LITERASI

Kenapa Anda perlu rutin membaca bersama anak

Ilustrasi membaca buku bersama anak.
Ilustrasi membaca buku bersama anak. | Nattakorn_Maneerat /Shutterstock

Anak balita yang secara rutin membaca buku bersama orang tua mereka punya tingkat kecakapan bahasa tinggi. Hal ini diungkap para ilmuwan di Inggris setelah mengulas penelitian selama 40 tahun.

Menurut para pakar dari Newcastle University Inggris, kebiasaan ini meningkatkan keterampilan bahasa mereka hingga lebih maju delapan bulan. Membaca buku bersama anak mengasah kemampuan mereka memahami informasi.

James Law, Profesor Ilmu Bicara dan Bahasa di Newcastle University mengatakan, "Meskipun kita sudah tahu membaca bersama anak-anak kecil bermanfaat bagi perkembangan dan kinerja akademik mereka di kemudian hari, manfaat delapan bulan yang diidentifikasi oleh tinjauan ini sangat mengejutkan."

Menurut Law, kemajuan delapan bulan bisa membuat perbedaan besar dalam keterampilan bahasa. Apalagi pada anak usia balita.

"Fakta bahwa kami melihat efek dengan kemampuan bahasa reseptif sangat penting. Kemampuan untuk memahami informasi ini merupakan prediksi dari kesulitan sosial dan pendidikan di kemudian hari. Dan penelitian menunjukkan keterampilan bahasa inilah yang paling sulit untuk diubah," papar Law.

Telegraph melaporkan, kesimpulan ini didapat Law dan rekan saat meninjau studi yang mengamati anak-anak dengan usia rata-rata 39 bulan. Ulasan ini mempelajari studi dari lima negara, Amerika Serikat, Afrika Selatan, Kanada, Israel, dan Tiongkok.

Peneliti menemukan, bahasa reseptif (pemahaman), bahasa ekspresif (saat seorang anak menerjemahkan pikiran mereka ke dalam kata-kata seperti kosa kata dan tata bahasa), dan keterampilan membaca (seperti bagaimana kata-kata disusun) semuanya meningkat.

Perbedaan yang paling mencolok menurut para peneliti adalah dengan keterampilan berbahasa reseptif. Anak-anak yang kurang beruntung secara sosial ditemukan mendapatkan lebih banyak manfaat daripada yang lain.

Penulis studi yang bekerja bersama dengan Nuffield Foundation merujuk pada penelitian sebelumnya yang membuktikan bahwa anak-anak dengan perkembangan bahasa tertunda memiliki kinerja lebih buruk di sekolah, dan memiliki hasil yang lebih buruk di kemudian hari.

"Ada banyak inisiatif selama bertahun-tahun untuk menyisipkan buku ke rumah-rumah anak kecil," kata Profesor Law.

Menurutnya inisiatif itu tidak cukup, karenanya perlu ditambah. Sebab membaca bersama anak kecil punya efek positif yang kuat.

"Atas alasan itu, aktivitas ini harus dipromosikan melalui orang-orang seperti peninjau kesehatan dan tenaga kesehatan masyarakat profesional lain karena tindakan sederhana ini berpotensi membuat perbedaan nyata," pungkas Law.

Dalam kajian penelitian ini terungkap pula bahwa buku elektronik, seperti Kindle dan iPad juga punya manfaat yang sama. Seperti diungkap penelitian sebelumnya, dalam hal bacaan konten lebih penting daripada format buku itu sendiri.

Periset di Steinhardt School of Culture, Education, and Human Development, New York University mengamati orang dewasa yang membacakan empat cerita berbeda untuk 38 anak. Mereka berusia antara tiga sampai empat tahun.

Dua cerita dalam format digital, dan dua lainnya dalam bentuk buku cetak. Setelah anak-anak mendengar cerita, tingkat pemahaman mereka diukur.

Mereka diberi pertanyaan tentang kisah yang mereka dengar, tokoh-tokoh di dalamnya, juga kejadian dalam cerita. Ternyata, baik dalam format digital pun cetak, anak-anak punya pemahaman yang sama baiknya, selama ceritanya mereka anggap menarik.

Sejumlah penelitian lain juga telah membuktikan manfaat baik dari membaca bersama anak. Antara lain seperti dilaporkan Romper, anak memiliki kosakata yang kaya, perkembangan otaknya lebih baik, mereka bisa mengenali pola, dapat memahami bacaan, juga berkembang secara emosional.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR