KUALITAS HIDUP

Kenapa Spanyol dinobatkan negara tersehat

Ilustrasi orang Spanyol.
Ilustrasi orang Spanyol. | Scharfsinn /Shutterstock

Spanyol secara resmi dinobatkan sebagai negara paling sehat di dunia tahun 2019 versi Bloomberg. Dari 169 negara, Spanyol bukan hanya menduduki peringkat wahid untuk kesehatan secara menyeluruh, tapi juga meraih nilai tertinggi untuk harapan hidup.

Perlu diketahui, penilaian untuk Bloomberg Healthiest Country Index tersebut dilakukan dengan menganalisis data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Divisi Populasi PBB, dan Bank Dunia.

Peneliti mempertimbangkan sejumlah faktor mulai dari karakteristik lingkungan seperti akses ke air bersih dan sanitasi, hingga gaya hidup macam penggunaan tembakau serta obesitas.

Lebih lanjut, Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) di University of Washington pada 2018 telah memperkirakan Spanyol akan melampaui Jepang sebagai negara dengan masa hidup tertinggi di dunia pada 2040. Yakni mencapai 86 tahun.

Salah satu alasan di balik itu, kata peneliti Bloomberg, adalah kebiasaan makan sehat. Orang Spanyol telah lama menerapkan pola diet mediterania--diet terbaik dari 41 diet yang layak dicoba pada 2019 menurut US News and World Report.

Konsep diet ini menekankan pola makan seimbang dalam jumlah cukup dengan makanan utama yang segar alias tidak diproses. Seperti ikan, kacang-kacangan, buah dan sayur, juga lemak sehat semisal minyak zaitun.

Ada banyak bukti soal manfaatnya. Mulai dari mengurangi risiko kematian pada orang usia lanjut, menekan tingkat kejadian kardiovaskular, lebih baik dari diet rendah lemak, hingga memperkecil kemungkinan depresi,.

Bahkan, kata dr. Christopher Murray, direktur IHME, diet mediterania berpotensi memperbaiki berbagai dampak gaya hidup dan lingkungan tidak sehat seperti obesitas, tekanan dan gula darah tinggi, serta penggunaan tembakau dan alkohol yang diperkirakan IHME bakal menjadi ancaman kesehatan masyarakat terbesar beberapa dekade mendatang.

Tak hanya pola diet, pelayanan kesehatan di Spanyol juga berperan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sebuah tinjauan oleh European Observatory tentang Sistem Kesehatan dan Kebijakan 2018 di Spanyol, telah mencatat penurunan sedekade terakhir terkait penyakit kardiovaskular dan kematian akibat kanker.

Para peninjau menyimpulkan, pelayanan kesehatan Spanyol paling unggul lantaran ketersediaan fasilitas kesehatan publik di sana sudah merata dan bebas biaya. Seluruhnya juga menyediakan perawatan primer dengan dokter dan tenaga kesehatan kompeten yang andal menginformasikan pencegahan hingga perawatan akut dan kronis.

Selain itu, budaya, cara hidup, dan iklim di Spanyol rupanya juga berperan dalam menjaga kesehatan mental dan fisik penduduknya.

Lisa Porter, seorang terapis mental dan penulis buku yang kini telah menetap di daerah nonturis Spanyol selama tujuh tahun, menulis sejumlah hal yang telah diamatinya soal kenapa negara ini layak dinobatkan sebagai negara tersehat.

Kata dia, Spanyol memiliki budaya kekeluargaan yang kuat. Tiap keluarga di sana makan malam di rumah dengan seluruh keluarga inti berkumpul.

Tak jarang pula sepupu, orang tua, dan kerabat dekat ikut serta. Antar tetangga pun cenderung saling peduli.

Cara orang tua Spanyol memperlakukan anak-anaknya juga spesial. Menurut Porter, bayi di sana jarang sekali menangis karena senantiasa dicium dan ditimang.

Sementara anak yang lebih besar, lanjut dia, rata-rata dididik untuk mendengar dan menyimak saat berbicara. Mereka tidak boleh mendadak pergi dan bermain saat sedang berinteraksi, meski anak-anak Spanyol memang gemar bermain di luar ruangan.

“Spanyol benar-benar menghargai kekayaan keluarga, ikatan keluarga, kedekatan keluarga. Jika Anda hidup lebih baik, Anda bertahan hidup lebih lama,” timpal Antonio Abellan, peneliti dari Dewan Riset Nasional Spanyol (CSIC).

Abellan percaya hubungan sosial dan keluarga menjadi kunci hidup sehat dan panjang umur orang Spanyol.

Dr. Jeroen Spijker, peneliti di Pusat Studi Demografi di Universitas Otonomi Barcelona, menambahkan, rata-rata orang Spanyol tidak biasa hidup tanpa buah dan sayur. Itu semacam makanan pokok buat mereka. Apalagi harga buah dan sayur di sana sangat murah, pun tersedia di mana pun.

Tiap pagi, terutama di akhir pekan, lanjut Porter, sebagian orang dewasa pasti keluar rumah berolahraga. Jangan heran juga jika semua orang di tiap rumah pasti keluar ke halaman untuk berjemur matahari pagi.

Namun, siang hari di Pantai Anda mungkin tak akan melihat orang berjemur layaknya orang barat umumnya. Masyarakat Spanyol lebih suka berteduh menghindari terpapar matahari langsung.

Lalu, di sana merupakan hal biasa menemukan mesin kebugaran di taman bermain anak-anak. Hal lazim pula melihat lansia mengayuh sepeda statis.

Tak ada budaya pub di Spanyol. Jarang ada orang minum alkohol untuk merayakan sesuatu atau sekadar menikmati.

Terakhir, tutup Porter, orang Spanyol punya tradisi Siesta atau tidur siang singkat—suatu kebiasaan sehat yang menurut BBC telah banyak dikembangkan perusahaan modern di seluruh dunia demi meningkatkan produktivitas dan menjaga kewarasan pekerja.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR