Ketidaksetaraan dalam saku celana

Sempitnya saku celana jin perempuan.
Sempitnya saku celana jin perempuan. | Elena Mokhova /Shutterstock

Pernahkah anda mencoba memasukkan ponsel ke dalam saku celana jin (jeans)?

Bagi laki-laki mungkin hal ini tak jadi masalah, bagi perempuan sebaliknya. Sebab, saku celana jin perempuan terbukti lebih kecil.

Jangankan ponsel, sempitnya saku membuat kaum Hawa paling-paling hanya bisa menyimpan sebuah kartu ATM atau kunci di dalamnya.

Lebih dari sekadar perkiraan, analisis ilmiah bahkan telah membuktikan hal ini. Bukti tersaji setelah peneliti mengamati 20 merek jin ternama, ukuran saku celana jin perempuan jauh lebih kecil daripada laki-laki.

Analisis, yang diterbitkan di The Pudding, mengungkap rata-rata, saku depan celana jin perempuan 48 persen lebih pendek dan enam setengah persen lebih sempit daripada saku celana jin laki-laki.

Perbandingan ukuran saku celana jin perempuan dan laki-laki.
Perbandingan ukuran saku celana jin perempuan dan laki-laki. | The Pudding /The Pudding

Para peneliti sampai membuat diagram dimensi saku celana jin perempuan dan laki-laki yang dimiliki masing-masing merek. Saku depan terbesar untuk perempuan ditemukan pada celana jin Abercrombie, American Eagle, dan jin skinny H&M. Itu pun masih relatif jauh lebih kecil daripada saku celana jin laki-laki dari merek yang sama.

Lain halnya dengan saku belakang celana jin, ukuran pada celana perempuan dan laki-laki besarnya hampir sama. Saku belakang celana jin skinny perempuan rata-rata hanya lima persen lebih pendek dan dua persen lebih sempit daripada milik laki-laki.

"Jika Anda berpikir 'Laki-laki kan lebih besar daripada perempuan', rata-rata memang benar demikian. Tapi kami mengukur 80 pasang celana jin dengan ukuran pinggang 32 inci, artinya celana ini dibuat untuk orang-orang dengan ukuran sama," tulis peneliti.

Semua celana jin dalam penelitian ini punya ukuran pinggang 32 inci. Metodologi analisis ini diterapkan peneliti untuk menjaga standar ukuran.

Perbedaan ukuran saku ini cukup mengkhawatirkan. Sebab, salah satu fungsi pakaian adalah memenuhi kebutuhan praktis pemakainya. Dalam urusan ukuran saku, celana jin perempuan gagal memenuhi kebutuhan ini.

Para peneliti menguji apa yang bisa masuk ke dua saku depan celana jin. Saku celana jin laki-laki dapat memuat tiga model ponsel pintar yang populer, iPhone X, Samsung Galaxy, dan Google Pixel).

Ketika peneliti mencoba memasukkan tiga gawai itu ke saku celana jin perempuan, mereka butuh usaha ekstra dan waktu yang lebih lama.

Hanya 40 persen dari saku depan celana jin perempuan yang sanggup memuat iPhone, hanya 20 persen mampu memuat ponsel keluaran Samsung, dan hanya lima persen yang bisa memuat ponsel Google Pixel.

Perbandingan ukuran saku celana jin perempuan dan laki-laki.
Perbandingan ukuran saku celana jin perempuan dan laki-laki. | The Pudding /The Pudding

Soal memasukkan tangan ke saku pun demikian. Sementara 100 persen saku celana jin laki-laki bisa memuat rata-rata tangan mereka, hanya 10 persen saku celana jin perempuan yang bisa memuat tangan mereka secara keseluruhan.

Punya saku yang tidak bisa digunakan untuk menyimpan benda-benda adalah hal yang cukup konyol. Ternyata, sejarah pun punya catatan khusus soal saku pada pakaian perempuan.

Masalah yang tak bisa dianggap sepele ini terdokumentasi dengan baik. Hal ini juga menjadi fenomena tersendiri yang kerap dikritik.

Secara historis, saku menunjukkan kemandirian dan kemampuan seseorang untuk membawa uang dan properti pribadi mereka. Dinukil BBC, pada masanya dalam sejarah Eropa, perempuan mendelegasikannya pada suami atau ayah mereka.

Menurut para sejarawan laki-laki pada abad ke-16 punya saku di baju mereka. Ratu Elizabeth I memiliki saku yang dijahit pada banyak pakaiannya.

Namun, seiring perubahan mode, saku-saku tak lagi menempel pada pakaian perempuan. Perempuan membawa benda-benda milik mereka di dalam tas.

Pada abad ke-18, perempuan mengenakan sabuk. Benda-benda yang mereka perlukan, mulai dari gunting hingga uang, digantung pada sabuk yang disebut chatelaines itu.

Setelah perempuan menggunakan tas untuk membawa barang-barang mereka, saku jarang lagi ditemukan pada pakaian perempuan. Racked melaporkan, Charlotte P. Gilman pernah menulis dalam The New York Times pada awal tahun 1905,

"Satu supremasi yang ada pada pakaian laki-laki adalah adaptasinya terhadap saku. Perempuan dari waktu ke waktu membawa tas, kadang dijahit, kadang diikat, kadang dikalungkan di tangan, tetapi tas tetap saja bukan saku."

Pada awalnya celana jin juga hanya memiliki saku belakang tunggal dan saku arloji saat diproduksi oleh Levi Strauss pada 1870-an.

Penelitian ini membuka fakta bahwa ketidaksetaraan gender pun terselip dalam pakaian kita sehari-hari. Harapannya ke depan celana jin perempuan juga bisa memiliki saku yang mendukung kepraktisan berbusana.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR