Keuntungan menikah pada akhir usia 20-an

Keuntungan menikah pada akhir usia 20-an
Keuntungan menikah pada akhir usia 20-an | Jack Frog /shutterstock

Usia yang tepat bagi setiap orang untuk menikah tidaklah sama. Namun jika Anda ingin menurunkan risiko perceraian, menikahlah pada akhir usia 20-an atau awal 30 tahun. Sebuah studi menunjukkan bahwa orang harus menikah antara usia 28 tahun dan 32 tahun jika tidak ingin bercerai, setidaknya dalam lima tahun pertama.

Sosiolog Nick Wolfinger menganalisis data dari 2006-2013. Menurut Nick, risiko perceraian akan menurun bila menikah pada usia matang, yaitu lebih dari 27 tahun. Pada usia tersebut, orang akan lebih matang, memahami perbedaan, bertanggung jawab, dan lebih siap untuk berumah tangga, seperti ditulis Time.

Sedangkan keuntungan menikah pada akhir 20-an menurut Yourtango dan EliteDaily :

1. Pada usia akhir 20-an, Anda tentu sudah jauh lebih matang. Anda sudah puas berkencan dengan banyak lawan jenis dengan karakter berbeda, dan telah selesai dengan masalah patah hati. Berbagai kesenangan dan eksplorasi segala hal pun kemungkinan besar sudah dijalani selama usia 20-an. Setelah melewati semua itu, bisa jadi Anda lebih siap untuk menikah.

2. Tahu siapa diri Anda dan apa yang sebenarnya diinginkan, juga yang tidak diinginkan. Ini merupakan hal penting, karena ketika memahami diri sendiri, sikap dan tindakkan Anda juga akan sesuai dengan yang seharusnya dilakukan. Hal ini akan berpengaruh pada pernikahan Anda nantinya, karena Anda telah mengetahui mana yang terbaik dan tidak.

3. Keuangan merupakan salah satu sumber perceraian. Menikah saat Anda lebih bijak dalam mengelola keuangan akan lebih baik. Ini biasanya terjadi pada usia akhir 20-an. Pada usia itu, karir lebih stabil dan penghasilannya sudh lebih baik. Memiliki penghasilan dan pengelolan keuangan yang baik sangat penting karena biaya hidup yang mahal, apalagi jika sudah memiliki anak.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR