Intip siasat dapat kerja di Facebook dan Microsoft

Ilustrasi wawancara kerja
Ilustrasi wawancara kerja | Jirapong Manustrong /Shutterstock

Seiring dengan perkembangan perusahaan rintisan di ranah teknologi, semakin banyak karyawan yang tertarik untuk mencoba peruntungan mendapatkan pekerjaan di perusahaan-perusahaan tersebut.

Perusahaan rintisan teknologi seperti Facebook, Microsoft, Amazon, dan IBM merupakan beberapa yang dianggap populer sebagai incaran banyak lulusan universitas dan karyawan yang telah berpengalaman.

Kabarnya, perusahaan rintisan tersebut bisa menerima ribuan lamaran kerja dalam sehari, ini berarti peluang Anda untuk bisa mendapatkan kerja di sana terbilang minim.

Namun, tak berarti Anda harus berkecil hati. Percaya saja dengan pepatah yang mengatakan, di mana ada kemauan di situ ada jalan. Sekarang, tugas Anda adalah mengumpulkan banyak informasi mengenai apa yang diinginkan perusahaan tersebut terhadap karyawannya.

Berikut beberapa bocoran mengenai proses dan seleksi wawancara dari para pemimpin di perusahaan Facebook, IBM, Amazon, dan Microsoft:

Microsoft

Perusahaan teknologi ini telah mempekerjakan sekitar 73.000 karyawan di area Amerika Serikat dan lebih kurang 125.000 karyawan di cabang perusahaan di dunia. Praktis, perusahaan yang didirikan oleh Bill Gates ini menerima surat lamaran dalam jumlah yang luar biasa banyak.

Chuck Edward, Head of Global Talent Acquisition, Microsoft, mengatakan, seorang kandidat karyawan harus melakukan tiga hal agar terlihat menonjol dibandingkan kandidat lainnya.

Pertama, kandidat karyawan harus memiliki rencana karier yang matang. Kedua, memperlihatkan sikap peduli pada kebutuhan pelanggan. Lalu, yang terakhir adalah membuktikan bahwa Anda seseorang yang haus akan ilmu dan pengetahuan baru.

Edward menambahkan bahwa dia tertarik memanggil seorang kandidat untuk wawancara apabila mereka memperlihatkan pengalaman kepemimpinannya dalam Curriculum Vitae (CV).

Selain itu, pengalaman tersebut juga harus terbukti membuahkan hasil, mengembangkan inovasi, dan memberikan pembelajaran pada tim kerja.

Microsoft memilih mempekerjakan karyawan yang memiliki cara pandang terbuka untuk masa depan.

Facebook

Perusahaan media sosial terbesar di dunia ini terus berkembang, meskipun sempat terjegal masalah pembocoran data pengguna beberapa waktu lalu. Namun, daya tarik Facebook sebagai perusahaan incaran banyak karyawan masih terbilang tinggi.

Salah satu mantan karyawan Facebook mengatakan bahwa dia harus menjalani 17 tahap wawancara untuk mendapatkan pekerjaan di perusahaan yang digagas oleh Mark Zuckerberg tersebut.

Lori Goler, Vice President, Facebook, mengungkapkan bahwa seorang kandidat harus melakukan tiga hal untuk terpilih sebagai karyawan, yakni melakukan riset mengenai budaya perusahaan, memahami dan mengusai proyek yang tengah dan akan digarap Facebook, serta memiliki keinginan untuk terus memperkaya diri dengan wawasan baru yang bermanfaat bagi Facebook.

Namun, hal paling penting adalah dapat mempresentasikan kontribusi apa yang bisa diberikan untuk perkembangan perusahaan di masa depan.

"Kami selalu berpikir bahwa rencana ini bagus tetapi bisa lebih bagus. Intinya, kami tidak pernah berhenti bergerak maju," ujar Goler seperti dikutip Glassdoor.

IBM

Ginni Rometty, President & CEO, Microsoft mengatakan bahwa perusahaannya memiliki pendekatan unik dalam proses rekrutmen karyawan.

Dia mengungkapkan bahwa sekarang ini perusahaan teknologi kekurangan sumber daya manusia yang mumpuni sehingga IBM pun memilih mempekerjakan karyawan berdasarkan kemampuan dan potensi ketimbang level edukasi.

Latar belakang pendidikan, kata Rometty, tidak menjamin apakah karyawan tersebut benar-benar bisa bekerja dengan baik atau tidak.

"Sebanyak 15 persen karyawan kami di Amerika Serikat tidak memiliki gelar akademis," jelas Rometty kepada CNBC.

"Ada banyak kesempatan untuk karyawan mengembangkan kemampuannya," imbuhnya.

Amazon

Perusahaan raksasa dalam industri ritel online ini selalu mengadakan pameran karier besar-besaran. Namun, dengan segala kemudahan dan transparansi dalam hal lowongan kerja, tidak membuat perusahaan ini mudah untuk ditaklukkan oleh sejumlah kandidat karyawan.

Miriam Park, Recrutiment Director, Amazon, mengungkapkan bahwa perusahaannya tertarik dengan seorang calon karyawan yang tulus memperlihatkan ketertarikan dan rasa penasaran terhadap proyek perusahaan.

Selain itu, dia juga mengutamakan seseorang yang memiliki kemampuan untuk fokus pada kebutuhan pelanggan dengan cara terbaik.

"Kami (Amazon) adalah perusahaan yang bertujuan memberikan pelayanan terbaik pada pelanggan. Jadi, hal pertama dan yang paling penting adalah kandidat harus memahami tujuan kami tersebut. Kandidat juga harus memperlihatkan strategi untuk mengembangkan cakupan operasional kami. Setiap hal yang kami lakukan harus memberikan nilai pada pelanggan," jelas Park seperti dinukil Cosmopolitan.

Sikap yang demikian merupakan tanggung jawab sentral seluruh karyawan di perusahaan milik Jeff Bezos tersebut.

Rasa ingin tahu, kata dia, juga penting karena Amazon terus mengeksplorasi ide-ide baru dan selalu terbuka dengan inovasi yang ditawarkan karyawan.

Nasihat utamanya pada kandidat karyawan adalah menunjukkan sikap bahwa Anda bertanggung jawab pada posisi yang Anda lamar, memiliki kemampuan dalam memecahkan masalah, dan selalu mau belajar.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR