Memahami standar kualitas air minum dalam kemasan

SPONSOR: AQUA
Air minum dalam kemasan.
Air minum dalam kemasan. | author /AQUA

Belakangan, penggunaan air kemasan di Indonesia semakin tinggi. Berdasarkan data yang Beritagar.id dapat dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), pada 2005 jumlahnya hanya 4,1 persen dari total keseluruhan konsumsi rumah tangga di Indonesia. Pada 2017, angka tersebut meningkat menjadi 42,8 persen.

Air minum dalam kemasan (selanjutnya disingkat AMDK) memang lebih praktis daripada air pompa, sumur, dan mata air lainnya, tapi apakah lebih sehat?

Yang jelas, produk AMDK yang beredar di pasar Indonesia harus sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan mendapat izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Dilansir dari situs resmi Kemenperin, penyusunan SNI untuk produk AMDK dilakukan oleh Komite Teknis yang terdiri dari berbagai pemangku kepentingan, meliputi pihak pemerintah, akademisi atau ahli termasuk di bidang keamanan pangan, masyarakat, hingga produsen.

Hasilnya adalah Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 78 tahun 2016, terdiri dari 44 parameter persyaratan air bersih yang digunakan sebagai bahan baku AMDK.

Parameter-parameter itu terbagi dalam lima kategori utama yaitu fisika (6 parameter), kimia (17 parameter), kimia organik (18 parameter), mikro biologik (1 parameter), dan radio aktivitas (2 parameter).

Jika merunut SNI, diperlukan tes laboratorium untuk mengukur kadar air bersih. Meski begitu, ada dua parameter yang bisa Anda cermati sendiri tanpa harus uji lab. Air minum yang berkualitas baik tidak memiliki rasa dan pastinya tidak mengeluarkan bau. Selain itu, tentu saja air juga harus jernih dan tidak berwarna.

Bicara tentang produk AMDK di Indonesia rasanya tak lengkap tanpa jenamanya yang sudah mendunia yaitu AQUA. Perusahaan yang berdiri sejak 1973 ini melakukan pengawasan mutu berupa lebih dari 400 parameter pengecekan.

AQUA berusaha menjaga kemurnian produk mulai dari sumber mata air hingga kontrol kualitas di pasar. Seluruh rangkaian proses yang dimulai dari sumber air, kemasan, sampai pengisian dilakukan dalam sistem integrasi yang tak terputus, tanpa menggunakan bahan kimia pemurni air.

Proses produksi dilakukan secara otomatis, sehingga membuat produk AQUA lebih terjaga kebersihannya mulai dari proses filterisasi, hingga pengisian air dan pengemasan.

Semuanya sesuai dengan standar yang telah ditetapkan 7 lembaga internasional. Tentu saja label SNI dari BPOM dan Kemenperin juga dimiliki oleh AQUA.

Selain itu, pengalaman di bidang air mineral selama lebih dari 45 tahun membuat AQUA dapat memastikan semua kebaikan alam tetap terjaga dalam tiap tetes airnya.

Sumber air AQUA sudah terfiltrasi secara alami karena berasal dari lapisan tanah dalam, yaitu lapisan pembawa air yang terlindung oleh lapisan kedap air, sehingga air terhindar dari kontaminasi dan lebih bersih daripada sumber air lainnya seperti air tanah dangkal dan air permukaan.

Dengan mengonsumsi air mineral dalam kemasan yang diproses secara baik dan benar, maka Anda menikmati air minum yang aman dengan kesegaran seperti langsung dari sumbernya.

SPONSOR: AQUA
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR