KESEHATAN

Masalah kesehatan yang dapat terjadi pada pusar

Pusar
Pusar | Charnsitr /Shutterstock

Pusar merupakan bagian tubuh yang ukurannya kecil. Jadi, tak heran jika sebagian orang acap kali melupakan kebersihannya.

Anda harus tahu bahwa pusar yang tidak dibersihkan dengan benar dapat menimbulkan infeksi karena menjadi sarang bakteri.

Pasalnya, pusar merupakan pusat berkumpulnya bakteri, keringat, sabun, kotoran, dan debu.

Menurut penelitian dalam PLoS One, pusar rata-rata mengandung 67 jenis bakteri sehingga membersihkannya secara teratur wajib dilakukan.

Bila Anda mengabaikan kebersihannya, bukan tidak mungkin dapat memicu infeksi bakteri, seperti merah, gatal, nyeri, serta keluar cairan yang berbau tidak sedap.

Ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan masalah pada pusar, serta dapat menjadi gejala adanya masalah kesehatan lain, seperti berikut ini:

Sebaceous cyst

Sebaceous cyst adalah benjolan pada kulit pusar yang tumbuh perlahan dan bergerak ketika disentuh. Anda mungkin mendapatkannya jika sesuatu menghalangi kelenjar atau mengiritasi area sekitar rambut (folikel).

Kondisi ini biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi Anda mungkin mencium bau busuk jika kista mengering.

Urachus

Sebelum lahir, kandung kemih Anda terhubung ke pusar melalui saluran urachus, tetapi umumnya menghilang ketika lahir. Anda mungkin tidak melihatnya, tetapi jika benar-benar terbuka, pusar Anda mungkin basah, bahkan bocor. Untuk mengatasi kondisi ini, Anda akan memerlukan operasi.

Candidasis

Anda pun bisa terkena candidasis karena jamur candida tumbuh subur di tempat gelap, hangat, lembab seperti pusar. Candidasis menyebabkan ruam kulit kering, gatal, dan bengkak. Kondisi ini lebih mungkin terjadi pada ibu hamil, kegemukan, atau minum antibiotik.

Radang usus kronis

Radang usus kronis umumnya memengaruhi usus kecil atau usus besar. Penyakit ini bisa menyebabkan rasa sakit yang parah hingga kram pada belakang pusar.

“Tetapi ketika membuat diagnosis radang usus kronis, itu tidak pernah dibuat hanya berdasarkan adanya sakit perut. Anda membutuhkan gejala lain, termasuk diare parah, kelelahan, dan penurunan berat badan,” kata Elana Maser, M.D., asisten profesor gastroenterologi di Fakultas Kedokteran Icahn di Gunung Sinai.

Gangguan pencernaan

Saat pusar terasa sakit bisa jadi adalah masalah gangguan pencernaan. Kata Elana, gangguan pencernaan paling sering dirasakan di atas pusar. Makanan berlemak, makanan yang digoreng, dan makanan pedas adalah pemicu gangguan pencernaan yang paling umum.

Radang usus buntu

Selain itu, sakit pada area sekitar pusar bisa jadi tanda radang usus buntu. Menurut Johns Hopkins Medicine, sekitar satu dari setiap 1.000 orang Amerika dipengaruhi oleh radang usus buntu, atau radang usus buntu, dan gejala pertama sering sakit di sekitar pusar.

Membersihkan pusar dengan tepat

Sama seperti bagian tubuh lain, pusar juga harus dibersihkan untuk menghilangkan kuman serta mencegah penumpukan kulit mati, keringat, dan minyak yang diproduksi tubuh secara alami

Gunakanlah air hangat dan sabun yang lembut. Bersihkan pusar dengan waslap, kemudian bilas dengan air hangat, lalu keringkan pusar dengan handuk untuk memastikan tidak ada air yang tertinggal.

Mandi secara teratur pun membantu mencegah masalah kulit dan bau, termasuk pada pusar. Jika Anda melakukan aktivitas yang berkeringat, misalnya, dalam cuaca panas atau setelah berolahraga, diperlukan untuk membersihkan pusar setelahnya.

Anda bahkan bisa menggunakan alkohol untuk membersihkan pusar. Caranya dengan celupkan kapas ke alkohol, kemudian gosok dengan lembut ke dalam pusar. Jika kapas telah kotor, ganti dengan yang baru. Kemudian, bersihkan sisa alkohol dengan air bersih dan keringkan.

Jika setelah mandi Anda terbiasa menggunakan losion, sebaiknya jauhkan dari pusar karena kelembapan dari produk tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri dan membuat pusar Anda kotor lagi.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR