Meghan Markle dituding langgar sejumlah protokol kerajaan

Pangeran Harry dan Meghan Markle saat mengunjungi Terrence Higgins Trust World AIDS Day di Nottingham Contemporary, Britania, 1 Desember 2017.
Pangeran Harry dan Meghan Markle saat mengunjungi Terrence Higgins Trust World AIDS Day di Nottingham Contemporary, Britania, 1 Desember 2017.
© Nigel Roddis /EPA

Pangeran Harry baru saja menggelar jumpa pers dan menceritakan bahwa dirinya melamar sang kekasih Meghan Markle pada awal November di kediamannya, Nottingham Cottage di Kensington Palace, London, Inggris.

Berita ini langsung membuat nama Markle yang seorang aktris Hollywood kian jadi sorotan. Masyarakat dan media mencari tahu siapa, dari mana, hingga apa yang dilakukan Markle sehari-harinya.

Perhatian ini pun tak luput dari penilaian soal busana hingga cara Markle bertingkah laku. Buktinya, belum juga resmi menjadi bagian dari Kerajaan Britania Raya, Meghan Markle sudah dituding melanggar sejumlah protokoler kerajaan.

Pertama, yang membuat heboh ialah tas yang dikenakannya saat menghadiri Terrence Higgins Trust World AIDS Day di Nottingham Contemporary, Britania, Jumat (1/12/2017). Tas berjenis tote ini merupakan keluaran rumah mode asal Edinburgh, Strathberry dengan jenis Tricolor Midi tote.

Penampilannya pun langsung dinilai banyak pihak sebagai pelanggaran. Menurut pakar etika William Hanson kepada Daily Mail, hal tersebut tak biasa dilakukan oleh bangsawan Inggris pada umumnya.

"The Duchess of Cambridge (Kate Middleton) akan memilih untuk tak bersalaman dengan orang-orang tertentu, tapi ada cara untuk menutupi kecanggungan seperti yang biasa dilakukan Sang Ratu dan anggota keluarga lainnya, yakni dengan mengenakan tas bermodel clutch tanpa tali," jelasnya.

Hal tersebut rupanya sudah menjadi aturan, bahwa Anda tak boleh mengulurkan tangan kepada anggota keluarga kerajaan--baik yang keturunan langsung atau mereka yang menikah dengan anggota keluarga kerajaan--kecuali mereka lebih dulu mengulurkannya kepada Anda.

Ini lah yang menjadi alasan Putri Diana dan Ratu Elizabeth nyaris tak pernah lepas dari tas kecil yang selalu dipegangnya dengan kedua tangan.

Sementara, tas totte yang dikenakan Markle membuatnya mau tak mau mesti menyalami setiap orang.

Meskipun begitu, sesaat setelah Markle terlihat mengenakannya tas ini dikabarkan habis terjual dalam waktu 11 menit saja.

Selain pakaian, Meghan Markle pun diituding melanggar aturan tak tertulis soal berperilaku di hadapan publik. Misalnya saja soal kebiasaannya menyilangkan kaki ketika duduk.

Menurut pernyataan Ahli Etika Beaumont Myka Meier seperti ditulis Elle, posisi kaki yang tepat bagi keluarga kerajaan ketika duduk ialah dengan merapatkan kedua kaki atau sedikit menyilangkan bagian pergelangan.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi agar ketika para juru foto mengambil gambar, tak ada bagian tubuh yang tak diinginkan terlihat di sana.

Kebiasaan mengenakan stocking yang dilakukan anggota keluarga kerajaan lainnya pun belum pernah terlihat dilakukan oleh Markle.

Selain itu, kemesraan perempuan berusia 36 tahun tersebut dan Pangeran Harry pun sempat menuai banyak kritik. Sebabnya, sebagai anggota keluarga kerajaan, Pangeran Harry tak semestinya menampakkan kemesraan di hadapan publik.

Pilihan Meghan Markle dalam bidang politik pun kini sedang menjadi perdebatan. Aktris asal California, Amerika Serikat ini diketahui merupakan seorang pendukung Hillary Clinton.

Ia dengan tegas pernah mengunggah sebuah foto yang meminta agar para perempuan ikut menyuarakan aspirasinya.

Dalam wawancaranya dengan The Guardian, Robert Lacey, seorang sejarawan dan penulis biografi sang Ratu mengatakan, "Hal ini bisa jadi sumber masalah di bulan-bulan dan tahun mendatang baginya. Saya tak dapat membayangkan Ratu harus segera menyembunyikan Meghan ketika Trump datang berkunjung."

Ya, seorang anggota keluarga Kerajaan Inggris diharauskan memiliki pandangan politik yang cenderung netral.

Markle pun disarankan oleh para ahli etika harus lebih banyak mempelajari aturan yang berlaku di kerajaan.

Namun, pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan Markle dinilai tak jauh beda dengan yang kerap dilakukan sang kekasih.

Sedari dulu, Pangeran Harry juga kerap tertangkap kamera melakukan hal-hal yang tak lazim dilakukan anggota keluarga kerajaan lainnya. Misalnya saat tertangkap kamera mengenakan baju Nazi sebagai atribut pesta pada 2005.

Lalu saat Harry bertelanjang dada saat liburan, hingga saat dirinya tak mencukur kumis dan janggut dalam acara Remembrance Sunday Service awal bulan ini.

Banyak yang menyebut pasangan yang akan menikah Mei 2018 ini sebagai pemberontak. Namun, NY Times memprediksi Markle justru akan mencetak sejarah baru.

MUAT LAGI
x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.