Kehangatan matahari menyehatkan dan membahagiakan

Ilustrasi terik matahari
Ilustrasi terik matahari | Evgeny Atamanenko /Shutterstock

Musim panas selalu menyenangkan bagi kebanyakan orang. Pada negara empat musim, biasanya musim panas hadir pada pertengahan tahun dan dikenal sebagai musim liburan.

Musim panas di Indonesia merupakan keseharian. Pancaran terik matahari yang menjadikan daratan Nusantara terasa hangat, seringnya menimbulkan panas yang menyengat.

Acap kali cuaca yang panas membuat kita cepat berkeringat dan lelah. Salah satu dari Anda mungkin sering mengeluh mengenai matahari yang bersinar terang benderang.

Sekarang, Anda harus tahu bahwa penelitian membuktikan suasana panas menciptakan kebahagiaan dan memberikan kesehatan pada tubuh.

“Anda secara genetik sudah terlatih untuk mengalami perubahan kimiawi yang positif di otak saat musim panas,” kata Betul Hatipoglu, M.D., seroang profesor di Departemen Endokrinologi, Diabetes, dan Metabolisme, di Cleveland Clinic.

Cuaca panas membuat mental Anda bersemangat. Lalu, juga meningkatkan suasana hati, energi, dan lebih fokus.

“Anda merasakan keseluruhan tubuh yang sehat dan bahagia,” jelas Frank Lipman, M.D., penulis buku How to Be Well.

Kemudian, Dr Hatipoglu, cuaca yang panas membuat tubuh Anda kurang sensitif pada insulin. Jadi, tubuh menggunakan glukosa untuk energy lebih efisien sehingga secara alami membakar lebih banyak kalori.

Dia menambahkan, paparan cahaya matahari yang alami pada siang hari memperbaiki suasana hati, meningkatkan produktivitas, dan membantu tidur lebih nyenyak.

Kemudian, sinar matahari yang melimpah menghasilkan kadar vitamin D yang optimal. Hal ini tentunya memberikan sejumlah manfaat kesehatan, termasuk stamina yang lebih baik, tulang kuat, dan pengurangan risiko penyakit.

Lalu, Dr Lipman juga menganjurkan agar selalu rajin mengonsumsi makanan seperti buah-buahan dan sayuran segar agar menambah kadar antioksidan pada tubuh.

Suasana yang cerah, kata peneliti, membuat Anda lebih senang menghabiskan waktu dengan kerabat atau sahabat. Hal ini sangat baik untuk menyejahterahkan mental Anda.

Anda memang akan mendapatkan lebih banyak vitamin D dari matahari, tetapi pastikan mengonsumsi makanan dengan kandungan kalsium tinggi.

Menurut Jurnal Asosiasi Osteopatik Amerika, lebih dari 50 persen tubuh orang dewasa tidak memanfaatkan kalsium dengan efisien.

"Vitamin D harus dimetabolisme dalam hati dan ginjal untuk bermanfaat bagi tubuh. Enzim yang membantu proses aktivasi membutuhkan magnesium agar berfungsi dengan baik," kata penulis studi Mohammed Razzaque, Ph.D.

Dia menyarankan untuk menambahkan sayuran berdaun hijau, biji-bijian, kacang-kacangan, dan biji-bijian dalam asupan harian. Pasalnya, makanan tersebut kaya magnesium.

Lalu, untuk menjaga kadar kalsium 310 hingga 320 miligram per hari seperti yang disarankan, Anda juga perlu makan enam ons bayam mentah (135 miligram), 1 cangkir almon (108 miligram), dan 1 cup cangkir biji bayam matang (80 miligram).

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR