RINGKASAN SEPEKAN

Manfaat terapi urine dan 4 berita lain

Benarkah terapi urine bermanfaat dan 4 berita lain
Benarkah terapi urine bermanfaat dan 4 berita lain | Robotorial /beritagar.id

Ada lima kabar dalam ringkasan sepekan seputar gaya hidup kali ini. Mulai dari manfaat terapi urine, potensi bahaya makan durian, risiko minum teh pada kehamilan, hingga kanker darah pada usia paruh baya, serta persekusi dan pola asuh.

Berikut adalah ringkasan lima berita populer dalam sepekan :

Benarkah terapi urine bermanfaat?

Ilustrasi terapi urine.
Ilustrasi terapi urine. | Doro Guzenda /Shutterstock

Bagi sejumlah orang, terapi urine dengan cara meminum atau mengaplikasikannya di bagian luar tubuh punya manfaat besar bagi kesehatan dan kecantikan. Benarkah demikian?

Selebritas Vicky Burki yang tetap sehat dan bugar di usia 53 tahun adalah salah satu orang yang rutin melakukan terapi urine.

Sebagai vegetarian, ia mengaku meminum air kencingnya sendiri setiap pagi selama sepuluh tahun terakhir demi mengoptimalkan kesehatan sekaligus menjaga tubuh tetap ideal.

Meski begitu, ia tak memungkiri manfaat terapi urine tak sama bagi semua orang, dan tergantung cara berpikir orang tersebut.

Di dalam urine terkandung produk limbah berupa garam dan mineral pekat sehingga pasti memberatkan kerja ginjal jika diminum kembali. Ini juga mendorong orang mengalami dehidrasi.

Lantas, jika berbahaya, kenapa terapi urine mengetren dan diakui bermanfaat? Monica Schadlow, M.D., seorang dokter kulit bersertifikat di Manhattan Dermatology and Cosmetic Surgery, mengatakan, orang cenderung tertarik dengan terapi urine karena mereka mencari pilihan perawatan yang lebih alami.

Baca selengkapnya di sini.

Siswa persekusi guru, pola asuh dan lemahnya pendidikan

Ilustrasi kekerasan.
Ilustrasi kekerasan. | SvetaZi /Shutterstock

Kasus siswa persekusi guru kembali terjadi. Terlepas dari faktor psikologis dan psikososial yang mendorong anak berlaku demikian, mungkinkah ini akibat kelalaian orang tua maupun pendidik?

Di Gresik, Jawa Timur, seorang siswa berinisial AA (15) melakukan persekusi terhadap gurunya, Nur Kalim lantaran ditegur saat merokok di kelas. AA yang tersinggung berulah di kelas. Bahkan berani mencengkeram kerah baju Kalim.

Meski Kalim yang mengaku merasa dilecehkan berhasil meredam kemarahannya, kejadian itu telanjur direkam oleh salah satu teman AA hingga video tersebut menjadi viral.

Saat dimediasi oleh kepolisian, AA didampingi orang tuanya minta maaf dan sempat mencium kaki Kalim. Ia menangis dan berjanji tak mengulangi perbuatannya.

Baca selengkapnya di sini.

Kapan makan durian bisa berbahaya

Ilustrasi makan durian.
Ilustrasi makan durian. | Surie /Shutterstock

Ada sejumlah kondisi yang ternyata bisa membuat makan durian menjadi berbahaya. Kapan tepatnya, mari menyelisik.

Secara umum, spesialis gizi Dr. Inge Permadhi Sp.GK. mengatakan bahwa durian bisa sangat berbahaya jika dikonsumsi berlebihan.

Ia menerangkan, meskipun durian terasa enak dan sarat nutrisi bermanfaat, di dalamnya terkandung kalori tinggi. Tergantung ukurannya, satu buah durian mengandung 800-1.500 kalori, Jika Anda mengonsumsi sekitar tiga sampai empat daging buah berukuran sedang hitungannya bisa mencapai 150 kalori.

Baca selengkapnya di sini.

Kanker darah pada usia paruh baya

Ilustrasi pasien kanker paruh baya.
Ilustrasi pasien kanker paruh baya. | Sasirin pamai /Shutterstock

Ada sekitar 150 jenis spesifik kanker darah yang telah dikenali. Risiko terkena kanker darah diketahui akan meningkat seiring pertambahan usia.

Pada usia 50 tahun atau lebih, kategori kanker darah yang paling sering didiagnosis adalah leukemia. Lebih spesifik, situs Dana Farber Cancer Institute juga menyebut lima jenis kanker darah yang umum didiagnosis pada usia paruh baya.

Kanker darah merupakan sebutan untuk berbagai jenis kanker yang menyerang jaringan pembentuk darah, di mana sumsum tulang tidak dapat menghasilkan sel darah normal yang sehat sehingga sistem kekebalan tubuh menurun.

Baca selengkapnya di sini.

Teh dan risiko pada kehamilan

Ilustrasi: Ibu hamil dan konsumsi teh
Ilustrasi: Ibu hamil dan konsumsi teh | Dasha Petrenko /Shutterstock

Dalam penelitian baru mengungkapkan bahwa minum teh dapat berdampak pada kesehatan janin di dalam kandungan. Penelitian yang dilakukan oleh dokter Ling-Wei Chen dari University College Dublin (UCD) menunjukkan hubungan yang konsisten antara kandungan kafein dalam kopi atau teh dan hasil kelahiran yang buruk.

Hasil penelitian yang dimuat dalam The American Journal of Clinical Nutrition ini menemukan bahwa kelompok konsumsi kafein tertinggi memiliki risiko dua kali lebih tinggi untuk melahirkan bayi dengan berat lahir rendah yang tidak normal atau usia kehamilan pendek saat kelahiran.

Peneliti kemudian mencocokkan ini dengan catatan rumah sakit dari anak-anak perempuan yang baru lahir untuk mendapatkan informasi tentang ukuran kelahiran dan usia kehamilan saat mereka dilahirkan.

Baca selengkapnya di sini.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR