Makan lengkap, kunci diet seimbang menurut ahli gizi

Ilustrasi makanan sehat.
Ilustrasi makanan sehat. | Nok Lek /shutterstock

Saat ini ada beragam jenis diet, mulai dari keto, paleo, mayo, GM, alkaline, dan sebagainya. Namun, manakah diet yang paling baik? Menurut ahli gizi Dr. Samuel Oetoro, MS, Sp.GK, pola terbaik adalah diet seimbang.

Beberapa diet yang ada saat ini meminta seseorang untuk hanya makan makanan tertentu selama waktu yang lama. Pada awalnya bisa menurunkan berat badan, bahkan dengan cepat, tetapi juga mengancam kesehatan.

"Misalnya diet keto, hanya makan lemak. Memang bisa turun cepat, karena lemak banyak, protein banyak, di lambung kenyang jadi lebih lama. Namun, waktunya itu jangan lebih dari 6 bulan, terbaik malah di bawah 3 bulan," katanya saat ditemui Beritagar.id dalam dalam acara peluncuran biskuit belVita rasa pisang dan sereal di Lucy in the Sky, Kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Selasa, (12/09).

Menurut pemaparannya, diet keto bila dilakukan lebih dari 6 bulan, kolesterol dan asam urat bisa lebih tinggi. "Tidak direkomendasikan bagi pekerja, karena tidak ada karbohidrat, nanti Anda lemot susah mikir," katanya.

Makan lengkap, porsi pas

Pola makan yang aman diterapkan pada mereka yang ingin diet seimbang bisa dimulai dari mengatur jumlah asupan makanan. Untuk sarapan, bisa 20-30%, makan siang 40-50%, dan makan malam 20-30%.

"Itu bisa dipecah lagi bila Anda ingin ada snack, tapi saran saya kalau kegemukan jangan ada tambahan snack karena dapat merangsang untuk makan lagi," ujar Samuel.

Samuel mengatakan bahwa orang yang ingin diet harus bisa pilih bahan makanan, salah satu caranya dengan membaca kandungan gizi yang ada pada makanan kemasan.

Soal usia, diet seimbang ini bisa diterapkan pada segala umur. Intinya, jumlah kalori diturunkan, porsi dikurangi.

"Cara paling sederhana adalah mengurangi seperempat porsi dari kebiasaan makan. Ada juga orang yang biasa makan sedikit tetapi tetap gemuk, bisa dikurangi lagi porsinya seperempat dan aktivitas ditambah," lanjutnya.

Komposisi makanan lengkap terdiri dari karbohidrat, protein, dan lemak. Untuk karbohidrat, pilih yang kompleks, bukan sederhana.

Mengutip situs Healthline, karbohidrat kompleks bisa didapatkan dari buah-buahan, sayur, kacang polong, biji-bijian, roti gandum, jagung, dan quinoa. Sedangkan karbohidrat sederhana, yang harus dihindari terdapat pada makanan seperti gula sirup jagung, jus buah konsentrat, soda, kue kering, dan kue pai.

Untuk sarapan, bisa makan buah pisang karena kadar karbohidratnya tinggi. Pilih pisang yang masih kuning muda dengan garis hijau, sebab pisang yang sudah matang, lebih tinggi kadar gulanya.

"Pisang satu buah saja cukup, ditambah sumber protein seperti telur, ikan, atau ayam. Paling mudah bisa minum susu," jelasnya.

Bila tak bisa lepas dari nasi, pilih nasi merah atau nasi hitam. Nasi putih boleh, tetapi dikurangi porsinya dan lebih baik yang sudah dingin karena kandungan gulanya lebih rendah.

Satu lagi yang perlu diperhatikan adalah konsumsi gula. Samuel mengatakan bahwa konsumsi gula per hari yang disarankan adalah 40 gram gula pasir.

"Sebaiknya jangan sentuh gula, sebab sekali makan gula, mulut menjadi manis dan terasa enak. Ada kepuasan, lalu jadi ketagihan. Gula bisa didapatkan dari buah, sehingga tidak butuh tambahan lagi," tambahnya.

Tip diet dari Samuel yang paling penting adalah mengubah pola hidup, mengubah kebiasaan, untuk tetap makan lengkap agar gizi terpenuhi.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR