Kawin muda banyak untungnya

Menikah muda lebih banyak untungnya.
Menikah muda lebih banyak untungnya.
© Zzphoto.ru /Shutterstock

Tidak semua orang muda punya kemewahan menentukan kapan waktu tepat untuk menikah. Namun bagi mereka yang beruntung, menikah di usia muda adalah pilihan terbaik.

Menurut riset, idealnya kita menikah di usia 22 hingga 25 tahun. Nyatanya, kini lebih banyak kaum muda yang memilih menunda pernikahan hingga usia menjelang 30 tahun.

Mengapa harus menikah muda? Karena lebih menguntungkan. Walau dengan catatan. Demikian dilansir Mic.

Dukungan siap sedia

Ibarat naik pesawat dalam cuaca tak stabil, ada banyak turbulensi di usia 20-an. Menjalaninya jadi lebih mudah saat kita tahu ada seseorang yang siap mendukung di sisi.

"Usia 20-an adalah saatnya orang menyadari diri mereka sesungguhnya, baik dalam karier serta apa yang mereka inginkan dalam sebuah hubungan. Begitu banyak tantangan psikologis dalam masa ini," kata Michael S. Broder, Ph.D, penulis Can Your Relationship Be Saved? How To Know Whether to Stay or Go.

Karenanya, mencari pasangan yang tepat adalah krusial.

Cobaan bikin kuat

Susah payah mencari tempat tinggal, bertengkar karena perbedaan prinsip, pada akhirnya terasa manis saat menikmati hasil jerih payah berdua.

"Stabilitas, persahabatan dan keintiman pernikahan memungkinkan kita mengatasi berbagai tantangan, sekaligus berkembang sebagai individu dan pasangan. Kita belajar bagaimana saling memperkuat, memberi kenyamanan, masukan, juga berbagi kebahagiaan, bukan hanya masalah," papar Julia Shaw, milenial yang sudah menikah.

Menjadi manusia lebih baik

Banyak hal berubah dalam diri seseorang seiring bertambahnya usia. Mendorong pasangan untuk selalu mengembangkan diri dan berubah menjadi lebih baik lagi adalah hal menyenangkan.

"Penampilan, ambisi, minat, dan kegiatan yang Anda lakukan akan mengalami perubahan. Jadi jika Anda benar-benar memilih pasangan karena kepribadiannya, maka hubungan kalian akan berjalan lancar," kata Dr. Broder.

Usia tidak menjamin kedewasaan

Membina rumah tangga bukan berarti Anda harus memandang segala hal dari perspektif sama. "Anda harus membuktikan bahwa Anda dan pasangan dapat mengatasi konflik bersama," tutur Dr. Broder.

Jadi saat dihadapkan pada perbedaan, hubungan Anda jauh dari ancaman perpisahan.

Banyak pasangan muda sudah menyadari hal ini. Ini sekaligus membuktikan bahwa usia seseorang tak berbanding lurus dengan kedewasaannya.

Selain empat alasan di atas, menikah di usia muda menyimpan banyak keuntungan lain. Seperti dipaparkan daftar Popsugar.

Usia belia membuat Anda dan pasangan dapat saling membentuk diri dan melakukan penyesuaian. Dari aspek reproduksi pun lebih baik. Kelak saat anak beranjak dewasa, bukan tak mungkin Anda berkesempatan melihatnya beranak cucu.

Huffington Post mengutip Your Tango juga mengingatkan, betapa kita punya lebih banyak waktu bersama pasangan saat menikah di usia muda.

Saat mempertimbangkan pernikahan, usia bisa jadi faktor ke sekian. Yang terpenting, menikahlah karena mau, bukan harus.

Karena jika tidak, perceraian bisa tak terelakkan. Seperti yang terungkap dalam riset terdahulu. Perceraian pada usia muda dipicu beberapa faktor. Menikah karena hamil duluan adalah salah satunya.

MUAT LAGI
x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.