Kesehatan, kehormatan, dan hal menarik lain pekan ini

< SALINDIA 2 / 4 >

Kehormatan adalah capaian, bukan tuntutan

Wakil rakyat protes lantaran tak ada sebutan "yang terhormat" dari pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat rapat dengar pendapat bersama Komisi III DPR RI (12/9). Insiden itu mengundang komentar miring dari warganet di media sosial.

Sering kali harapan untuk dihargai dan dihormati orang lain berakar pada rasa takut bahwa keadaan sedang tidak baik. Mereka ini khawatir belum menjalankan peran yang seharusnya, juga takut belum membuat pencapaian yang cukup.

Validasi dari orang lain melalui ungkapan rasa hormat jadi penting untuk mengikis kekhawatiran tersebut, sehingga dirinya merasa lebih baik. Padahal, kita tidak selalu bisa menuntut orang lain memberikan apa yang kita butuhkan.

Karena itu, kehormatan adalah sebuah capaian, bukan tuntutan.

Olahraga tanpa perhitungan bisa bikin komplikasi

Perempuan bernama Xiao Lan olahraga intensif di sebuah pusat kebugaran. Salah satu alat yang digunakannya adalah sepeda statis. Namun aktivitas itu dilakukan tanpa bantuan pelatih profesional serta tidak mempertimbangkan kondisi tubuhnya.

Selain badan sakit, air seninya berubah menjadi hitam. Lan pun ke rumah sakit untuk mencari tahu apa masalahnya. Begitu hasil tes keluar, bukan hanya Lan, dokter pun dibuat terkejut oleh hasilnya.

Apa yang terjadi selanjutnya, dan apa yang sebaiknya dilakukan agar tak bernasib sama seperti Lan? Simak tulisan berikut.

MUAT LAGI
x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.