KESEHATAN ANAK

Kebiasaan mengudap anak bersifat genetik

Ilustrasi anak mengudap.
Ilustrasi anak mengudap. | A3pfamily /Shutterstock

Orang dewasa dan anak-anak punya banyak kesamaan. Salah satunya dalam hal mengudap.

Walau mengudap itu menyenangkan, camilan juga bisa memicu masalah. Terutama dalam hal pola makan sehat untuk anak-anak.

Kabar baiknya, sebuah studi baru menemukan bahwa kebiasaan mengudap anak mungkin bersifat genetik. Ini bisa membantu keluarga yang ingin menetapkan dan mencapai tujuan kesehatan jangka panjang.

Jika Anda memperhatikan bahwa Anda dan anak Anda lebih menyukai keripik ketimbang es krim, ini mungkin bukan kebetulan. Sebuah studi yang diterbitkan di Nutrients baru-baru ini mengklaim kebiasaan mengudap anak-anak terkait dengan genetika dan dapat dirumuskan menjadi tiga varian genetik, menurut Genetic Engineering and Biotechnology News.

Varian genetik adalah perubahan dalam urutan DNA seseorang menurut Genos. Inilah yang membuat setiap orang unik. Sebuah varian dapat menentukan hal yang sederhana seperti warna mata seseorang atau bisa menentukan apakah seseorang cenderung terkena penyakit tertentu.

Dalam kasus penelitian ini, para periset di University of Guelph mengamati tiga varian genetik yang mungkin berhubungan dengan selera: "preferensi rasa manis, kepekaan rasa lemak, dan keengganan terhadap sayuran pahit berdaun hijau."

Selama tiga hari, periset mengamati kebiasaan sehari-hari dari 47 anak berusia 18 bulan sampai lima tahun. Periset menetapkan bahwa 80 persen kelompok tersebut membawa setidaknya satu dari tiga varian genetik tersebut.

Selain itu, periset juga menganalisis air liur masing-masing individu untuk menentukan profil rasa genetik mereka.

Tidak mengherankan, sebagian besar anak-anak memiliki varian selera manis, dan kelompok ini tertarik pada makanan yang mengandung gula. Menariknya lagi, para periset menemukan bahwa anak-anak dengan varian genetik ini mengonsumsi makanan bergula terutama pada malam hari.

Anak-anak dengan varian sensitivitas rasa lemak memilih makanan ringan dengan kandungan lemak lebih tinggi. Misalnya keripik atau biskuit yang sarat dengan kalori kosong.

Sementara peserta yang enggan makan sayuran juga cenderung memilih makanan dengan kepadatan energi yang lebih tinggi. Makanan tersebut mengandung persentase lemak dan gula yang lebih besar. Makanan ini memberi Anda dorongan energi yang bagus sebelum jatuh drastis.

Elie Chamoun, seorang peneliti dan kandidat Ph.D. di Departemen Kesehatan Manusia dan Ilmu Gizi di Department of Human Health and Nutritional Sciences at the University of Guelph, yakin temuan tersebut dapat ditelusuri kembali secara ilmiah.

Menurut Neuroscience News, anak-anak dengan sensitivitas rasa lemak, misalnya, mungkin memiliki "sensitivitas oral rendah" terhadap "makanan berlemak" dan mereka mungkin tidak dapat merasakan saat mereka berlebihan mengonsumsinya.

Tapi apa sebenarnya yang diungkap temuan ini?

Jika hubungan konkret antara genetika dan rasa bisa dikonfirmasi penelitian ini, maka sebuah tes untuk menentukan varian rasa genetik anak sebenarnya dapat dikembangkan. Mengetahui varian mana yang lebih disuka anak bisa membantu Anda lebih memahami kebiasaan makan mereka dan jenis makanan tak sehat apa yang mereka sukai.

Ini bisa menjadi alat berharga bagi orang tua yang mungkin ingin menyesuaikan makanan anak-anak mereka sesuai dengannya. Misal, jika tahu anak Anda punya keinginan lebih besar untuk mengudap makanan manis berdasarkan genetika mereka, Anda mungkin lebih cenderung membatasi atau mengurangi aksesibilitas mereka terhadap makanan tersebut di rumah.

Selain itu mungkin juga dapat bermanfaat untuk menganalisis kebiasaan mengudap Anda sendiri, dibandingkan dengan kebiasaan anak. Jika Anda melihat adanya sebuah pola, bisa jadi Anda berdua berbagi varian rasa genetik.

Jika melihat bahwa Anda berdua bukan penggemar sayuran, misalnya, Anda mungkin akan lebih paham mana kala anak mengeluh tak suka brokoli. Ada kemungkinan hal itu ilmiah, menurun dari Anda.

Tentu saja, penelitian ini tidak dimaksudkan untuk menghakimi orang yang gemar makanan cepat saji atau hobi mengudap. Maksud Chamoun dan tim periset adalah memberi orang tua pemahaman yang lebih tepat tentang kebiasaan makan anak-anak mereka, dan untuk membantu mereka menetapkan tujuan kesehatan jangka panjang.

Orang tua dapat membuat sejumlah perubahan di rumah. Mengurangi kudapan kurang sehat dan menggantinya dengan makanan lebih bernutrisi, kaya protein dan serat yang akan menyehatkan dan membuat kenyang bertahan lebih lama.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR