TANAMAN OBAT

Kelor yang sarat khasiat

Kelor yang sarat khasiat.
Kelor yang sarat khasiat. | MOHAMED ABDULRAHEEM /Shutterstock

Mungkin Anda termasuk yang pernah mendapat pesan terusan lewat Whatsapp yang berisi tentang kehebatan daun kelor. Ya, daun kelor bukan sekadar ungkapan populer, tapi juga berkhasiat.

Sebelum mengupas manfaat kelor untuk kesehatan, mari mengenal si hijau ini lebih dekat.

Tumbuhan ini berasal dari suku Moringaceae, bernama latin moringa oleifera, dikenal juga dengan sebutan merunggai atau moringa di barat. Kelor banyak tumbuh di kawasan Afrika Barat, Amerika Selatan, Asia seperti India, Filipina, dan tentu saja Indonesia.

"Ini adalah tanaman yang kuat, tangguh, fleksibel, murah hati, dan eksentrik," terang Mark Olson, profesor biologi evolusioner di National Autonomous University of Mexico tentang kehebatan kelor.

Olson adalah salah satu dari segelintir orang yang menyadari dan mengulik khasiat di balik kelor. Lebih dari dua dekade Olson mengumpulkan biji dari 13 spesies pohon kelor dari Asia Tenggara, Timur Tengah, hingga Afrika. Ketertarikan Olson pada kelor tak lain ditimbulkan karena khasiat yang dimiliki kelor, dan betapa pohon ini dapat menjadi solusi bagi masalah malnutrisi.

Di kawasan Agua Caliente, Meksiko yang panas terik, ia mulai menanam benih-benih tersebut sejak beberapa tahun lalu. Kini Olson berharap 600 pohon yang ditanamnya dapat menghasilkan kelor yang berkhasiat optimal.

Daun kelor kaya akan protein, zat besi, kalsium, sembilan asam amino penting. Belum lagi kandungan vitaminnya, ada A, B, juga C. Bagian batang yang berfungsi sebagai polong biji mengandung protein tinggi dan asam lemak omega 3.

Jed Fahey, ahli biokimia di John Hopkins Bloomberg School of Public Health yang bekerja sama dengan Olson dalam riset Moringa juga telah menemukan bahwa daun dan biji kelor memiliki fungsi antiinflamasi dan antidiabetik. Bahkan mereka juga menemukan enzim yang mampu membantu melindungi tubuh dari kanker.

Biji kelor yang cukup matang biasanya akan diolah untuk mendapatkan minyak. Minyak yang berasal dari biji kelor biasanya digunakan sebagai suplemen makanan, atau bahan dasar kosmetik, juga produk perawatan rambut dan kulit.

Sisa biji yang dihancurkan untuk mendapatkan minyak bisa digunakan untuk memurnikan air minum karena kandungan protein yang mematikan bakteri di dalamnya. Sisa-sisa biji yang dihancurkan pun masih punya fungsi, yakni sebagai pupuk tanaman.

Sebegitu panjang daftar kebaikan dan nutrisi kelor, tak heran jika ia masuk dalam kategori makanan super. Jika di Indonesia dan beberapa negara Asia lain kebaikan kelor sudah dikenal sejak lama, di barat kelor terhitung baru dikenal sebagai makanan super.

Beda negara, beda pula cara konsumsi kelornya. Di Indonesia, biasanya daun kelor dijadikan sayur. Pada awal Maret 2017 lalu bahkan digelar Festival Sayur Kelor di Desa Lolu, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Di ajang ini, kelor diolah dengan berbagai cara hingga menghasilkan lebih dari 250 jenis masakan.

Tak jauh berbeda, di India kelor pun sudah jadi makanan sehari-hari. "Bisa dikukus, direbus, atau dipanggang untuk berbagai masakan," jelas Dr. Divya Choudhary, Chief Dietitian di Max Super Speciality Hospital.

Menurut Dr. Choudhary, masyarakat India pun telah mengenal kebaikan kelor. Beberapa keunggulannya menurut Dr. Choudhary adalah kaya serat, antioksidan dan zat besi. Kelor juga berfungsi mengontrol gula darah, membantu tidur lebih nyenyak, mengurangi nyeri sendi, menurunkan kolesterol, hingga menunjang kesehatan kulit.

Di barat lebih praktis lagi, biasanya konsumsi kelor adalah berupa bubuk. Bubuk moringa biasa dijual di toko-toko bahan makanan sehat, ada pula yang mengolahnya menjadi granola bar.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR