KESEHATAN PEREMPUAN

Masalah tiroid dan gejalanya pada perempuan

Tiroid
Tiroid | Emily frost /Shutterstock

Untuk memastikan kesehatan secara keseluruhan, Anda butuh perhatian lebih pada tiroid, kelenjar kecil berbentuk kupu-kupu di leher. Tiroid menghasilkan hormon untuk mengatur bagaimana sel, organ, jaringan, juga kelenjar Anda menggunakan oksigen dan energi.

Mengapa tiroid perlu diperhatikan? Sebab, segala sesuatu dalam tubuh manusia bergantung pada hormon tiroid, termasuk pencernaan, pertumbuhan rambut dan kuku, dorongan seksual, serta fungsi organ dan kelenjar.

Otak, jantung, dan metabolisme pun sangat bergantung pada kadar hormon tiroid yang tepat untuk berfungsi dengan baik.

Ketika kelenjar ini tiba-tiba tidak mengeluarkan cukup hormon tiroid (hipotiroidisme) atau ketika melepaskan terlalu banyak (hipertiroidisme), bisa menyebabkan beberapa masalah kesehatan, terutama jantung.

Penyakit tiroid, dijelaskan AloDokter.com, adalah berbagai gangguan yang terjadi pada kelenjar tiroid. Selain hipertiroidisme dan hipotiroidisme, jenis penyakit tiroid yang umum adalah gondok, nodul tiroid, hashimoto, hingga kanker tiroid.

Kanker tiroid bisa membuat orang mengalami sensitivitas pada area leher, kelenjar getah bening membengkak di leher, perubahan suara, sulit menelan dan bernapas, nyeri leher dan tenggorokan, serta satu sisi leher mungkin jadi lebih besar dari yang lain.

Meski siapapun bisa mengalami masalah tiroid, perempuan lebih berisiko, perempuan lima hingga delapan kali lebih mungkin memiliki masalah tiroid dibandingkan laki-laki.

Agar lebih waspada, perempuan perlu mengenali berbagai gelaja yang berhubungan dengan masalah tiroid, seperti dipaparkan Women'sHealth berikut ini.

Perubahan berat badan

"Tiroid yang kurang aktif memperlambat semua fungsi tubuh Anda, termasuk metabolisme Anda," kata Valentina Rodriguez, endokrinologis di NYU Langone Health.

Ketika mengalami hipertiroidisme, Anda bisa mengalami penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan. "Banyak perempuan tidak ingin dirawat karena penurunan berat badan akibat hipertiroidisme adalah hal baik. Namun, mereka perlu mendapatkan perawatan. Kelebihan hormon sangat sulit bagi tubuh, terutama jantung."

Tekanan darah tidak normal

Hormon tiroid selalu berhubungan dengan jantung dan memengaruhi seberapa cepat atau lambatnya detak jantung. Dengan hipotiroidisme, detak jantung Anda akan lebih lambat dari biasanya, yang memengaruhi sejumlah organ dan fungsi tubuh lain.

Pada hipertiroidisme, sebaliknya, denyut jantung Anda menjadi lebih cepat. "Situasi ini dapat menyebabkan gagal jantung," kata Rodriguez.

Perubahan suasana hati

Hipotiroidisme dapat memengaruhi cara kerja otak dan suasana hati Anda. Bahkan, berisiko membuat Anda depresi. Sedangkan pada hipertiroidisme, menyebabkan seseorang jadi mudah cemas dan tersinggung.

Kedua gangguan ini sama-sama dapat membuat Anda merasa lepas kendali secara mental dan emosional. Bila masalah ini mulai terasa mengganggu, segera cari bantuan dari ahli kesehatan mental.

Perubahan rambut dan kulit

Kondisi hipotiroidisme menyebabkan rambut dan kulit menjadi kering. Jika tiba-tiba Anda jadi butuh lebih banyak pelembap atau rambut mendadak rapuh dan rontok, itu bisa menjadi tanda hipotiroidisme.

Mata bengkak atau kering

Bila terjadi gangguan autoimun yang menyebabkan hipertiroidisme, ini dapat menyebabkan beberapa perubahan pada penglihatan, mata bengkak, iritasi, dan kering. Jika mata Anda tampak kering dan bengkak, tetapi tidak ada penyebab seperti alergi atau obat-obatan, segera konsultasikan dengan dokter.

Infertilitas

Tanda lain masalah tiroid ialah ketika Anda tidak berhasil dalam program hamil. Anda mungkin sudah stres dan sibuk, tetapi tetapi ketidaksuburan bisa menjadi tanda masalah mendasar lain seperti penyakit tiroid.

Pemeriksaan tiroid

Bila mengalami gejala di atas, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan perawatan tepat guna, serta tidak membuat kondisinya lebih parah dan lebih sulit diobati.

Pemeriksaan biasanya berupa tes darah dan tes citra untuk mengevaluasi lebih lanjut ukuran, bentuk, dan fungsi kelenjar tiroid. Tes-tes ini termasuk radioactive iodine uptake (RAI-U), CT scan, magnetic resonance imaging (MRI), dan ultrasound.

Biopsi fine needle aspiration (FNA) pun mungkin saja dilakukan ketika nodul tiroid dianggap mencurigakan dan perlu diuji untuk kemungkinan kanker tiroid.

BACA JUGA