Makan malam telat bisa memicu serangan jantung

Makan malam dua jam sebelum tidur bisa membuat tubuh dalam kondisi "waspada" dan membuat tekanan darah tidak turun dalam semalam. Inilah yang menyebabkan risiko serangan jantung meningkat.
Makan malam dua jam sebelum tidur bisa membuat tubuh dalam kondisi "waspada" dan membuat tekanan darah tidak turun dalam semalam. Inilah yang menyebabkan risiko serangan jantung meningkat. | Andrey Popov/Shutterstock

Masyarakat perkotaan biasanya masih berada di jalan pada pukul tujuh malam karena kemacetan parah saat pulang dari tempat kerja. Akibatnya, makan malam pun sering telat. Padahal, makan malam setelah pukul tujuh meningkatkan risiko serangan jantung.

Makan malam dua jam sebelum tidur bisa membuat tubuh dalam kondisi "waspada" dan membuat tekanan darah tidak turun dalam semalam. Inilah yang menyebabkan risiko serangan jantung meningkat.

Para ahli merekomendasikan orang dewasa untuk makan malam sebelum pukul tujuh malam agar tubuh beristirahat. Selain itu para ahli juga mengingatkan bahwa telat makan malam lebih merugikan jantung daripada makan garam terlalu banyak.

Para ahli jantung di Dokuz Eylul University di Turki telah meneliti lebih dari 700 lelaki dan perempuan yang menderita tekanan darah tinggi untuk mengetahui bagaimana dampak perbedaan waktu makan malam terhadap kesehatan mereka.

Ternyata makan malam telat memberi dampak paling nyata terhadap tekanan darah pada malam hari. Orang yang makan malamnya telat cenderung tidak bisa turun tekanan darahnya dalam semalam.

Pada orang normal, tekanan darah seharusnya turun 10 persen saat orang sedang tidur. Namun, sekitar 25 persen orang yang makan malamnya telat tidak mengalami penurunan tekanan darah dalam semalam.

Makan malam telat juga akan memicu produksi hormon stres seperti adrenalin dan bisa juga memengaruhi ritme sirkadian.

Orang yang tidak makan pagi juga cenderung tidak turun tekanan darahnya meskipun dampaknya tidak separah orang yang telat makan malam.

Dr Ebru Ozpelit, profesor ilmu jantung dari Turki mengatakan kepada The Independent bahwa kehidupan modern dan cahaya buatan telah membuat manusia mengundurkan jam makan malam sehingga membuat jadwal makan malam tak menentu.

Dalam forum European Society of Cardiology Congress di Roma, Ozpelit mengatakan bahwa kita harus menentukan frekuensi ideal dan wktu makan malam karena cara kita makan sama pentingnya dengan apa yang kita makan.

Sementara itu, profesor Peter Weissberg, direktur medis di British Heart Foundation kepada Telegraph mengatakan, beberapa orang yang hipertensi memiliki tekanan darah yang tetap tinggi sepanjang malam, sehingga berisiko tinggi mengalami komplikasi. Menurutnya, penelitian ini menunjukkan bahwa makan larut malam dapat memicu gagalnya mengurangi tekanan darah di malam hari.

"Masih perlu penelitian lebih lanjut untuk mengkonfirmasi hasil pengamatan. Tapi ingat, makan di awal malam dapat membantu orang untuk mengendalikan tekanan darah mereka," tutur Weissberg.

Sementara itu menurut Evelyn Tribole, penulis buku Eating on the Run, pasokan glukosa pada otak menjadi terganggu dalam waktu 4-6 jam sejak jam makan terakhir.

Saat pasokan level glukosa rendah, berarti tubuh jadi kurang efisien untuk menjalankan fungsi normalnya. Ujungnya Anda akan mulai merasa mudah lelah, lesu, dan jadi murung. Karena, gula darah yang rendah mempengaruhi memori, konsentrasi dan juga kinerja mental atau fisik.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR