tidak berbahaya, walau ada beberapa yang patut diwaspadai.

"Yang mengejutkan bagi kami adalah bahwa lima dari 10 jenis yang paling sering kami temui adalah bakteri yang tergolong dalam risk group 2 (RG2) Artinya, mereka adalah patogen potensial," jelas kepala riset Markus Egert.

Riset ini juga mencari tahu cara untuk menghindari agar banyaknya bakteri-bakteri dalam spons cuci piring tidak sampai mengganggu kesehatan. "Sanitasi dengan merebus atau memasukkannya ke dalam microwave telah menunjukkan penurunan jumlah bakteri yang signifikan pada spons dapur, karena itu dapat dianggap sebagai ukuran kebersihan yang masuk akal," tulis Egert.

Pun demikian, data para peneliti menunjukkan bahwa membersihkan spons secara reguler ternyata tidak mengurangi pertumbuhan bakteri di dalamnya, jika dibandingkan dengan spons cuci piring yang tidak dibersihkan.

Prosedur membersihkan spons sebenarnya mengubah mikrobiom, tapi tidak membuatnya jadi lebih baik. Jumlah Moraxellaceae dan Chryseobacterium hominis tampak bertambah, mereka pun jadi lebih resistan daripada bakteri lain.

Hal ini menunjukkan bahwa membersihkan spons secara reguler malah berefek kontraproduktif. Itu mengapa menurut para periset, opsi terbaik untuk menghindari efek buruk bakteri jahat dalam spons cuci piring, akan lebih baik jika Anda menggantinya secara rutin.

Para periset menyarankan Anda mengganti spons cuci piring setiap pekan. Mereka juga mengingatkan urgensi hal ini terutama pada tempat-tempat umum seperti rumah sakit atau rumah jompo, di mana para pasien atau penghuninya tidak memiliki sistem kekebalan tubuh yang mumpuni, sehingga lebih berisiko terpapar patogen berbahaya.

MUAT LAGI
x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.