ASIAN GAMES 2018

Intip menu para atlet Asian Games 2018

Nasi briyani salah satu menu yang akan disajikan untuk para atlit Asian Games 2018.
Nasi briyani salah satu menu yang akan disajikan untuk para atlit Asian Games 2018. | Istimewa /Negeri Rempah

Asian Games 2018 sudah di depan mata. Ragam kebutuhan untuk menyempurnakan penyelenggaraan sudah dipersiapkan dengan matang sejak jauh-jauh hari. Termasuk persiapan menu makanan para atlet yang nantinya akan berlaga pada ajang olahraga atlet se- Asia yang diadakan empat tahun sekali ini.

Penanggung jawab makanan pada gelaran Asian Games nanti adalah PT Gobel Dharma Sarana Karya.

Perusahaan katering tersebut akan menyediakan 127 menu untuk sarapan dan 142 menu untuk makan siang serta makan malam.

Tentu saja untuk hidangan para atlet tidak hanya soal rasa makanan, tetapi makanan yang disajikan pun harus memenuhi hitungan gizi lengkap dan sehat.

Seperti di disampaikan oleh Amanda Katili Niode, ketua Omar Niode Foundation, pada acara temu media bersama Komunitas Kuliner Indonesia di Almond Zucchini, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (10/8).

"Menu-menu memiliki syarat utama yakni protein tinggi. Gunanya untuk memulihkan otot. Ini mutlak, semua protein tinggi," kata Amanda Katili Niode.

Kriteria lainnya adalah kalori, protein, lemak, lemak jenuh, karbohidrat, serat, dan sodium, dengan takaran yang sudah ditentukan pihak penyelenggara. Tak luput juga peringatan alergi seperti gluten, wijen, kacang-kacangan, udang-udangan, ikan, telur, mustard, susu, dan seledri.

Seluruh makanan yang akan dihidangkan ini pun sudah atas persetujuan Olympic Council of Asia.

Tidak hanya itu, jenis makanan nantinya akan disajikan dalam enam lapak yakni, South East Asia (makanan dari Asia Tenggara antara lain Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam), East Asia (makanan dari Jepang, Korea, China), South Asia (termasuk makanan dari India), West Asia (Arab Saudi, Uni Emirat Arab), Central Asia (termasuk Afganistan) dan International Buffet.

Hal tersebut merupakan upaya penyelenggara agar semua atlet yang berasal dari berbagai negara Asia bisa menikmati makanan yang setidaknya serupa dengan negara asalnya.

Untuk kuliner khas Indonesia, yang akan disantap para atlet adalah Hidangan Jawa (Nasi Rawon, Nasi Tongseng, Empal Gentong, Bakwan Malang), Sumatra (Pempek), Sulawesi (Kuah Bugis), dan Jakarta (Soto Mi).

Lalu, untuk kudapan yang disajikan antara lain kue lumpur dan lumpia sayur. Tak ketinggalan penganan sehat kaya serat seperti pisang, pir, jeruk, dan apel. Kemudian, ada pula es krim, minuman hangat, dan jus untuk dinikmati para atlet.

Dalam kesempatan serupa, Beritagar.id berkesempatan untuk menyicipi beberapa menu dalam gelaran Asian Games 2018. Makanan yang diicip adalah kuliner khas Indonesia dan Timur Tengah sebagai berikut.

Nasi briyani dan nasi kebuli

Nasi Kebuli dimasak bersama kaldu daging, susu kambing dan minyak samin. Disajikan dengan daging kambing goreng dan ditaburi kurma atau kismis. Hidangan ini cukup populer di kalangan warga Betawi dan keturunan Arab di Indonesia.

Nasi ini mirip dengan nasi briyani. Namun nasi briyani memiliki warna lebih cerah daripada nasi kebuli.

Briyani adalah beras yang dimasak bersama rempah-rempah, sayuran, atau daging.

Nasi khas India ini paling pas kalau disantap dengan ayam atau dengan daging kambing dan sapi.

Sayur okra

Untuk menu utama disajikan sayur okra dan kuah bugis. Sayur okra merupakan hidangan khas Asia Selatan.

Sayur berupa potongan okra dengan tekstur yang renyah saat digigit ini memiliki cita rasa asam karena dominasi tomat.

Kuah Bugis

Hidangan dari Indonesia, disajikan kuah bugis yang merupakan kuliner khas Provinsi Gorontalo, Sulawesi Utara.

Sekilas tampilan kuah bugis mirip dengan rawon, tetapi warna coklat kehitaman hidangan ini berasal dari kelapa parut sangrai.

Daging sapi beserta tulang berpadu dengan rasa rempah yang begitu kuat, seperti bunga adas dan kayu manis dalam jumlah masif membuat hidangan kaya rasa.

Kuah Bugis biasa disantap dengan buras atau lontong yang memiliki cita rasa gurih santan.

Melalui menu makanan yang disajikan dengan penggunaan rempah ini diharapkan dapat melestarikan kuliner dengan beragam rempah.

Seperti yang dikatakan oleh Kumoratih Kushardjanto, Ketua Negeri Rempah Foundation.

“Selain merekatkan persaudaraan melalui olahraga di Asian Games, para olahragawan juga dapat merayakan keberagaman melalui common heritage mereka, yaitu kuliner dengan beragam rempah," jelas Kumoratih.

Sementara itu, Heni Pridia dari Akademi Kuliner Indonesia berharap bahwa melalui makanan, semua atlet dan pendukungnya dapat mengenal karakter dan budaya dari masing-masing negara peserta.

Salah satunya, makanan Asia Selatan yang memiliki ciri khas rempah jintan dan kunyit, serta penggunaan santan yang pekat. Kemudian, Asia Timur dengan cita rasa makanan yang lebih ringan, dan kuliner Asia Tenggara yang terkenal memakai banyak rempah.

BACA JUGA