TIP KESEHATAN

Jenis celana dalam memengaruhi kesuburan laki-laki

Boxer, salah satu model celana dalam laki-laki.
Boxer, salah satu model celana dalam laki-laki. | Sylvia Biskupek /Shutterstock

Jenis celana dalam ternyata berpengaruh pada kesuburan laki-laki. Model apakah yang terbaik, brief, boxer, atau model lain? Penelitian baru punya jawabannya.

Infertilitas memengaruhi delapan sampai 12 persen pasangan di seluruh dunia. Dari kasus yang ada, sekitar 40 sampai 50 persennya disebabkan oleh laki-laki yang bermasalah.

Beberapa faktor dapat memengaruhi kesuburan laki-laki, mulai dari gen, riwayat infeksi menular seksual, juga kebiasaan merokok dan minum alkohol.

Ada juga kepercayaan populer bahwa jenis celana dalam yang dikenakan laki-laki dapat berdampak. Sekarang, penelitian baru menguji pengaruh berbagai jenis celana dalam pada kualitas sperma kaum Adam.

Penulis utama penelitian ini adalah Dr. Lidia Mínguez-Alarcón, yang juga seorang ilmuwan peneliti di Harvard T.H. Chan School of Public Health di Boston, Amerika Serikat. Mereka mempublikasikan temuan dalam jurnal Human Reproduction.

Dr. Mínguez-Alarcón dan rekannya meneliti 656 laki-laki berusia 18–56 tahun. Mereka tidak memiliki riwayat vasektomi dan ingin dirawat karena ketidaksuburan di Massachusetts General Hospital di Boston.

Para partisipan riset memberi sampel air mani dan darah kepada peneliti. Mereka juga menjawab kuesioner tentang jenis celana dalam yang biasa mereka kenakan.

Dalam kuesioner terdapat pilihan berbagai model celana dalam laki-laki. Mulai dari boxer, brief, bikini, jockey, dan beberapa model celana dalam lain.

Jenis-jenis pakaian dalam laki-laki.
Jenis-jenis pakaian dalam laki-laki. | Viktoria Kazakova /Shutterstock

Dinukil Reuters, secara keseluruhan, 53 persen laki-laki mengatakan mereka biasanya mengenakan boxer. Mereka terbukti memiliki konsentrasi sperma 25 persen lebih tinggi, jumlah sperma 17 persen lebih tinggi, dan 33 persen lebih banyak sperma yang berenang daripada laki-laki yang melaporkan biasa menggunakan celana dalam model lain.

Perbedaan paling signifikan ditemukan pada laki-laki yang lebih memilih boxer dan mereka yang gemar mengenakan brief atau jockey. Ini diduga karena model celana dalam yang lebih ketat telah terbukti meningkatkan temperatur di sekitar skrotum, hambatan yang dikenal dalam produksi sperma.

Selain itu, laki-laki yang melaporkan sering memakai boxer memiliki kadar serum folikel-stimulating hormone (FSH) 14 persen lebih rendah.

Seperti yang dijelaskan penulis studi, FSH mendorong produksi sperma. Mereka meyakini bahwa konsentrasi FSH yang lebih tinggi adalah kompensasi dari meningkatnya temperatur di sekitar skrotum dan berkurangnya jumlah sperma pada laki-laki yang gemar bercelana dalam ketat.

"Paparan terhadap panas yang secara signifikan meningkatkan temperatur punya kecenderungan memengaruhi produksi sperma. Inilah alasan utama mengapa laki-laki punya skrotum dan testis di luar abdomen," jelas Dr. Jorge Chavarro, salah satu penulis studi dikutip NPR.

Saat laki-laki mengenakan boxer, testikel berada dalam suhu aman. Kira-kira empat sampai enam derajat lebih dingin daripada bagian tubuh lain. Kondisi ini baik untuk sel-sel sperma.

Temuan terpenting, perbedaan statistik terbesar dalam kualitas sperma ditemukan pada laki-laki yang mengenakan celana dalam model boxer dan jockey atau brief.

Dr. Mínguez-Alarcón menjelaskan apa yang membedakan penelitian ini dengan penelitian lain. Katanya, "Kekuatan penting dari penelitian ini adalah kami dapat menyelidiki hubungan potensial antara jenis pakaian dalam yang dipakai dan indikator fungsi testis seperti tingkat hormon reproduksi dan kerusakan DNA, yang tidak dibahas studi sebelumnya tentang topik ini."

Lanjutnya, "Karena ini, kami dapat menemukan mekanisme kompensasi potensial di mana produksi sperma yang menurun berkaitan dengan jenis sinyal pakaian dalam ke hipotalamus untuk meningkatkan sekresi gonadotropin."

Peneliti menjelaskan, Gonadotropin adalah hormon yang bekerja pada testis dan ini tercermin dari peningkatan kadar FSH. Ini menunjukkan bahwa tubuh sedang mencoba untuk meningkatkan produksi sperma.

Akan tetapi menurut peneliti, hipotesis ini memerlukan konfirmasi oleh penelitian lebih lanjut. Hasil studi ini tidak bisa digeneralisasikan untuk semua laki-laki karena peserta penelitian sudah dalam kondisi mencari penanganan untuk infertilitas.

Selain itu, penelitian ini tidak mengonfirmasi hubungan sebab akibat antara celana dalam ketat dan tingkat FSH. Alih-alih, hanya mencari korelasi.

Meski begitu, studi ini melihat bahwa celana dalam bisa jadi faktor risiko infertilitas yang berpotensi untuk dimodifikasi. "Karena laki-laki bisa memilih jenis pakaian dalam, hasil ini mungkin berguna untuk meningkatkan fungsi testis pria," tukas Dr. Mínguez-Alarcón.

Jadi, jika Anda sedang mencoba untuk punya anak ada baiknya memilih celana dalam model boxer. "Bagi sebagian laki-laki model celana dalam tak akan membuat perbedaan sebab mereka sedang tidak berusaha punya anak. Tapi jika Anda memang berencana demikian, ini bisa dicoba. Beli beberapa pasang boxer harganya murah dan mungkin bisa membantu," pungkas Dr. Chavarro.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR