Jakarta kini punya batik khas bercorak semanggi

Motif semanggi dari Sejauh Mata Memandang
Motif semanggi dari Sejauh Mata Memandang
© Dokumentasi Sejauh Mata Memandang

Batik sebagai identitas tanah Jawa juga dimiliki oleh DKI Jakarta. Jika daerah lain seperti Cirebon memiliki motif khas mega mendung, Kudus dengan merak katleya atau Lasem dengan motif pagi sore; Jakarta baru saja meluncurkan batik dengan motif semanggi.

Semanggi ialah tumbuhan berjenis dikotil dengan bentuk daun berhadapan. Empat helai daunnya konon melambangkan harapan, cinta, keberuntungan serta kepercayaan. Di Jakarta, Semanggi merupakan nama jembatan yang memersatukan semua wilayah di dalamnya.

Jembatan Semanggi pun menjadi salah satu ciri khas kota Jakarta sejak dibangun pada 1962 dalam rangka menyambut ASEAN Games pada saat itu. Hal ini pula yang membuat Chitra Subyakto bersama Sejauh Mata Memandang mengabadikannya dalam bentuk motif batik.

"Jembatan Semanggi mempersatukan semua wilayah di Jakarta tanpa adanya lampu lalu lintas yang menghalangi," papar Chitra dalam peluncuran batiknya di Jakarta Creative Hub yang dihadiri Beritagar.ID, Senin lalu (17/4/2017).

Tema persatuan merupakan merupakan isu khusus saat ini. Persatuan berusaha dihadirkan d tengah dinamika perpecahan warga pada masa pemilihan kepala daerah DKI Jakarta yang rampung pada Rabu (19/4).

Lembaran kain terbentang di sekitar ruang pamer bertembok abu-abu. Masing-masing kain hanya memiliki satu warna; seperti kuning, merah, oranye dan hitam. Batik semanggi berwarna putih pun menghiasi setiap lembarnya.

Kain bermotif semanggi ini rencananya akan dipasarkan dalam berbagai bentuk produk; mulai dari kain, syal, hingga pakaian multi fungsi.

Di samping itu, Sejauh Mata Memandang juga melansir beragam bantal dekorasi yang dihiasi hasil sulaman tangan atau kain batik bermotif Semanggi, ditambah dengan aksen pom pom warna-warni khas Betawi. Pelbagai bantal ini dibuat langsung oleh para ibu rumah tangga dari beberapa rumah susun (rusun) di jakarta yang turut hadir siang itu.

Ya, dalam memproduksi koleksi ini, Chitra --pendiri sekaligus Direktur Kreatif dari Sejauh Mata Memandang-- bekerja sama dengan Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) Provinsi DKI Jakarta untuk turut mempekerjakan ibu rumah tangga yang tinggal di rusun di Jakarta.

Program pelatihan dibuat untuk meningkatkan keterampilan serta memberdayakan ekonomi masyarakat yang tinggal di hunian bersubsidi ini. Masyarakat yang terlibat datang dari Rusun Rusun Marunda, Rusun Pesakih, dan Rusun Pulo Gebang.

"Tujuan program ini tidak hanya mengajarkan keterampilan. Kita ingin ibu-ibu ini semua bisa menghasilkan karya dan difasilitasi untuk belajar jadi usahawan," kata Ibu Veronica Basuki Tjahaja Purnama, selaku Ketua Dekranasda DKI Jakarta, dalam acara yang sempat dikunjungi oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tersebut.

Setiap produk yang menjadi bagian koleksi ini merupakan hasil tangan para ibu rumah tangga di rusun-rusun Jakarta yang telah menjalani pelatihan selama 6 bulan. Mereka diharapkan menjadi pengrajin batik dan sulam yang terampil.

Hal ini sejalan dengan salah satu misi Sejauh Mata Memandang untuk memberdayakan para perempuan Indonesia, khususnya para ibu yang diwakili dengan tagar media sosial #SejauhSupportsLocalMoms.

Di Jakarta Creative Hub ini, Sejauh Mata Memandang akan menampilkan koleksi terbarunya dalam sebuah pameran instalasi. Ini adalah proyek kolaborasi dengan Felix Tjahyadi selaku Exhibition Designer dan Agra Satria sebagai Exhibition Graphic Artist.

Sebagai persembahan utama acara "Jakarta Kita" yang melambangkan rasa cinta bersama terhadap ibu kota, pameran ini terbuka untuk umum di Jakarta Creative Hub. Lokasinya di Gedung Graha Niaga Thamrin, Jakarta Pusat, dan berlangsung hingga 13 Mei 2017.

MUAT LAGI
x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.