Kiat menjadi suami siaga

Ilustrasi
Ilustrasi | Pepsco Studio /Shutterstock

Meski menjadi orang tua tidak ada sekolahnya, Anda dan pasangan bisa menjadi calon ayah dan ibu yang baik dan saling mendukung.

Itu sebabnya, peran calon ayah pada masa kehamilan sebaiknya jangan diabaikan walau semua perhatian biasanya difokuskan pada calon ibu, yang mengandung selama sembilan bulan.

Sebagai orang terpenting dalam kehidupan istri dan janin, suami harus siap 100 persen sejak hasil tes uji kehamilan memperlihatkan dua garis, hingga si kecil lahir. Kiat-kiat berikut dapat membantu Anda menjadi suami siaga (siap antar jaga).

Semasa kehamilan

Dukungan suami pada masa kehamilan sangat diperlukan, karena istri butuh pendamping secara emosional dan fisik selama menjalani semua tahap kehamilan:

  • Siap menghadapi perubahan. Di tahap awal kehamilan, istri umumnya akan mengalami morning sickness dan mual yang paling parah. Pada masa ini suami juga harus bisa meringankan pekerjaan istri dengan membantu melakukan pekerjaan rumah, seperti memasak dan beberes rumah.
  • Semakin besar usia kandungan, suami perlu siap-siap menghadapi perubahan istri sebagai dampak kehamilan: tubuh dan suasana hatinya. Jadi suami harus lebih sabar dan membantu sang istri dalam melakukan segala kegiatan rumah tangga lebih dari sebelumnya.
  • Berkomitmen lah dan ikut terlibat dalam kehamilan dan mengurus bayi. Mulailah dengan komitmen mengantar istri setiap kali memeriksa kandungan ke dokter.
  • Bila bayi telah lahir, bantu istri merawatnya, seperti memandikan, mengganti popok atau menidurkan bayi. Itu akan sangat meringankan tugas istri dan merekatkan hubungan Anda dengannya dan dengan bayi. Sebagai bukti komitmen, tak ada salahnya mencoba mempelajari hal-hal tersebut mulai dari sekarang.
  • Ubah gaya hidup. Sejak mendengar istri hamil, mestinya gaya hidup suami juga berubah. Idealnya, bersikaplah seolah-olah suami juga hamil, misalnya berhenti merokok, tidak makan atau jajan sembarangan.

Menjelang kelahiran

Siapkan kendaraan yang akan digunakan untuk ke Rumah Sakit Bersalin. Pastikan bahan bakar cukup dan mobil dalam kondisi prima. Simpan nomor telepon taksi untuk berjaga-jaga jika tiba-tiba mobil ngadat.

Minta bantuan tetangga atau kerabat terdekat. Beritahu mereka hari perkiraan lahir (HPL) bayi karena kemungkinan mereka bisa datang dan memberi bantuan lebih cepat.

Persiapkan keperluan tidak hanya untuk calon ibu tapi juga calon ayah, untuk menginap sewaktu menunggui persalinan. Kemas di tas dan simpan di bagasi mobil bersama koper istri.

Saat persalinan

Persiapkan administrasi Rumah Sakit. Lakukan segera begitu Anda tiba di Rumah Sakit untuk memperoleh kamar perawatan rawat gabung atau rooming in. Sampaikan juga kepada petugas rumah sakit dan dokter rencana melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD).

Dampingi istri sejak di ruang observasi hingga masuk kamar bersalin. Tenangkan, pijat punggungnya untuk memberi rasa nyaman secara psikologis, dan jaga privasinya dengan membatasi orang keluar masuk kamar.

Setelah anak lahir

Bantu ibu melakukan IMD dan menyusui bayi. Kolostrum ASI pada tiga hari pertama sangat baik untuk bayi sebab kaya dengan zat antibodi, protein, vitamin A dan mineral.

Ayah siaga harus bisa membekali diri dengan segudang ilmu mengenai ASI dan juga menyusui. Sering-seringlah mencari informasi dari sumber terpercaya di internet.

Selain itu, jangan malu untuk bertanya ke orang-orang yang memahami soal menyusui. Bergabunglah dengan komunitas atau kelompok yang mendukung ASI.

Bantulah ibu dalam mengatur stok stok ASI Perahan (ASIP). Misal, Anda bisa melabeli setiap botol atau kantong ASIP dengan tanggal, hasil, dan jam perahan ASI.

Ingatkan istri untuk memompa ASI. Bahkan bila perlu temani selama memompa ASI. Tak ada salahnya juga jika Anda siap sedia membantu istri ketika butuh kompres air hangat untuk payudaranya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR