KESEHATAN

Memanfaatkan salak untuk kecantikan dan kesehatan tubuh

Salak
Salak | Room's Studio /Shutterstock

Salak ternyata tak hanya enak dikonsumsi, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk perawatan kesehatan sekaligus kecantikan. Salah satunya untuk bahan kosmetik antipenuaan dini.

Hal tersebut dibuktikan oleh lima mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Brawijaya Malang yang melakukan penelitian terhadap biji salak untuk bantu atasi penuaan dini. Kini, penelitian ini sedang ikut serta dalam sebuah kompetisi di Thailand.

Kata salah satu anggota tim peneliti, Daniel Matin AG, di dalam biji salak ada kandungan polifenol yang berkhasiat sebagai antioksidan untuk mencegah penuaan dini dengan cara menekan radikal bebas akibat sinar ultraviolet matahari dan mencegah penurunan kolagen.

"Proses pembuatan diawali dengan pengumpulan bahan baku, yaitu biji salak. Biji salak dikeringkan dengan oven pada suhu tinggi untuk mengurangi kadar air sehingga diperoleh serbuk biji salak yang lebih efektif diekstraksi. Biji salak kering dihancurkan hingga menjadi serbuk kemudian dimaserasi," jelas Daniel.

Sebelumnya, ada proses memisahkan ampas dan filtrat untuk didapat ekstrak cair biji salak. Kemudian, ekstrak cair tersebut diolah lagi untuk didapatkan ekstrak yang lebih kental dan melewati proses lain sampai menjadi serum dengan partikel berukuran nano.

"Alasan dibuat sediaan antipenuaan dalam bentuk serum dikarenakan serum memiliki basis air yang lebih sesuai dengan cairan di tubuh sehingga lebih mudah menembus ke dalam lapisan kulit," katanya.

Mengonsumsi salak untuk kesehatan

Sementara hasil penelitian terhadap salak belum bisa diaplikasikan saat ini, Anda bisa lebih mudah mengonsumsi salak secara langsung dan mendapatkan banyak manfaat dari buah asam manis ini.

Salak termasuk buah kaya nutrisi, meliputi serat, protein, kalium, zat besi, kalsium, fosfor, vitamin C, dan vitamin A, serta berbagai antioksidan.

Berkat mineral dan bahan aktif dalam buah ini, seperti kalium, beta-karoten, dan pektin, salak mampu meningkatkan aliran darah ke otak, yang dapat meningkatkan kognisi dan meningkatkan daya memori. Beta-Karoten pun dapat membantu mencegah penyakit tertentu seperti penyakit kardiovaskular, strok, bahkan kanker.

Salak yang dikenal dengan sebutan memory fruit dapat membantu menghilangkan stres oksidatif dan menurunkan risiko penyakit neurodegeneratif. Sedangkan vitamin A dalam salak pun bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata.

Buah ini juga kaya vitamin C. Bila Anda mengonsumsinya sebanyak 100 gram, Anda akan dapat 14 persen dari nilai harian vitamin C yang dibutuhkan. Selain itu, salak juga mengandung banyak zat besi yang akan membebaskan diri dari kelelahan kronis dan anemia.

Di sisi lain, kalsium dalam salak berperan dalam meningkatkan kesehatan tulang dan memperkuat kepadatan tulang.

Kandungan fosfor di dalamnya pun penting dalam meningkatkan kesehatan tubuh, seperti mendorong pembentukan protein, keseimbangan hormon, dan proses perbaikan sel.

Apakah Anda tengah menjalani program menurunkan berat badan? Salak bisa jadi alternatif buah yang bisa dikonsumsi karena kandungan serat dan antioksidan yang tinggi. Apalagi salak juga terdiri dari kalsium dan karbohidrat yang menyediakan energi dan stamina bagi tubuh.

Jumlah protein dalam salak pun menyediakan fungsi untuk mempromosikan otot tubuh. Ditambah latihan otot teratur dan mengonsumsi makanan berprotein, Anda dapat membangun massa otot, mendukung fungsi neurologis, dan juga memperbarui sel-sel tubuh.

Kemudian, salak pun mengandung pterostilbene untuk membantu Anda menurunkan glukosa dalam darah. Khasiat ini berguna untuk pasien diabetes.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR