KESEHATAN MENTAL

Kebiasaan cabut rambut pertanda gangguan psikis

Ilustrasi mencabut rambut
Ilustrasi mencabut rambut | BaanTaksinStudio /Shutterstock

Mencabut rambut yang dilakukan tanpa sadar karena telah menjadi kebiasaan merupakan gejala seseorang mengalami gangguan emosional atau stres akut.

Angel Sara Sampaio (27), model yang juga seorang bidadari jenama gaun tidur dan pakaian dalam perempuan, Victoria’s Secret, blak-blakan menyampaikan bahwa dirinya mengalami gangguan kesejahteraan mental.

Dia mengaku, telah menderita trikotilomania tahap ringan.

Trikotilomania merupakan kondisi gangguan mental yang mendorong penderitanya untuk mencabut rambut dari tubuh, entah rambut di kepala, alis, dan bagian lainnya.

Gangguan yang diderita Sampaio adalah kecanduan mencabut rambut alis.

Berdasarkan penjelasan dari Mayo Clinic, kebanyakan penderita trikotilomania masih dalam tahap ringan dan bisa ditangani lewat sejumlah perawatan. Namun, ada juga orang yang menderita sampai dengan tahap akut, yakni mereka secara kompulsif terdesak untuk mencabut rambut sehingga menyebabkan kebotakan dan masalah kulit.

Sebanyak empat persen dari populasi dunia menderita trikotilomania. Penanganan lini pertama yang biasa diterapkan psikiater dan psikolog adalah terapi perilaku kognitif.

Kemudian, terapi lain yang dianggap efektif dan telah didukung dengan uji klinis adalah terapi farmakologis dan klompiraman.

Sampaio menjelaskan bahwa gangguan tersebut telah dia alami sedari usia 15 tahun. Awalnya, menarik helaian bulu mata. Kemudian, berkembang menjadi mencabut rambut alis.

Dia mengaku, desakan untuk mencabut rambut semakin buruk ketika dirinya di bawah kondisi stres tinggi.

Dia juga merasakan keinginan untuk melakukannya saat menikmati waktu lengang, seperti saat menonton televisi dan membaca buku.

Dr Kiran Lohia, seorang dermatolog dan direktur medikal di Lumier Dermatology di Delhi, India, menjelaskan, gangguan trikotilomania kebanyakan bermula saat penderita berusia sembilan dan 13 tahun.

Penyebabnya adalah kegagalan mengelola rasa bosan, cemas, dan stres tinggi.

Stres yang dimaksud biasanya terkait dengan konflik keluarga, seperti kekerasan fisik dan mental di masa kecil.

Dia pun menerangkan bahwa gangguan ini merupakan penyakit psikologis dan fisik karena adanya intervensi aliran kimia antara sel-sel saraf otak.

Faktor genetik, stres, dan traumatis dalam kehidupan seseorang juga memicu gangguan trikotilomania.

Biasanya, penderita juga mengalami gangguan mental seperti Obsessive Compulsive Disorders (OCD), depresi, dan kebiasaan menggigit jari, mengisap jempol, serta menggaruk-garuk kulit.

Situasi yang membuat penderita kehilangan kontrol diri dan merasa malu berpotensi memicu keinginan mencabut-cabut rambut. Pasalnya, penderita mengalami lingkaran emosi yang mengisyaratkan mereka tidak berfungsi sesuai ekspektasi.

Gaya pencabutan rambut, kata dia, pada masing-masing penderita terjadi berbeda. Ada yang memilin rambut dan dicabut di antara jari-jari, menarik dengan gigi, menggigit rambut, serta menelannya.

Lanjutan dari uraian Mayo Clinic, kajian mereka membeberkan bahwa gerakan mencabut rambut memberikan penderita merasa melepaskan stres dan tekanan pikiran. Ada sebagian penderita yang fokus mencabut rambut dari bagian tertentu di kepala sehingga mengakibatkan kebotakan dan pitak.

Kemudian, tak sedikit penderita yang melakukannya saat merasa bosan, mereka tanpa sadar mencabut rambut saat sedang mendengar musik dan menonton televisi.

Menariknya, kebiasaan negatif ini juga dimanfaatkan penderita untuk mempertahankan emosi positif yang mereka rasakan.

Jadi, dorongan untuk mencabut rambut tak hanya datang saat mengalami stres, tetapi juga kala merasa bahagia. Penderita mencabut rambut untuk mengenang perasaan senang tersebut dan ingin membuatnya bertahan.

Perawatan dan konseling psikis sangat penting untuk dijalani penderita dalam menangani dan menghentikan kebiasaan buruk ini.

Pasalnya, trikotilomania bukan hanya sekadar kebiasaan buruk, tetapi gangguan mental yang tidak akan hilang tanpa perawatan dari pakar secara tepat dan menyeluruh.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR