Kenapa ibu hamil mengidam

Ilustrasi ibu hamil mengidam
Ilustrasi ibu hamil mengidam | Pixel-Shot /Shutterstock

Kendati memiliki pengalaman berbeda, sebagian besar ibu hamil mengidam di awal kehamilan, memuncak di trimester kedua dan mereda di trimester akhir.

Fenomena ini biasanya ditunjukkan lewat keinginan kuat terhadap makanan tertentu. Apa pasal?

Penyebab mengidam, meski belum diketahui karena kebanyakan studi dilakukan pada hewan, para ilmuwan punya sejumlah teori dan hipotesis. Berikut uraiannya:

Faktor psikologis dan budaya

Omar Manejwala, M.D., psikiater yang juga pakar kecanduan dan perilaku kompulsif, menyebut ada bukti yang menunjukkan ibu hamil pada budaya berbeda hanya mengidam makanan yang tersedia di wilayahnya.

Dorongan mengidam muncul jika sang ibu percaya akan suatu makanan yang sudah digemari oleh banyak perempuan hamil lain di sekitarnya.

Manejwala mencontohkan dua studi bahwa ibu hamil di Tanzania umumnya mengidam mangga yang banyak tumbuh di sana, sedangkan orang Amerika lebih mendamba produk susu.

Lalu, dr Damar Prasmusinto SpOG(K) menambahkan bahwa secara psikologis perasaan mengidam muncul karena ketika hamil semua perempuan pasti ingin dimanjakan. Jadi, tak mengherankan jika mereka sering kali menginginkan permintaan anehnya dipenuhi oleh orang terdekat seperti suami

Soal dituruti atau tidak, saran dr Nurhadi Rahman SPOG, jika aman dan masuk akal sebaiknya dituruti.

Perubahan hormon dan kerja otak

Meski berbeda secara budaya, dokter naturopati Jolene Brightenmengatakan ada kesamaan biologis.

Sejumlah studi telah mengungkap bahwa mayoritas ibu hamil mengidam makanan yang kaya kalori, tinggi lemak dan karbohidrat macam makanan siap saji, serta makanan manis sebangsa cokelat dan kue.

Bahkan, banyak pula yang mengidam kombinasi tekstur dan rasa makanan semisal yang dingin seperti es krim, atau asam seperti rujak.

Menurut Brighten, itu menunjukkan ibu hamil di mana pun sejatinya mengidam makanan enak yang menghadirkan rasa nyaman.

Kata dia, penjelasan paling masuk akal soal ngidam adalah perubahan berbagai hormon yang signifikan.

Manejwala pun sependapat. Dia menjelaskan, produksi sejumlah hormon kehamilan yang meningkat ataupun berkurang dapat menyebabkan ketidakseimbangan biologis dan neurobiologis—terletak di korteks insular (otak kecil).

Kondisi ini memengaruhi kerja otak, serta indra perasa dan penciuman sehingga menciptakan perubahan besar pada apa yang ingin dimakan.

"Kadang-kadang kita bisa melihat tingkat dopamin lebih rendah, penyebab Anda mengidam segalanya," ujar Brighten.

Dopamin, jelas dia, adalah bahan kimia yang membuat kita merasa nyaman. Ketika kadar dopamin menurun saat hamil, secara otomatis pikiran akan terdorong membayangkan makanan enak yang menyamankan.

Singkatnya, jika dengan membayangkan suatu makanan saja sudah bisa meningkatkan kadar dopamin sehingga perasaan lebih nyaman, apalagi jika kita bisa benar-benar memakannya.

Tanda tubuh kekurangan nutrisi dan perubahan volume darah

Lifehack menulis, para ilmuwan berteori bahwa mengidam susu dan es krim tanda tubuh kekurangan kalsium dan mengidam coklat tanda tubuh butuh kalori lebih.

Mengidam telur dan kacang-kacangan juga tanda tubuh menginginkan protein dan vitamin B. Mengidam makanan berlemak seperti daging steik atau burger tanda defisiensi asam lemak esensial seperti zat besi, protein, dan vitamin B6.

Selain itu, meski mengidam makanan asin dan gurih seperti keripik kentang menunjukkan kekurangan magnesium, ini juga didorong produksi volume darah yang lebih besar selama kehamilan sehingga kebutuhan natrium meningkat.

Lalu, menukil She Knows, mengidam makanan pedas ternyata terkait dengan kebutuhan tubuh mengeluarkan keringat. Pasalnya, ketika tubuh ibu hamil gampang gerah karena volume darah meningkat, makanan pedas bisa membantu mendinginkan tubuh dengan mengeluarkan keringat.

Menariknya lagi, jika Anda beranggapan bahwa mengidam makanan asam seperti rujak dan mangga muda adalah cara tubuh untuk mengatasi mual atau muntah di awal kehamilan, Anda salah.

Mengidam asam, kata Manejwala dan Valerie Duffy, PhD, seorang profesor di School of Allied Health di University of Connecticut, lebih menandakan upaya tubuh untuk “mengejutkan” indra perasa sekaligus mengembalikan nafsu makan akibat meningkatnya leptin—hormon pengurang nafsu makan—di awal kehamilan.

Oleh karena itu , lebih sering terjadi di trimester kedua atau akhir, sebagai persiapan keinginan makan kembali normal.

Sebaliknya, Holly Ernst, seorang ahli kandungan, mengatakan bahwa cara tubuh mengatasi mual dan muntah terbukti lebih ditunjukkan dengan keengganan terhadap makanan tertentu alih-alih mengidam.

Perlindungan tubuh dari kandungan berbahaya

Ernst berpendapat, mengidam sebetulnya adalah bentuk penghindaran dan perlindungan dari makanan yang tidak aman.

Dengan menolak suatu makanan, sekalipun yang Anda suka dan mengalihkannya pada makanan lain yang mungkin tidak disukai sebelumnya, tubuh sedang berusaha melindungi Anda dan janin dari mengonsumsi bakteri atau zat berbahaya.

Hipotesis ini menjelaskan kenapa banyak ibu hamil hipersensitif terhadap rasa pahit dan amis di dua trimester pertama—waktu puncak perkembangan janin.

Kekurangan zat besi

Kata dr Damar, kurangnya zat besi bisa mengakibatkan ibu hamil sulit berpikir logis sehingga mengidam yang aneh muncul.

Dalam kondisi parah, mengidam tak lazim hingga berpotensi membahayakan seperti kotoran dan sabun dikenal dengan istilah PICA. Jika terjadi, segera hubungi dokter.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR