KESEHATAN PEREMPUAN

Kapan tingkat kesuburan perempuan mulai menurun

Ilustrasi sel telur
Ilustrasi sel telur | Have a nice day Photo /Shutterstock

Orang yang menunda pernikahan atau pasangan yang telah menikah tetapi belum merencanakan punya anak jumlahnya tidak sedikit.

Memang benar ada perempuan yang telah berusia tak lagi muda yang masih bisa hamil, melahirkan, dan membesarkan anak, seperti sejumlah selebriti, misalnya Halle Berry, Nicole Kidman, atau Mariah Carey.

Namun, tahukah Anda bahwa tidak semua perempuan memiliki peluang yang sama.

Adam Balen dari British Fertility Society mengatakan bahwa para selebriti yang memamerkan kehamilan di usia tak lagi muda tersebut kebanyakan menggunakan donor sel telur lewat proses In Vitro Fertilisation (IVF) atau bayi tabung.

Namun, mereka tidak terbuka dan mengumumkannya. Alhasil, mereka pun memberikan harapan palsu pada perempuan yang telah berusia kepala empat untuk masih berpotensi hamil dan memiliki bayi yang sehat.

Balen mengatakan bahwa tingkat kesuburan perempuan menurun secara drastis setelah usia melewati angka 35 tahun.

Kondisi tersebut pengaruh dari jumlah telur dalam tubuh perempuan.

Umumnya, perempuan terlahir dengan jumlah lebih kurang 2 juta sel telur yang belum matang.

Lalu, saat mencapai usia pubertas, sel telur mulai berovulasi, dan menstruasi. Proses tersebut berlangsung sampai dengan level matang.

Pada setiap siklus, jika tidak dibuahi, sel telur akan mati dan diserap kembali dalam tubuh. Artinya, jumlah sel telur ini terus menurun seiring usia.

Pada saat kita berusia 37 tahun, dipekirakan sel telur yang tersisa tinggal 25.000.

Kualitas sel telur juga dipengaruhi oleh gaya hidup, usia, dan kesehatan yang bisa menurunkan tingkat kesuburan.

Institut Marquès membeberkan mengenai penjelasan tingkat kesuburuan perempuan. Mereka menuliskan, usia perempuan paling subur adalah antara 21 dan 28 tahun.

Lalu, kemungkinan hamil turun setelah mencapai 30.

Penjelasan ini tentunya bukanlah kabar sejuk untuk kaum perempuan yang belum memiliki anak saat usia mencapai 35 tahun.

Namun, Anda tak perlu khawatir berlebihan. Sebab, faktanya adalah meskipun kesuburan Anda menurun seiring bertambahnya usia, kemungkinan memiliki bayi tak berarti sama sekali pudar.

Satu studi, yang diterbitkan dalam Obstetrics & Gynecology menemukan bahwa dengan berhubungan seks setidaknya dua kali seminggu, 82 persen perempuan sehat berusia 35 dan 39 tahun, ditemukan hamil dalam kurun waktu setahun.

Lalu, kemungkinan hamil semakin tinggi apabila Anda berusia 24 sampai dengan 34 tahun.

Penemuan lain yang dipublikasikan oleh Fertility and Sterility mengungkapkan, perempuan usia 35 hingga 40 tahun yang berhubungan seks selama masa subur, memiliki peluang hamil dalam setahun sebanyak 78 persen.

Mempertimbangkan dan memikirkan usia kesuburan memang tak bisa dimungkiri menimbulkan rasa stres. Sebaiknya, hindari hal yang demikian.

Sebab, berpikir terlalu negatif mengenai hal apapun dalam kehidupan justru bisa menciptakan stres pada tubuh dan pikiran.

Anda harus ingat, stres dapat menurunkan peluang Anda untuk hamil.

Dr Hana Visnova, seorang spesialis reproduksi dan direktur di Eropa, menjelaskan bahwa stres menghasilkan hormon yang memberikan sinyal bahaya pada tubuh untuk hamil.

Jadi, jika tubuh Anda terkondisikan menjadi "lingkungan" sarat ancaman untuk sel telur berkembang, usaha Anda pun akan berakhir sia-sia.

Oleh karena itu, upayakan diri untuk selalu tenang dan berpikir positif sehingga tubuh akan membacanya sebagai sinyal yang bersahabat dan aman untuk kehamilan.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR