Kebiasaan penyebab buruknya kualitas tidur

Ilustrasi
Ilustrasi | anucha maneechote /Shutterstock

Saat mengalami tidur kurang nyenyak, Anda mungkin akan mencari tahu penyebabnya. Apakah sesuatu terjadi pada malam sebelumnya, apakah suhu kamar terlalu panas atau dingin, atau mungkin tempat tidur sudah tak lagi nyaman.

Terlepas dari semua itu, kebiasaan Anda sejak pagi, siang, sore, juga dapat memperburuk kualitas tidur. Misalnya, waktu olahraga terlalu dekat dengan jadwal tidur.

Olahraga memang baik untuk kesehatan, pun dapat membuat tidur lebih berkualitas. Namun, perhatikan waktu latihan Anda sudah selesai sekitar tiga jam sebelum tidur.

Kebiasaan ini bisa jadi yang paling sering dilakukan : mengecek ponsel di atas tempat tidur. Paparan cahaya terang dari ponsel dapat menipu tubuh dan mengira bahwa itu adalah siang hari dan membuat Anda lebih susah tertidur.

Bila terus menerus mengecek ponsel menjadi kebiasaan, pertimbangkan untuk membuat aturan bahwa kamar harus bebas dari teknologi. Setidaknya, matikan aneka gawai satu sampai dua jam sebelum tidur.

Kebiasaan buruk lainnya yang memperburuk kualitas tidur ialah bekerja sampai waktunya tidur. Lalu, makan malam sebelum tidur dengan menu terlalu berat, asam, berminyak, gorengan, atau kafein.

Ada juga kebiasaan yang umum dilakukan, yaitu bergadang dan bangun lebih siang pada akhir pekan. Memang, tidur ekstra pada hari Sabtu terasa menyenangkan, tetapi kebiasaan ini akan mengganggu ritme alami tubuh. Konsistensi ialah kunci untuk membangun pola tidur teratur dan meningkatkan kualitas tidur.

Sedikit demi sedikit, kebiasaan harian harus diubah, demi tidur nyenyak berkualitas dan bangun segar berenergi. Cara pertama adalah berhenti menggunakan fitur snooze pada alarm.

Penggunaan fitur snooze dilakukan untuk menunda bangun tidur. Berhentilah menggunakannya, karena itu akan membuat tubuh bingung. Lebih baik, siapkan jadwal bangun tepat waktu yang sama setiap harinya.

Memiliki kebiasaan minum kopi setiap pagi? Tahan sampai pukul 10 pagi, karena pada waktu ini, kadar kortisol dan energi mulai menurun.

Namun, pastikan tubuh mendapatkan sarapan lezat yang tinggi protein dan karbohidrat setiap harinya. Hal ini akan membantu mengatur ritme sirkadian Anda.

Saat waktunya makan siang, pilih menu dengan berhati-hati. Hindari terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat karena akan membuat Anda mengantuk di sore hari dan mengganggu siklus tidur.

Aturan emas setiap malam adalah tidur di waktu yang sama setiap harinya. Saat malam hari, hindari makanan dengan lemak jenuh karena memberikan efek kurang baik pada siklus tidur.

Untuk mendapatkan tidur yang relaks, cobalah bermeditasi. Siapkan tubuh untuk mendapatkan istirahat dengan kualitas tinggi.

Mengapa tubuh harus mendapatkan tidur berkualitas? Hal ini karena kualitas tidur yang buruk dapat menurunkan kecerdasan Anda dimulai dari perhatian, kewaspadaan, konsentrasi, penalaran, dan pemecahan masalah.

Tidur memainkan peran penting dalam berpikir dan belajar. Kurang tidur akan memberi pengaruh pada proses kognitif ini dengan berbagai cara.

Tidur yang buruk juga dapat membuat kulit terlihat pucat dan tidak segar, serta mata bengkak, muncul garis halus, dan lingkaran hitam di bawah mata.

Saat tidur Anda kurang, tubuh melepas banyak hormon stres kortisol. Dalam jumlah berlebih, kortisol dapat memecah kolagen, protein yang menjaga agar kulit halus dan elastis.

Efek lainnya adalah Anda menjadi lengah dan ketajaman ingatan menurun. Kurang tidur juga dapat menyebabkan masalah kesehatan, seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, strok, turunnya libido, dan berkurang ketertarikan pada seks.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR