KESEHATAN PEREMPUAN

Kenali tanda-tanda keguguran

Keguguran
Keguguran | Prasit Rodphan /Shutterstock

Meski telah menjaga kesehatan dengan baik, selalu ada risiko keguguran bagi setiap ibu hamil. Anda perlu mengenali tanda-tandanya agar bisa segera mendapatkan perawatan medis bila mengalami keguguran.

Hal pertama yang wajib diwaspadai adalah munculnya perdarahan atau bercak darah yang biasanya disertai keram pada perut bagian bawah, ditambah dengan keluarnya cairan atau gumpalan darah dari vagina.

Sebenarnya, perdarahan ringan menjadi kondisi yang cukup umum ketika kehamilan masih menginjak usia tiga bulan atau trimester pertama. Tak semua perdarahan ringan adalah tanda keguguran, tetapi tak ada salahnya untuk segera menghubungi dokter jika mengalaminya.

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi, Noviyanti, dari RS Mayapada Tangerang mengatakan, normalnya ibu hamil tidak mengeluarkan cairan apapun dari vagina. Untuk itu, perlu curiga bila ada flek hitam keluar dari organ tersebut.

Selain perdarahan, Anda perlu curiga bila alami keram. "Perasaan keram itu mungkin hanya rahim yang mengembang," kata dokter kandungan Alison Barrett. "Namun, keram atau kontraksi yang menjadi semakin kuat mungkin memang merupakan tanda keguguran."

Ada juga yang merasakan nyeri tajam seperti ditusuk dan berlangsung terus menerus. "Jadi, jika mengalami rasa sakit yang berkepanjangan, Anda harus mengunjungi dokter atau bidan untuk mencari tahu masalahnya," saran Alison.

Tanda lain keguguran adalah hilangnya gejala khas hamil yang biasa dirasakan. Misal, tiba-tibatidak merasa mual, atau kelelahan. Atau jadi lebih jarang merasa ingin buang air kecil.

Kata Alison, banyak perempuan menggambarkan keguguran tiba-tiba atau secara bertahap merasakan tubuh mereka berubah dan mengetahui bahwa mereka tidak hamil lagi.

"Tergantung pada situasi medis, proses fisik kehilangan kehamilan dapat bervariasi dari orang ke orang," kata Jennifer Jolley, MD., Asisten Profesor Maternal-Fetal Medicine di University of Washington di Seattle.

Jika mengalami tanda-tanda keguguran, segera kunjungi dokter untuk diperiksa lebih lanjut. Proses diagnosis keguguran akan dimulai dari USG untuk memeriksa detak jantung dan perkembangan janin atau tes darah untuk memeriksa kadar hormon beta HCG dan progesteron yang berhubungan dengan kehamilan.

Jika sebelumnya pernah keguguran atau ada faktor medis lain, jenis pemeriksaan yang umumnya dianjurkan adalah USG transvaginal dan pemeriksaan gen untuk melihat apakah ada keabnormalan pada kromosom pasien dan pasangan.

Setelah didiagnosis keguguran, Anda bisa mempercepat prosesnya dengan mengeluarkan jaringan kehamilan dan plasenta. Obat dapat diminum atau dimasukkan ke dalam vagina.

Pilihan lain ialah prosedur bedah dilatasi dan kuret jika Anda mengalami keguguran disertai perdarahan hebat atau tanda-tanda infeksi.

Dilatasi dan kuret adalah prosedur bedah yang biasanya dilakukan ketika seseorang keguguran. Dilatasi berarti membuka leher rahim, sedangkan kuret mengangkat isi rahim.

Prosedur dilatasi dan kuret mungkin dibutuhkan demi menghapus jaringan di dalam rahim selama atau setelah keguguran atau aborsi atau untuk menghapus bagian-bagian kecil plasenta setelah melahirkan.

Anda juga akan disarankan untuk mengikuti pembedahan tersebut bila terjadi perdarahan uterus yang abnormal atau untuk mengobati pertumbuhan seperti fibroid, polip, ketidakseimbangan hormon, atau kanker rahim.

Proses dilatasi dan kuret dapat dilakukan di klinik rawat jalan atau rumah sakit. Prosesnya kurang lebih 15 menit, tetapi setelah itu Anda butuh waktu istirahat.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR