KESEHATAN

Kebiasaan tidur larut malam picu risiko gangguan mental

Bergadang
Bergadang | Mavo /Shutterstock

Ada dua tipe orang berdasarkan kebiasaan tidurnya. Pertama, orang yang biasa tidur cepat dan bangun pagi. Kedua, orang yang tidur lebih malam dan bangun lebih siang.

Bila Anda termasuk terbiasa tidur larut malam, waspadai risiko kesehatan mental.

Penelitian terbaru dalam jurnal Nature Communications melibatkan 700 ribu orang dan menemukan 351 faktor genetik yang memengaruhi apakah seseorang lebih suka pagi hari atau malam hari.

Penelitian terbagi menjadi dua, yakni terhadap 250.000 peserta penelitian yang berbasis di AS dari 23andMe, sebuah perusahaan yang menyediakan analisis genom pribadi, dan 450.000 orang dalam studi Biobank di Inggris.

Peserta diminta untuk menunjukkan apakah mereka orang yang bangun pagi atau tidur lebih malam untuk melihat gen mana yang memiliki kesamaan.

Peneliti mengidentifikasi pusat jam tubuh yaitu ritme sirkadian dan gen yang diekspresikan otak dan di jaringan retina di mata.

Penemuannya menyatakan bahwa orang yang diprogram secara genetis untuk menjadi orang yang bangun pagi memiliki risiko skizofrenia atau depresi lebih rendah.

"Kami melihat bahwa menjadi orang yang bangun pagi dikaitkan dengan kesehatan mental yang lebih baik," kata tim peneliti, seperti dikutip dari ABC News.

Para ilmuwan di balik penelitian mengatakan, orang yang tidur malam mungkin berisiko lebih besar memiliki masalah kesehatan mental seperti skizofrenia dan kesejahteraan mental yang lebih rendah. Pasalnya, mereka menentang jam tubuh alami.

Rekan penulis penelitian, Enda Byrne dari Universitas Queensland, mengatakan bahwa ini adalah studi skala besar pertama yang menyelidiki hubungan sebab akibat antara ritme sirkadian dan gangguan kesehatan.

Ian Hickie dari Pusat Otak dan Pikiran di Universitas Sydney menuturkan, studi genetik mendukung apa yang sudah lama dipikirkan para psikiater, yakni gangguan suasana hati terkait dengan ritme sirkadian, bukan gangguan tidur.

Hickie mengatakan jam tubuh memiliki periode bangun dan tidur, semua orang memiliki titik setel normal yang dikenal sebagai pagi hari.

Orang yang bangun pagi lebih banyak memiliki jam tubuh yang cocok dengan rutinitas seperti bekerja dari pukul sembilan sampai pukul lima, tetapi tidak dengan orang yang tidur malam.

"Menjadi orang malam tidak berarti Anda memiliki motivasi yang buruk," kata Hickie. "Ada gagasan bahwa orang pagi semuanya baik, pekerja keras, tetapi mereka hanya diatur secara genetis seperti itu. Namun, orang yang tidur malam dapat meningkatkan kerentanan Anda terhadap penyakit mental."

Jam tubuh yang tidak selaras dapat mengakibatkan kualitas tidur yang buruk dan dihubungkan dengan masalah kesehatan kronis, seperti gangguan tidur, obesitas, diabetes, depresi, gangguan bipolar, serta gangguan afektif musiman.

Bila masih terlalu sulit mengubah jam tubuh, Hickie menyarankan, orang yang terbiasa tidur malam dapat mengambil langkah-langkah untuk mengatur siklus harian mereka demi mengurangi risiko mengembangkan penyakit mental.

Temuan ini dapat membantu orang yang tidur malam melakukan perawatan kesehatan mental, misalnya dengan olahraga dan obat berbasis melatonin, bukan serotonin, yang digunakan untuk mengobati gangguan tidur.

Bila Anda ingin mengubah jam tubuh, mulailah sesuaikan waktu tidur. Jika Anda bertujuan untuk tidur lebih awal, cobalah perlahan-lahan mengurangi waktu tidur Anda sampai Anda berada pada jam yang diinginkan. Sesuaikan perlahan, misalnya tidur 15 menit lebih awal dan tingkatkan terus dalam jangka panjang.

Sebaiknya jangan tidur siang karena bisa mengganggu tidur pada malam hari. Biasakan tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari. Konsisten adalah penting dalam menjaga jadwal tidur yang berfungsi.

Tetaplah berkomitmen pada jadwal tidur. Jadi, setelah Anda mencapai waktu tidur yang bisa diterapkan dan waktu bangun yang konsisten, jangan biarkan diri Anda menyimpang dari komitmen.

Agar lebih mudah tertidur, hindari paparan cahaya sebelum waktu tidur tiba, termasuk cahaya dari ponsel, komputer, dan televisi, serta buatlah ruang tidur lebih redup pada malam hari.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR