POLA MAKAN

Makanan tepat untuk penderita asam urat

Asam urat
Asam urat | ThamKC /Shutterstock

Penyakit asam urat bisa terjadi pada siapa saja dan berdampak pada sendi lutut, pergelangan kaki, telapak kaki, jempol kaki, bahkan sampai ke area tangan.

Selain melakukan pengobatan, penderita asam urat juga wajib mengikuti pola makan khusus untuk mengatasi kondisinya.

Secara keseluruhan, pola makan dapat membantu kondisi asam urat. Ini termasuk mencapai berat badan sehat dan kebiasaan makan yang baik, menghindari beberapa makanan berpurin tinggi, mengonsumsi makanan yang dapat mengontrol kadar asam urat, dan mengikuti aturan makan sehat dalam porsi sedang.

Kelebihan berat badan meningkatkan risiko mengembangkan asam urat, maka menurunkan berat badan juga dapat menurunkan risiko asam urat.

Mengurangi jumlah kalori, bahkan tanpa membatasi purin, dapat menurunkan kadar asam urat dan mengurangi jumlah serangan asam urat.

“Menurunkan kadar asam urat Anda melalui diet dapat membantu mengelola penyakit dengan lebih efektif. Karena serangan umumnya dapat berlangsung hingga lima hari," kata Tan York Kiat, konsultan dari departemen Rheumatology and Immunology di Singapore General Hospital.

Ada beberapa makanan yang sebaiknya dihindari penderita asam urat. Jika Anda rentan terhadap serangan asam urat mendadak, hindari makanan purin tinggi, yaitu makanan yang mengandung lebih dari 200 miligram purin per 100 gram dan makanan tinggi fruktosa.

Makanan purin tinggi bisa ditemukan pada daging, sapi, daging burung, daging rusa, ikan makerel, tuna, teri, sarden, kerang, kepiting, udang, lobster, minuman dan makanan manis, tambahan gula, dan ragi.

Untuk daging, hindari juga bagian organ seperti hati atau ginjal yang tinggi lemak jenuh. Anda juga sebaiknya menjauhi alkohol.

Selain itu, karbohidrat olahan seperti roti putih dan kue kering harus dihindari. Meskipun tidak tinggi purin atau fruktosa, mereka rendah nutrisi dan dapat meningkatkan kadar asam urat.

Mengapa makanan berpurin tinggi harus dihindari? Sebab dapat menghasilkan asam urat yang diolah di organ hati. Kemudian, asam urat masuk ke aliran darah, lalu disaring oleh ginjal, dan dikeluarkan melalui urine.

Makanan tinggi purin adalah makanan bersumber dari hewan maupun tumbuhan yang dapat menghasilkan asam urat yang diolah di organ hati. Asam urat akan memasuki aliran darah, lalu disaring oleh ginjal, dan dikeluarkan melalui urine.

Ketika banyak purin masuk ke dalam tubuh, dapat terjadi kenaikan kadar asam urat atau terjadinya penumpukan di dalam darah. Tingginya kadar asam urat bisa menyebabkan rasa sakit akibat terbentuknya kristal asam urat pada persendian.

Ketika mengalami asam urat, ada beberapa gejala yang mungkin dirasakan, seperti bengkak dan rasa sakit yang tajam pada malam hari pada bagian lutut, pergelangan kaki, atau sendi-sendi jari kaki.

Anda perlu makan lebih banyak buah-buahan, sayuran dan biji-bijian utuh, yang menyediakan karbohidrat kompleks.

Hindari makanan dan minuman dengan sirup jagung fruktosa tinggi, dan batasi konsumsi jus buah manis alami.

Jangan lupa menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan banyak minum air. Selain itu, kurangi lemak jenuh dari daging merah, unggas berlemak, dan produk susu tinggi lemak.

Sebaiknya, fokus pada daging dan unggas tanpa lemak, susu rendah lemak, dan kacang sebagai sumber protein.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR