Memahami prinsip investasi reksa dana

MITRA: smart-money.co
Ilustrasi
Ilustrasi | Sergey Nivens /Shutterstock

Reksa dana merupakan salah satu instrumen investasi yang bisa kamu pilih. Instrumen investasi ini bisa memberikan imbal hasil lebih besar dari produk standar perbankan seperti tabungan.

Reksa dana punya beragam jenis, imbal hasil dan risiko. Bila kamu berencana masuk ke reksa dana untuk menambah portofolio investasi, ada baiknya kamu memahami aturan main yang ada agar tujuan keuanganmu bisa tercapai.

Direktur Panin Asset Management Rudiyanto memberikan lima prinsip dasar reksa dana yang wajib kamu ketahui seperti dilansir Kontan. Pertama, spesifik. Dalam investasi reksa dana, tentukan tujuan keuangan secara jelas.

Demikian, kamu bisa tahu persis alasan investasi dan kapan saatnya untuk berhenti ketika tujuan keuangan tercapai. Tujuan keuangan spesifik misalnya mempersiapkan dana pensiun, sekolah anak, atau membeli rumah, kendaraan, hingga naik haji.

Kedua, terukur. Jika sudah mengetahui tujuan keuangan yang spesifik, kamu bisa lebih mudah menentukan nilainya. Perencana keuangan independen Pandji Harsanto menyarankan, formulasikan tujuan keuangan dalam bentuk angka nominal.

Misalnya, tujuan keuanganmu adalah menyiapkan dana pendidikan anak masuk sekolah dasar (SD). Kamu harus tahu besaran dana tersebut, misalnya Rp20 juta. Demikian, tujuan keuangan menjadi.

Ketiga dan keempat, dapat dicapai dan relevan. Prinsip ini untuk melihat apakah tujuan keuangan yang ingin kamu capai cukup realistis dan relevan jika dilihat dari kondisi keuangan saat ini maupun hasil investasi yang berlaku sekarang.

Pandji menyarankan, ada beberapa skenario. Misalnya, tujuan keuangan membeli kendaraan. Untuk skenario optimistis, kamu bisa mematok target Rp500 juta. Sementara untuk skenario konservatif, target perolehan Rp250 juta.

Dari skenario tersebut, sesuaikan dengan kondisi keuangan saat ini. Misalnya, dari penghasilan Rp10 juta sebulan, alokasikan 30 persen untuk investasi 30 persen. Demikian, tujuan keuangan menjadi relevan dan bisa dicapai.

Kelima, jangka waktu. Jangka waktu adalah komponen terpenting tujuan keuangan. Selain menentukan jenis reksa dana pilihan, jangka waktu juga berpotensi menyebabkan perubahan pada nilai tujuan keuangan karena adanya inflasi.

Jangka waktu juga akan menentukan nilai investasi yang harus kamu penuhi. Misalnya, bila ingin menyiapkan dana kuliah anak 10 tahun ke depan. Bila saat ini biaya kuliah mencapai Rp500 juta dan asumsi inflasi 10 persen per tahun, maka kebutuhan dana 10 tahun ke depan adalah Rp1,3 miliar.

Melalui asumsi imbal hasil reksa dana saham sebesar 20 persen per tahun, maka investor harus berinvestasi Rp3,8 juta per bulan selama 10 tahun agar tujuan keuangan tercapai. Nah, jika jangka waktu tujuan keuangan adalah 15 tahun, kebutuhan investasi berubah menjadi Rp2,08 miliar dengan asumsi inflasi tetap 10 persen.

Sedangkan kebutuhan investasi per bulan untuk mencapai target menjadi sebesar Rp2,18 juta. Semoga membantu.

MITRA: smart-money.co
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR