Kiat mengajarkan anak meminta maaf

Ajarkan anak arti meminta maaf.
Ajarkan anak arti meminta maaf. | shutterstock.com

Salah satu bentuk pelajaran penting untuk anak adalah meminta maaf atas tindakannya yang salah.

Meski terdengar sepele, tetapi ini bukan hal yang mudah untuk dipelajari dalam waktu singkat. Sebab, anak jarang meminta maaf terhadap beberapa tindakan yang sebenarnya patut disesali.

Dilansir Parents, untuk mengajarkan anak meminta maaf, orang tua sudah bisa melakukan sejak anak berusia 3 tahun. Meski memang saat usia 3-5 tahun anak perlu memahami mengapa meminta maaf itu menjadi hal penting untuk dikatakan sebagai bentuk penyesalan atas sebuah perbuatan yang salah.

Menurut psikolog keluarga, Sal Severe, Ph. D, seperti ditulis dalam buku How to Behave So Your Preschooler Will, Too!, anak usia balita belum bisa memahami rasa empati dan menunjukkannya.

Misal, ketika anak tidak sengaja merobek kertas gambar milik temannnya. Anda perlu didorong untuk bisa merasakan kesedihan yang dirasakan temannya dengan cara meminta maaf.

Mengapa anak harus belajar mengatakan maaf? Ditulis Detik, alasan penting ajarkan anak meminta maaf.

1. Permintaan maaf bisa memperbaiki hubungan.

2. Saat anak-anak terbiasa meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan, anak juga belajar memaafkan orang lain.

3. Membentuk perilaku yang baik.

4. Anak saling menghargai dan mengasah rasa empati.

Cara ajarkan minta maaf

Mengajarkan anak meminta maaf, perlu dilakukan secara berulang-ulang. Gunakan juga bahasa tubuh. Ayahbunda mewartakan beberapa langkah sederhana meminta maaaf sendiri sedini mungkin.

Parents juga menuliskan apa yang bisa dilakukan orang tua saat mengajarkan anak meminta maaf.

Bersikap netral. Jika dua anak terlibat konflik dan sulit mengetahui siapa yang harus meminta maaf maka minta anak untuk masing-masing mengatakan maaf dan menyesal sudah bertengkar.

Lakukan bersama. Bagi anak usia balita, orang tua bisa ikut membantu. Berikan dukungan kalau anak tidak sendiri, minimal mendampingi anak ketika akan menyampaikan permintaan maaf.

Jangan memaksa. Dorong anak tapi bukan paksa anak untuk meminta maaf karena bisa memperkeruh suasana. Anak bisa merasa dipermalukan dan tidak nyaman.

Huffington Post menuliskan, tidak disarakan orang tua memaksa anak meminta maaf dan mengancam jika tidak anak tidak melakukannya. Misalnya tidak boleh menonton televisi atau tidak diberikan makanan favoritnya. Apalagi menghukum hingga anak menangis.

Beri contoh. Jika anak terlalu marah atau tidak bisa mengucapkan kata "maaf", orang tua juga bisa meminta maaf untuk dia. Ini adalah contoh yang bisa anak ikuti.

Meminta maaf kepada Anak. Biasakan juga orang tua mau meminta maaf kepada anak. Jadi bukan hanya anak kecil saja yang bisa melakukan kesalahan. Meminta maaf tidak hanya mengobati kekecewaan, melainkan memperkuat ikatan.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR