KESEHATAN

Kesehatan gigi berhubungan dengan alzheimer

Gigi sehat cegah alzheimer
Gigi sehat cegah alzheimer | New Africa /Shutterstock

Sikat gigi dua kali sehari dan rutin memeriksakan kesehatan gigi ke dokter secara teratur adalah syarat umum merawat gigi. Ternyata, gigi bersih dan sehat bukan hanya sedap dipandang, ini dapat membantu Anda mencegah alzheimer.

Alzheimer adalah kondisi kelainan yang ditandai dengan penurunan daya ingat, penurunan kemampuan berpikir dan berbicara, serta perubahan perilaku akibat gangguan otak.

Gejala alzheimer umumnya dimulai dengan mudah lupa, sulit membuat keputusan, sering tersesat di tempat tidak asing. Penderita alzheimer kerap mengalami gangguan kecemasan dan suasana hati, juga mengalami perubahan kepribadian, seperti mudah curiga dan agresif.

Jika kondisinya sudah parah, orang dengan alzheimer bisa mengalami delusi dan halusinasi.

Ternyata, ada hubungan antara alzheimer dengan kesehatan gigi. Ini dibuktikan oleh penelitian yang dilansir Science Advances. Isinya menemukan bahwa infeksi gusi dapat menyebabkan alzheimer.

Bakteri Porphyromonas gingivalis, dikenal sebagai Pg, menyebabkan infeksi gusi periodontitis kronis, peradangan kronis, dan potensi kehilangan gigi.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Stephen Dominy dan Casey Lynch, pendiri perusahaan farmasi Cortexyme, bakteri Pg pun ditemukan pada 51 dari 53 otopsi otak pasien penyakit alzheimer.

Setelah penyebabnya ditemukan, para peneliti yakin pengobatan untuk menyembuhkan alzheimer sudah sangat menjanjikan.

Kemudian, untuk menghentikan penumpukan Pg, para peneliti merancang penghambat molekul kecil. Dengan serangkaian percobaan, peneliti menunjukkan bahwa satu senyawa, COR388, mampu mengurangi beban bakteri infeksi otak Pg pada tikus.

Cortexyme telah menyelesaikan uji coba tahap satu yang menguji keamanan COR388 pada manusia. Sembilan orang tua dengan alzheimer diberikan berbagai dosis selama 28 hari.

Sembilan pasien alzheimer tersebut menunjukkan hasil yang lebih baik, bila dibandingkan dengan kelompok lain yang tidak menerima pengobatan ini, ketika menyelesaikan beberapa tes kognitif.

Pada tahun 2019, Cortexyme berencana melakukan lebih banyak uji coba COR388 pada lebih dari 500 orang dengan penyakit alzheimer ringan sampai sedang.

Merawat kesehatan gigi demi cegah alzheimer

Para ilmuwan dalam penelitian tersebut memiliki obat menjanjikan, tetapi juga menunjukkan sesuatu yang sangat sederhana dan dapat dilakukan di rumah, yaitu merawat kesehatan gigi.

Penelitian lain oleh peneliti dari New York University menunjukkan, mencegah penyakit di sekitar gigi (periodontal) adalah salah satu faktor gaya hidup yang dapat menurunkan risiko penurunan kognitif pada tahun-tahun berikutnya.

Menurut saran American Dental Association (ADA), yang harus Anda lakukan adalah menjaga kebersihan mulut dalam kehidupan sehari-hari.

Sikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi mengandung fluoride, gunakan benang untuk membersihkan gigi sampai ke sela-sela, makan makanan sehat, dan periksa gigi ke dokter secara teratur, misalnya dua kali atau lebih dalam setahun.

Kalau Anda memakai gigi palsu lepaskan, selalu bersihkan, dan keluarkan selama empat jam setiap hari untuk menjaga lapisan mulut tetap sehat.

Segera hubungi dokter bila mengalami demam, wajah dan rahang bengkak, atau jika sulit bernapas dan menelan. Juga bila gigi berwarna lebih gelap dan terasa sakit saat makan.

Tanda-tanda kesakitan lain pun bisa dilihat dari meringis ketika mengunyah, menjauhi makanan yang terlalu panas atau dingin, menggigit pipi atau bibir bagian dalam, atau memiliki jerawat di bawah gigi.

Ketika mengalami gigi patah, bilas mulut dengan air hangat. Bila sampai berdarah, cobalah menggigit sepotong kain kasa atau kantong teh basah selama sekitar 10 menit atau sampai pendarahan berhenti.

Berikan asetaminofen bila kesakitan. Namun, jauhi ibuprofen atau aspirin karena dapat menyebabkan cedera lebih banyak berdarah dan memar.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR