Kapan harus mengganti seprei

Seprei tempat bersarang kuman penyakit yang memicu alergi dan asma.
Seprei tempat bersarang kuman penyakit yang memicu alergi dan asma. | Stokkete/Shutterstock

Coba hitung berapa kali Anda mengganti seprei dalam satu bulan? Satu kali, dua kali, atau mungkin berbulan-bulan baru ganti.

Ketahuilah, kasur dan alas kasur merupakan lahan subur bagi tungau debu, bakteri dan fungi (jamur). Karena itu, seprei harus sering diganti. Paling tidak setiap satu atau dua pekan sekali.

Nyatanya, sering kali ketika melihat seprei masih terlihat bersih, Anda urung menggantinya. Padahal sekalipun seprei kita masih terlihat bersih, sesungguhnya banyak kotoran tak kasatmata menempel di sana.

Mirror, mengutip Profesor Kesehatan dan Lingkungan dari University of Salford, Dr Lisa Ackerley, menjelaskan betapa kotornya seprei kita. Sisa keringat, sel-sel, bahkan setengah ons kulit kita luruh setiap pekan. Semuanya menempel di atas seprei.

"Lingkungan lembap juga jadi tempat berkembang biak yang ideal untuk tungau debu. Tempat tidur rata-rata mengandung 10 juta tungau debu yang dapat memicu reaksi alergi," kata Dr. Ackerley.

Hal senada juga diungkap Direktur Klinis Mikrobiologi dan Imunologi dari New York University's Langone Medical Center, Philip Tierno.

Dikutip Techinsider, ia menyarankan waktu terbaik untuk mengganti seprei adalah setiap satu atau dua pekan sekali.

Penyakit akibat jarang ganti seprei

Tierno mengungkap banyaknya sel kulit mati, keringat dan kotoran lain di seprei tidak menutup kemungkinan adanya bakteri jahat. Misalnya bakteri fecal seperti E.coli yang berbahaya.

Belum lagi sumber bakteri dari keringat dan kulit manusia menarik tungau debu untuk mengonsumsi kotoran tersebut dan berkembang biak.

Ketika jumlah tungau debu semakin banyak hal ini akan menyebabkan risiko orang yang memiliki alergi dan asma meningkat.

Bahkan untuk Anda yang tidak memiliki riwayat alergi, seprei kotor dapat menyebabkan iritasi mata. Mata menjadi merah dan hidung tersumbat saat terbangun.

Banyak orang tidak menyadari, sepertiga hidup kita dihabiskan untuk tidur. Tak heran jika kita begitu rentan terpapar alergen. "Inilah alasan mengapa penting sekali sering mengganti seprei dan mencucinya," terang Tierno

Apalagi jika Anda memiliki kebiasaan makan di kasur. Saran, segera hentikan. Sebab, kebiasaan ini bisa menarik hewan-hewan seperti kecoa dan semut untuk datang ke kasur.

Melansir Huffington Post, Anda bisa saja mencuci seprei setiap dua pekan seperti disarankan para ahli di American Cleaning Institute. Namun sebaiknya frekuensi aktivitas di atas kasur jadi pertimbangan utama. Pun banyaknya orang yang memakai kasur.

Misal, jika hewan peliharaan diperbolehkan main di atas kasur. Atau jika Anda dan keluarga kerap menghabiskan waktu bercengkerama di kasur. Maka, frekuensi ganti seprei pun sebaiknya ditambah.

Satu pekan sekali sangat disarankan. Dengan begitu pertumbuhan mikroorganisme bisa dihambat.

Anda juga bisa mempraktikkan tip dari Dr. Ackerley. Buka jendela setiap pagi, kebas dan lipat selimut, letakkan di bagian kamar yang terkena sinar matahari. Ini membantu melepaskan uap air dan mencegah kelembapan.

Nah, selain seprei, ada yang mesti Anda ganti dan cuci sepekan sekali. Menurut Goodhousekeping perlengkapan mandi hingga selimut juga perlu dicuci lebih sering.

How to Change Bedsheets /ehowhome
BACA JUGA