Inilah gaya joget ideal menurut sains

Ilustrasi.
Ilustrasi.
© oneinchpunch /Shutterstock

Berjoget punya manfaat baik. Anda yang kerap ke klub pasti tak canggung melakukannya, berbeda dengan mereka yang jarang atau malah belum pernah ke klub.

Tak perlu merasa canggung lagi karena para ilmuwan telah menemukan jawabannya. Ada gaya joget yang terbukti ampuh. Terutama untuk menarik perhatian lawan jenis.

Para periset di Northumbria University, Inggris menemukan bahwa gaya joget paling menarik perhatian adalah saat seorang perempuan menggoyangkan pinggul, sembari bergantian mengangkat tangan dan menggerakkan kaki. Lebih jelasnya bisa Anda lihat pada video berikut.

Untuk merumuskan gaya joget ini, para psikolog meminta 39 partisipan perempuan. Mereka berjoget diiringi tabuhan drum dari sebuah lagu yang dinyanyikan Robbie Williams.

Dengan menggunakan teknologi tangkap gerak, para peneliti merekam gaya joget partisipan lalu memetakannya menjadi avatar digital--seperti yang Anda lihat dalam video. Penggunaan avatar digital adalah untuk memastikan bahwa perempuan dan lelaki yang menilai masing-masing partisipan hanya berdasarkan gerakan mereka, bukan bentuk tubuh atau atribut lain.

Adapun yang melakukan penilaian adalah 57 lelaki dan 143 perempuan. Semuanya adalah heteroseksual dengan usia di atas 18 tahun. Mereka diminta memberi nilai dalam skala 1 sampai 7.

Dari penilaian tersebut, terbukti bahwa perempuan yang sering menggoyangkan pinggul saat joget mendapat nilai lebih tinggi daripada mereka yang tidak goyang pinggul.

Periset juga menemukan bahwa semakin asimetris gerakan paha, semakin tinggi pula nilai yang didapat. Setali tiga uang, gerakan tangan asimetris juga lebih disukai oleh para penilai. Begitulah kesimpulan riset yang dipublikasikan dalam Scientific Reports.

Penulis riset, profesor psikologi Nick Neave berspekulasi bahwa gerakan-gerakan tersebut punya dua maksud bagi perempuan heteroseksual. "Pertama, mereka menunjukkan status hormonal, menarik perhatian para lelaki. Kedua, pamer kekuatan pada para rival, perempuan lain," jelas Neave.

Gerakan pinggul merupakan prediksi kunci tentang seberapa positifnya seorang penari dinilai dalam studi ini, karena itu mengindikasikan femininitas. "Jika Anda melihat perempuan dan lelaki berjalan, perbedaannya adalah, pria mengayun bahu sementara perempuan mengayun pinggul," Neave berujar.

Sebelumnya, tim riset ini sudah melakukan penelitian serupa untuk pria.

Mereka meminta 19 relawan pria berusia antara 18 hingga 35 tahun untuk berjoget, gerakannya direkam dan diubah menjadi avatar digital. Lalu, 37 perempuan melakukan penilaian terhadap gerakan joget para lelaki ini.

Hasilnya membuktikan bahwa seorang pria dianggap menarik jika gerakan jogetnya memiliki banyak variasi. Mulai dari kepala, leher, juga torso, digerakkan secara bergantian, dan cepat.

Dikutip New York Times, Dr. Neave dan timnya kini berencana mengamati apakah daya tarik seseorang saat berjoget memiliki korelasi dengan kepribadian, kesehatan, usia, atau status hormonal pada perempuan. Pertanyaan lain yang juga hendak mereka jawab adalah bagaimana budaya dan orientasi seksual memengaruhi gerakan joget dan persepsi akan aktivitas joget.

x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.