Keunggulan punya anak perempuan

Ilustrasi anak perempuan
Ilustrasi anak perempuan | Chinapong /Shutterstock

Studi terbaru menyimpulkan bahwa remaja perempuan lebih ringan tangan dalam menyelesaikan tugas domestik dibandingkan remaja laki-laki.

Pusat penelitian Pew mengumpulkan data dari Biro Statistik Tenaga Kerja yang menampilkan dokumentasi kegiatan remaja usia 15 sampai dengan 17 tahun.

Dokumentasi tersebut merupakan dokumentasi 2.190 responden remaja dari tahun 2014 hingga 2017.

Seluruh responden diminta untuk mencatat waktu yang mereka habiskan untuk kegiatan sehari-hari, termasuk tugas dari sekolah, pekerjaan domestik, makan, tidur, perawatan, pendidikan, dan rekreasi.

Para peneliti menemukan bahwa remaja perempuan menghabiskan 38 menit melakukan tugas membersihkan dan merapikan rumah setiap hari, lebih tinggi daripada anak laki-laki, yang menghabiskan sekitar 24 menit dalam menyelesaikan pekerjaan rumah tangga.

"Memang benar di sepanjang perjalanan hidup bahwa perempuan biasanya melakukan pekerjaan rumah lebih banyak daripada laki-laki," sebut Gretchen Livingston, seorang peneliti di Pew Research Center.

“Saya pikir yang mengejutkan adalah bahwa kesenjangan jender ini terlihat dari usia muda, yakni 15-17 tahun. Informasi ini sangat menarik bagi saya.”

Selain itu, Livingston juga menyebutkan anak perempuan lebih rajin dalam belajar dan mengejar pencapaian edukasi daripada laki-laki.

Peneliti mencatat, remaja perempuan menghabiskan satu jam dan 11 menit setiap hari untuk mengerjakan tugas sekolah. Sementara itu, remaja laki-laki hanya bertahan belajar selama 50 menit setiap hari.

"Setengah jam mungkin kedengarannya tidak banyak, tapi itu setengah jam sehari dan tidak bertambah," imbuhnya.

Studi lain pada September 2018 yang dilakukan oleh Griffith University menemukan, ketangkasan anak perempuan dalam belajar membaca telah melampaui teman-teman laki-laki sebaya mereka selama 27 tahun terakhir.

"Pemikiran umum adalah bahwa anak laki-laki dan perempuan di sekolah dasar mulai dengan kemampuan kognitif yang sama, tetapi penelitian ini menunjukkan sebaliknya," jelas David Reilly, seorang peneliti di Griffith University dan rekan penulis penelitian, menulis dalam siaran pers.

"Penelitian kami mendapati bahwa anak perempuan secara umum menunjukkan kemampuan membaca dan menulis yang lebih baik daripada anak laki-laki sejak kelas empat."

Penemuan yang diterbitkan dalam jurnal Science tersebut sempat meramaikan media sosial. Sebab, peneliti menyimpulkan bias jender. Sementara hasil penelitian berdasarkan pengamatan terhadap responden anak-anak.

Dalam sejumlah artikel yang menayangkan hasil penelitian seolah menafsirkan bahwa anak perempuan kurang percaya diri tentang kecerdasan mereka.

Namun, pembacaan yang cermat dari hasil penelitian justru mengungkapkan kenyataan yang sebaliknya.

Peneliti menyimpulkan, sejak usia enam tahun, anak perempuan jauh lebih sadar akan kekuatan dan potensi mereka. Mereka pun menyadari, bekerja kerja dan bersikap baik adalah nilai-nilai yang lebih berharga daripada sekadar pintar.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR