KAIN TRADISIONAL

Keistimewaan songket Silungkang Sumatra Barat

Ilustrasi seorang pria yang sedang merajut songket.
Ilustrasi seorang pria yang sedang merajut songket. | Aisyaqilumaranas /Shutterstock

Dalam perjalanan dinasnya di Sumatera Barat, Kamis (8/2/18), Presiden Joko "Jokowi" Widodo dan Ibu Negara Iriana mampir ke sebuah toko kain songket di Kabupaten Sawahlunto.

Sementara Jokowi berbincang soal batik dengan pemilik toko, Iriana sibuk memilih dan membeli tiga songket berwarna putih, ungu, dan krim.

"Itu bahan baju. Songket Silungkang. Harganya Rp350 ribu. Pak Jokowi ambil tiga, total jadi Rp 1.050.000. Motifnya ada Pucuk Rebung," jelas Zulhaidah, pegawai toko pada detikNews.

Seperti namanya, songket tersebut merupakan wastra khas daerah Silungkang, sebuah kecamatan yang menjadi bagian dari Sawahlunto. Keistimewaan songket itu terletak pada motif dan jenis, serta bahan dan teknik pembuatannya. Keunikan lain adalah ragamnya. Ada songket ikat, songket batabua, penuh, benang dua, dan songket selendang lebar.

Melayuonline.com melansir, bahan dasar songket Silungkang dibuat dari benang lusi atau lungsin. Sementara hiasan kainnya menggunakan benang makao atau benang pakan. Khusus untuk benang makao, ada yang berhias benang emas dan tidak. Karenanya, jenis songket Silungkang pun terbagi dua.

Jenis songket berhias emas biasanya dipasarkan terbatas. Sebab harganya mahal dan pemakaiannya hanya pada peristiwa atau kegiatan tertentu. Misalnya pernikahan, batagak gala (penobatan penghulu), dan penyambutan tamu-tamu penting.

Sebaliknya, songket berhias bukan emas jangkauan pemasarannya lebih luas. Biasa digunakan untuk busana tradisional, juga sebagai bahan pembuatan kemeja, selendang, taplak meja, hingga hiasan dinding.

Untuk membuat songket, benang diolah menggunakan alat sederhana yang terbuat dari kayu dan bambu. Peralatan utamanya adalah seperangkat alat tenun berukuran 2x1,5 meter yang disebut Panta.

Sementara peralatan tambahannya yaitu penggulung benang bernama Ani dan penggulung kain berbentuk kayu bulat berdiameter 5 cm dengan panjang sekitar 1 meter. Penggulung kain ini sangat penting karena songket yang sudah jadi tak boleh dilipat agar tak merusak motif.

Meski dibuat dengan peralatan sederhana, keindahan motif songket Silungkang bernilai jual sangat tinggi. Tenunan dasar songket Silungkang biasanya berwarna merah tua (merah vermillion), hijau tua, atau biru tua. Bisa dikombinasikan dengan warna lain dan mudah dikenali dari motif yang menonjol.

Motif-motif songket kerap diberi nama tumbuh-tumbuhan, binatang ataupun benda-benda yang ada di alam sekitar. Misalnya motif Bungo Malur, Kudo-Kudo, Kain Balapak Gadang, Pucuak Ranggo Patai, Pucuak Jawa, Pucuak Kelapa, dan banyak lagi.

Motif hiasan tepi kain tenun pun diberi nama, seperti Bungo Tanjung, Lintahu Bapatah, Bareh Diatua, Ula Gerang, dan sebagainya.

Layaknya motif wastra Nusantara yang sarat makna, motif-motif songket Silungkang pun bertabur filosofi.

Motif kaluak paku (lekuk pucuk pakis muda) bermakna "Sebelum mengoreksi orang lain, hendaknya melihat ke dalam diri kita sendiri terlebih dahulu". Sementara motif ilalang rabah (rebah) berarti "Kewaspadaan, kehati-hatian dan kecermatan seorang pemimpin adalah hal yang utama".

Makna Pucuk Rebung

Motif Yang paling populer dan bermakna sakral bagi masyarakat Minangkabau adalah motif yang dibeli Iriana Jokowi.

Menukil Wolipop.detik, motif Pucuk Rebung atau dalam bahasa lokal disebut Pucuak Rabuang melambangkan sepanjang kehidupan yang berguna. Itu semua tampak pada evolusi rebung (bambu muda) hingga menua yang mencerminkan proses kehidupan manusia menuju pribadi yang bermanfaat.

Sejak masih berupa rebung, bambu bisa dipakai untuk bahan sayuran. Ketika tumbuh besar bambu berbatang lurus bisa dimanfaatkan sebagai bahan perlengkapan rumah tangga. Ini ibarat remaja beranjak dewasa yang mulai mengejar cita-cita tinggi dalam menuntut ilmu, demi masa depan.

Dan semakin tua, bambu makin merunduk dengan daun menguning, Meski begitu, Bambu tua yang disebut ruyung semakin kuat dan sangat berguna. Biasa dipakai orang sebagai bahan bangunan. Itu menggambarkan di usia dewasa menuju tua, manusia patut semakin bertanggung jawab bagi diri dan sekitarnya. Pun memiliki sikap rendah hati karena ilmu yang diembannya.

Dengan begitu, pengguna motif Pucuk Rebung diharapkan akan berguna pula bagi masyarakat, sebagaimana manfaat bambu bagi manusia sejak awal kehidupannya.

Secara teknis, semakin halus dan rumit motif songketnya, pun makin detail jenis dan ukurannya, akan semakin lama pengerjaannya. Pun memengaruhi harga.

Di tempat Jokowi membeli, Toko Arena Songket di kawasan Kampung Tenun, ada tiga jenis kain songket yang dijual. Paling murah seharga Rp200.000, dan termahal Rp700.000.

"Jadi, yang dibeli Ibu (Iriana) yang kelas menengah," ujar Zulhaidah pada Kompas.com.

Masih di kawasan sama, detikTravel juga merekomendasikan menyambangi Toko Songket Aina yang buka pukul 07.00 WIB hingga malam. Pasalnya, songket Aina sudah berdiri sejak 1985 dan punya kualitas terpercaya sehingga jadi langganan pejabat setempat.

"Per potong songket dari Rp 300 ribu sampai Rp 1,5 juta," ujar Aina Almardhiah, sang pemilik.

Selain dua toko tadi, Anda yang sedang bertandang ke Kota Sawahlunto, persisnya di Kampung Tenun Batu Mananggau, Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Silungkang Tigo, Kecamatan Silungkang, dapat menjumpai deretan toko penjual kain songket Silungkang di sisi kiri jalan.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR