KESEHATAN

Lemak nabati lebih sehat dan bisa perpanjang umur

Berbagai botol berisi minyak sayuran yang menjadi sumber lemak nabati.
Berbagai botol berisi minyak sayuran yang menjadi sumber lemak nabati. | Alexander Prokopenko

Sebuah penelitian terbaru yang dipresentasikan pada konferensi American Heart Association di New Orleans, Amerika Serikat, menunjukkan bahwa lemak nabati ternyata lebih baik dari lemak yang berasal dari hewan.

Dikutip dari Daily Mail, suatu pola makan yang menukar lemak yang berasal dari hewan dengan lemak yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dapat memperpanjang kesempatan hidup.

Para peneliti menemukan bahwa lemak berbahan dasar tumbuhan seperti yang ditemukan dalam alpukat dan minyak zaitun, secara signifikan dapat menurunkan tingkat kematian muda.

Lebih jelasnya, pola makan yang kaya akan asam lemak tak jenuh tunggal berbahan dasar tumbuhan menurunkan risiko kematian muda sampai 16 persen, dibandingkan dengan pola makan yang kurang mengandung nutrisi tersebut.

Tubuh manusia memang membutuhkan lemak untuk mengatur suhu tubuh, penyerapan vitamin, melindungi sendi, membantu gerak otot, serta sebagai energi dan daya tahan tubuh.

Namun, seperti dilansir oleh Time, penelitian yang dilakukan oleh sebuah tim pakar nutrisi dari Harvard T.H Chan School of Public Health menegaskan bahwa asam lemak tak jenuh tunggal yang berasal dari tumbuhan terkait dengan rendahnya risiko kematian akibat serangan jantung dan penyebab lain.

Sementara asam lemak tak jenuh tunggal berbahan dasar hewan terkait dengan tingginya risiko kematian.

"Kami telah mempelajari manfaat asam lemak tak jenuh tunggal untuk pencegahan kematian karena penyakit kardiovaskuler dan penyakit lainnya, pada makanan-makanan berbahan dasar tanaman sebagai sumber utama," kata Marta Guasch-Ferre, seorang peneliti dari departemen nutrisi di Harvard T.H. Chan School of Public Health.

Para ilmuwan tersebut merasa tertarik dalam membandingkan kandungan gizi asam lemak tak jenuh tunggal yang berasal dari hewan dan tumbuhan, tetapi tidak dapat membuktikan hubungan sebab akibatnya.

Kendati demikian, para peneliti telah mengikuti dan menganalisis para narasumber selama sekitar 22 tahun, mereka melihat jenis lemak yang dikonsumsi oleh orang-orang membuat perbedaan yang signifikan pada masa hidup.

Penelitian yang laporannya dipublikasikan dalam American Heart Association ini melibatkan 93.000 orang laki-laki dan perempuan.

Para peneliti menggunakan dua sumber data. Data pertama merupakan hasil observasi dari sebanyak 63.412 orang perempuan di Nurses' Health Study dari tahun 1990 sampai 2012. Sementara data kedua berasal dari 29.966 orang laki-laki dari Health Professionals Study dan berlangsung dari tahun 1990 sampai 2010.

Catatan-catatan dari penelitian tersebut mengandung informasi lengkap tentang pola makan para partisipan. Dan mereka diminta untuk mengisi kuisioner makanan setiap empat tahun.

Selama masa penelitian tersebut, sebanyak 20.672 orang meninggal, 4.588 di antaranya disebabkan karena penyakit jantung.

Hasil penelitian yang dilakukan Marta Guasch-Ferre, bersama rekannya Geng Zong, menemukan bahwa pola makan yang kaya akan lemak nabati berbahan dasar tanaman mengurangi risiko kematian dini sebesar 16 persen dibandingkan dengan pola makan yang kurang nutrisi ini.

Sementara partisipan yang banyak mengonsumsi lemak berbahan dasar hewan berisiko 21 persen lebih tinggi mengalami kematian dini akibat berbagai penyakit.

Di samping itu, mengganti 2 sampai 5 persen kalori yang berasal dari lemak jenuh, karbohidrat olahan seperti gula, atau lemak trans, dengan asam lemak tak jenuh tunggal yang berasal dari tumbuhan, dikaitkan dengan tingkat kelangsungan hidup yang mencapai 10 sampai15 persen lebih tinggi.

Dan mengganti asam lemak tak jenuh tunggal berbahan dasar hewan dengan asam lemak tak jenuh tunggal berbahan dasar tumbuhan menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung atau sebab lain sebesar 24 sampai 26 persen.

Namun, kendati hasil ini menunjukkan secara keseluruhan pola makan nabati meningkatkan umur, penelitian ini tidak secara langsung membandingkan kandungan nutrisi lemak nabati dengan lemak hewani.

Guasch-Ferre mengatakan kemungkinannya adalah sumber asam lemak tak jenuh tunggal dari tumbuhan biasanya kaya akan vitamin, polifenol, dan lemak tak jenuh ganda yang baik untuk kesehatan jantung. Sementara sumber lemak hewani cenderung mengandung lebih banyak lemak jenuh dan kolesterol.

"Baru-baru ini, rekomendasi diet telah bergeser ke arah pola makan yang memperbanyak kuantitas makanan berbahan dasar tumbuhan daripada makanan berbasis hewani," tulis Guasch-Ferre. "Hasil kami sesuai dengan rekomendasi ini."

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR