KUALITAS HIDUP

Jiwa muda, rahasia umur panjang

Ilustrasi orang tua berjiwa muda.
Ilustrasi orang tua berjiwa muda. | Rawpixel.com /Shutterstock

Awet muda dan umur panjang merupakan harapan semua orang. Dan rahasia keduanya terletak pada bagaimana seseorang mengendalikan kehidupan lewat jiwa yang senantiasa muda.

Dua penelitian terbaru yang hasilnya dipresentasikan di hadapan konvensi tahunan American Psychological Association (APA) menunjukkan, aktivitas fisik dan mengendalikan hidup menjadi rahasia untuk tetap muda.

Mengutip rilis media yang dimuat dalam situs APA, para peneliti berkesimpulan melakukan aktivitas sederhana dapat membantu orang lanjut usia merasa lebih muda, dan pada gilirannya dapat membantu meningkatkan kemampuan kognitif, berumur panjang dan peningkatan kualitas hidup secara keseluruhan.

Penelitian yang dilakukan Jennifer Bellingtier, seorang peneliti pasca doktoral dari Friedrich Schiller University of Jena di Jerman, melibatkan 116 orang lanjut usia (antara 60 - 90 tahun) dan 106 orang dewasa muda yang berusia antara 18 sampai 36 tahun.

Para peserta diminta untuk melakukan pelacakan berapa banyak kendali yang mereka rasakan setiap hari. Kepada mereka ditanyakan bagaimana mereka mengendalikan diri, dan tindakan yang mereka rasakan hari itu.

Hasilnya, di antara orang lanjut usia, ada hubungan yang cukup signifikan antara tingkat kendali diri dengan seberapa tua yang mereka rasakan.

Presentasi Bellingtier bertajuk Feeling Young and in Control: Daily Control Beliefs Predict Younger Subjective Ages dibagikannya di hadapan para peserta pertemuan tahunan APA pada Kamis (9/8).

Bellingtier mengatakan membentuk lingkungan sehari-hari dengan cara yang memungkinkan orang lanjut usia untuk melatih kendali diri lebih banyak dapat menjadi strategi yang membantu mempertahankan semangat muda dan kesejahteraan secara keseluruhan.

Kepada Time, Bellingtier menjelaskan dalam penelitian ini kedua kelompok usia mengalami perubahan dalam usia subjektif mereka dari hari ke hari.

Pada kelompok usia lanjut, fluktuasi ini berkorelasi dengan perasaan terkendali. Di saat seseorang merasa berada di atas persepsi kendali diri secara rata-rata, atau merasa lebih terkontrol, seseorang cenderung merasa lebih muda..

Sementara dalam kelompok dewasa muda, perubahan tampaknya terkait dengan hal-hal seperti kesehatan dan tingkat stres.

Menurutnya, kekuatan perasaan dalam kendali mungkin dua kali lipat. Suatu perasaan terkendali dapat meningkatkan kesehatan mental dan menurunkan usia subjektif, yang pada akhirnya dapat memotivasi seseorang untuk membuat pilihan yang sehat.

“Ketika Anda merasa lebih terkendali, Anda akan merasa lebih muda, dan kemudian Anda merasa dapat mencapai lebih banyak,” ungkap Bellingtier. “Anda merasa tindakan Anda penting. Dan ini dapat mendorong seseorang untuk keluar, dan berolahraga. Atau untuk membuat pilihan gizi yang lebih baik.”

Merasa lebih muda dari usia yang sebenarnya juga telah dikaitkan dengan risiko demensia yang lebih rendah dan kesehatan mental yang lebih baik. Penelitian terdahulu juga menunjukkan bahwa usia subjektif sama pentingnya dengan kesehatan seseorang sebagai usia kronologis.

Sementara penelitian lain yang dipresentasikan pada konferensi APA menemukan, aktivitas fisik, terutama berjalan kaki dikaitkan dengan usia subjektif yang lebih rendah. Begitu juga dengan interaksi sosial, dapat membantu orang lanjut usia untuk tetap merasa muda.

Matthew Hughes, PhD, dari University of North Carolina, Greensboro, yang membawakan hasil penelitian yang berjudul Taking Steps to Feel Younger menyebutkan, selain mengendalikan diri, strategi lain untuk merasa muda dan menikmati manfaat yang menyertainya adalah dengan meningkatkan aktivitas fisik.

“Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa bergaya hidup yang aktif dapat membuat seseorang lebih muda dari usia subjektifnya,” ungkap Hughes dalam Science Daily.

Hughes dan rekan-rekannya merekrut 59 orang dewasa yang berusia antara 35 sampai 69 tahun, yang tidak melakukan aktivitas fisik secara rutin. Semua partisipan diberi pelacak kebugaran FitBit dan peneliti memantau jumlah langkah harian mereka selama lima minggu.

Hasilnya, para peneliti menemukan mereka yang tercatat melakukan langkah yang lebih banyak memiliki usia subjektif yang lebih rendah. Meski menjanjikan, hasil penelitian ini masih berada di tahap awal.

“Ini bagian dari studi percontohan, jumlah sampel kami kecil,” jelas Hughes. “Meskipun hasilnya menunjukkan bahwa berjalan dapat berkontribusi untuk membuat seseorang merasa lebih muda, namun tetap dibutuhkan penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar, dan pengaturan yang lebih terkontrol.”

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR