ARSITEKTUR

Komik: Gabion dan risiko desain ramah lingkungan

Desain ramah alam kadang bisa merepotkan karena menuntut pengguna juga mengakrabi risiko alami. Anda siap?
Desain ramah alam kadang bisa merepotkan karena menuntut pengguna juga mengakrabi risiko alami. Anda siap? | Tito Sigilipoe /Beritagar.id

RISIKO | Arsitektur bukan sekadar merancang bangunan bernama rumah, tetapi bagaimana manusia merespons lingkungan. Ruang huni dan ruang kegiatan hanyalah salah satu hasil. Bagus tidaknya, atau pas tidaknya, tergantung pengguna.

Maka atas nama seni bina nan ramah lingkungan, seorang wastuwidyawan dan pemilik rumah bisa bekerja sama, lalu jadilah sebuah rumah dengan dua bagian yang harus menyeberangi halaman tengah. Jika hujan, penghuni rumah harus memegarkan payung. Tapi buat mereka itu bukan masalah.

Jika ukurannya adalah kenyamanan pengguna, karena di ranah privat, bukan publik, segala risiko alami sudah dihitung dan semoga bukan masalah.

Memang sih, bisa saja arsitek meleset karena salah mengandaikan lingkungan sekitar rumah. Contoh ada dalam komik.

Bangku gabion di taman yang salah juga bisa merepotkan.

Kalau rumah ramah nyamuk mestinya bisa diakali dengan kasa di lubang ventilasi, kisi-kisi, pintu, dan jendela. Soal debu dan tempias hujan? Mungkin risiko alami. Mungkin juga salah hitung dan salah rancang.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR