Kiat asuh bayi dan balita tanpa pengasuh

Ilustrasi
Ilustrasi | niderlander /shutterstock

Mama Nita merasa kewalahan mengasuh dua anak yang berdekatan usia. Apalagi perilaku si sulung yang menuntut perhatian.

"Belum selesai menyuapi si sulung, bayi menangis dengan kencang. Sering saat menyusui bayi, si sulung menangis dan menarik-narik baju," keluh Nita.

Ditambah kondisi rumah yang terlihat berantakan karena tidak ada pengasuh, membuat ibu rumah tangga ini kesulitan memilah mana pekerjaan yang terlebih dahulu dikerjakan.

Tidak hanya Nita, mungkin beberapa ibu juga memiliki problem serupa. Bahkan ada ibu yang memiliki balita yang belum disapih, bayi berikutnya sudah lahir dan membutuhkan air susu ibu (ASI). Jadilah ibu menyusui tandem.

Dilansir Ayahbunda, beberapa masalah akan dihadapi ibu yang memiliki bayi dan balita sekaligus. Stres akan muncul ketika ibu tidak mampu mengatur waktu dan berbagi perhatian untuk si bayi atau balita. Ditambah, kurangnya dukungan dari orang terdekat, sehingga ibu merasa capai karena kurang istirahat.

Tidak hanya kondisi fisik yang terganggu, perasaan bersalah pun muncul ketika ibu merasa tidak memberikan perhatian kepada si kakak. Ibu merasa kalau waktu lebih banyak tersita buat bayi.

Timbul juga kebimbangan manakala kedua anak menangis dan menuntut perhatian di waktu bersamaan. Kadang, rasa mengasihani diri sendiri pun dirasakan ketika melihat begitu banyak hal yang harus dikerjakan.

Nina Garcia, ibu tiga anak dengan anak kembar dan penulis buku Sleeping Should Be Easy mengatakan, tidak mudah bagi si sulung berbagi perhatian yang selama ini diperoleh.

Perlu persiapan yang dilakukan orang tua ketika anak akan menjadi kakak dalam waktu dekat. Terutama untuk anak usia dua tahun. Jelaskan pada anak secara sederhana keuntungan jika menjadi seorang kakak.

Lebih lanjut, Nina mengingatkan para ibu untuk bisa membuat rumah yang ramah anak. Misal, tempatkan makanan ringan dan peralatan yang mudah diraih. Posisi wastafel yang dekat sehingga anak bisa mencuci tangannya sendiri.

Dengan memudahkan anak melakukan sesuatu secara mandiri, artinya ibu sudah bisa berbagi tugas dengan si kakak.

Mengurangi tugas rumah juga disarankan. Sebaiknya, pikirkan tentang tugas rumah tangga yang harus ditangani dan anak-anak tetap prioritas utama.

Mungkin pakaian kotor tidak perlu dimasukkan ke mesin cuci sampai sore. Pekerjaan ini masih bisa ditunda sampai anak tidur.

Akan sangat menguntungkan jika si kakak dan bayi memiliki waktu tidur bersamaan. Tapi kalau pun tidak, manfaatkan waktu tidur bayi untuk bisa bersama si sulung.

Membacakan buku, bermain bersama, atau menemani si kakak menonton televisi adalah kegiatan sederhana yang bisa dilakukan.

Melakukan aktivitas bersamaan juga bisa dilakukan. Misal, memandikan bayi dan balita. Atau membuat si sulung sibuk dengan aktivitasnya. Ketika sedang menyusui bayi, berikan mainan pada balita dan ajak bicara.

Dan kalau ada keinginan bersosialisasi di luar, disarankan oleh Jennifer Bingham Hull, penulis buku Growing a Family and Getting a Life, carilah tempat yang ramah anak. Dan jangan malu jika ibu menjadi orang rumahan karena sulit ke luar rumah. Trik, mintalah teman yang ke rumah dan buat acara minum teh bersama.

Ada baiknya tidak terlalu menekan diri sendiri untuk melakukan pengurusan dua anak sendiri. Bersikaplah realistis dan mau menerima bantuan dari anggota keluarga atau kerabat.

Menitipkan balita di daycare (penitipan anak) bisa solusi pengasuhan terpercaya. Dilansir Youngparents, kemampuan sosial dan perkembangan motorik balita bisa berkembang dengan baik.

Terlepas dari semua kesibukan dan kesulitan mengurus dua anak di bawah usia dua tahun ternyata memiliki keuntungan tersendiri. Dilansir Parents, anak-anak bisa menjadi sahabat dan kerepotan merawat bayinya akan lebih cepat berakhir.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR