Kecerdasan anak dan cara menstimulasinya

Ilustrasi
Ilustrasi | Ronnachai Palas /Shutterstock

Gemas melihat anak malas-malasan belajar pelajaran sekolah? Atau dia hanya tertarik pada pelajaran tertentu saja? Beberapa orang tua mengaku mengalami sakit perut ketika harus mengambil rapor anak, karena tahu akan menemukan beberapa mata pelajaran dengan nilai di bawah rata-rata kelas, atau KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal).

Sebenarnya, tidak ada anak yang bodoh, karena setiap anak memiliki kecerdasan masing-masing. Demikian menurut teori Kecerdasan Majemuk atau Multiple Intelligences yang pertama kali diperkenalkan oleh Howard Gardner, seorang pakar pendidikan dari Universitas Havard, Amerika Serikat.

Menurut Gardner terdapat delapan jenis kecerdasan anak, yaitu kecerdasan linguistik atau bahasa, kecerdasan matematis atau logika, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan interpersonal, kecerdasan musikal, kecerdasan spasial, kecerdasan kinetik dan kecerdasan naturalis.

Setiap anak, kata Gardner, bisa saja memiliki kedelapan jenis kecerdasan ini. Akan tetapi ada lebih banyak anak yang hanya menonjol pada satu atau beberapa jenis kecerdasan saja. Oleh karena itu, seharusnya orang tua mengenali jenis kecerdasan anaknya, dan membantu mengasahnya untuk membangun kompetensi anak.

Apa saja yang termasuk ke dalam jenis kecerdasan anak tersebut? Dan bagaimana cara mendukung anak dengan mengasah atau menstimulasikan kecerdasan mereka? Berikut beberapa tipnya.

Kecerdasan linguistik, merupakan jenis kecerdasan yang berkaitan dengan kemampuan anak dalam berbahasa, baik lisan maupun tulisan. Kecerdasan ini terlihat dari kesukaan anak membaca, mampu mengeja kata dengan baik, suka bercerita, suka bermain kata-kata atau teka teki, suka menulis dan senang mendengarkan cerita atau dongeng.

Orang tua dapat membantunya mengasah kecerdasan ini dengan memberikan berbagai buku-buku bacaan fiksi dan non fiksi, memintanya menceritakan atau menuliskan kembali apa yang telah dia baca, mengajaknya bermain teka-teki, memintanya mengamati sekeliling dan menceritakan hasil pengamatannya itu, jangan lupa juga mendiskusikan karakter-karakter dalam buku-buku yang dibacanya. Membekalinya dengan buku catatan kecil dan alat tulis, alat perekam maupun gawai agar dia dapat mencatat apa yang terlintas di benaknya, merupakan dukungan untuknya.

Kecerdasan matematis - logika. Seorang anak yang menyukai kegiatan yang berhubungan dengan angka-angka, pola, hal-hal yang terkait dengan sains, logika atau nalar, dan selalu ingin tahu bagaimana sesuatu benda bekerja, termasuk anak yang memiliki kecerdasan matematis atau logika.

Anak-anak dengan kecerdasan matematis ini akan menyukai permainan yang mengharuskannya berhitung dan melakukan klasifikasi benda-benda. Berikan puzzle, alat-alat untuk berhitung, buku-buku atau aneka percobaan ilmiah. Mengajaknya mengunjungi museum ilmu pengetahuan, bermain sambil berhitung dan bermain monopoli, juga dapat mengasah minatnya.

Kecerdasan intrapersonal. Anak dengan kecerdasan intrapersonal memiliki kemampuan untuk mengatur emosi diri sendiri. Mereka mampu mengamati kehidupan emosional orang lain untuk memahami diri mereka sendiri dan orang lain.

Mereka juga memiliki rasa percaya diri yang tinggi dan mengetahui apa yang mereka inginkan dalam hidup, serta dapat mengomunikasikan atau mengungkapkan perasaan dan pikiran dengan baik. Anak dengan kecerdasan ini lebih suka bermain atau bekerja sendiri.

Oleh karena itu, orang tua dapat mengasahnya dengan menyediakan tempat nyaman agar dia dapat bermain, belajar atau bekerja sendiri. Ajaklah dia membicarakan perasaan dan pendapat mereka tentang berbagai hal. Mereka juga menyukai kegiatan-kegiatan yang bersifat reflektif.

Kecerdasan interpesonal merupakan kebalikan dari kecerdasan intrapersonal. Anak dengan kecerdasan ini lebih menyukai bermain, belajar atau bekerja dengan banyak orang. Mereka memiliki empati yang tinggi, memiliki banyak teman, memahami orang lain, cenderung menjadi penengah dalam lingkungan pertemanan mereka, memiliki sifat kepemimpinan, dan dapat menjadi anggota tim yang baik.

Orang tua dapat membantunya dengan melibatkan mereka ke dalam kegiatan-kegiatan kelompok, seperti olahraga, seni maupun ilmu pengetahuan. Sering mengajaknya datang ke acara keluarga atau kegiatan-kegiatan sosial juga dapat meningkatkan kecerdasannya.

Kecerdasan musikal. Anak yang suka menyanyi, mudah mengingat lagu, dapat menirukan irama dengan tepat, suka memainkan instrumen musik atau memperlakukan benda lain sebagai alat musik, atau menggoyangkan badannya sesuai dengan irama musik dapat dikatakan memiliki kecerdasan musikal.

Untuk mendukung kecerdasannya itu, orang tua dapat memberikan alat-alat musik seperti piano, gitar, rekorder, drum, pianika dan sebagainya. Memasukkannya ke dalam sekolah seni musik atau seni suara, mengajaknya menonton konser musik atau mendengarkan musik bersama-sama, juga merupakan dukungan untuknya.

Kecerdasan spasial. Seorang anak dengan kecerdasan ini mampu menuangkan apa yang dilihatnya ke atas kertas atau menggunakan balok-balok. Mereka suka membaca peta, menggambar, mewarnai, serta menyusun balok, dan membuat miniatur-miniatur.

Berikan perlengkapan menggambar atau melukis serta kamera untuknya agar dia dapat terus mengeksplorasi kecerdasannya. Untuk memperkaya pengetahuannya, ajaklah dia mengunjungi museum-museum, melihat karya-karya arsitek, kemudian memintanya menuangkan ide ke dalam gambar.

Kecerdasan kinetik. Biasanya ditandai dengan kesukaan anak melakukan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan tubuhnya, seperti menari atau berolahraga. Mereka sangat aktif secara fisik. Orang tua dapat mengajaknya melakukan berbagai kegiatan fisik, seperti berolahraga atau menari, mengajaknya menonton pertunjukan tari, teater atau olahraga, maupun menyediakan perlengkapan olahraga atau memberikan ruang agar dia dapat bergerak bebas.

Kecerdasan naturalis. Anak yang suka mengamati kehidupan di alam, mengamati tanaman dan hewan-hewan, dan mengumpulkan batu-batuan dapat diklasifikasikan sebagai anak dengan kecerdasan naturalis.

Anak-anak ini memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan. Mereka sangat suka diajak ke kebun binatang, mendaki gunung, hiking maupun ke pantai.

Orang tua dapat menyediakan berbagai buku mengenai kehidupan flora dan fauna, mengajaknya bercocok tanam, mengajaknya ke tempat konservasi, mengajaknya menonton acara-acara yang berkaitan dengan kegiatan di alam bebas dan sebagainya, untuk mengasah kecerdasannya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR