KESEHATAN MENTAL

Memelihara hewan baik untuk kesehatan mental

Ilustrasi kucing dan anjing
Ilustrasi kucing dan anjing | Chendongshan /Shutterstock

Memelihara hewan punya manfaat lebih dari sekadar hobi, teman, atau penjaga rumah. Lebih dari itu, hewan peliharaan bisa membantu Anda bersantai. Ini mendukung kesehatan mental.

Penelitian pertama pada hewan peliharaan dan kesehatan mental telah dipublikasikan 30 tahun lalu. Psikolog Alan Beck dari Universitas Purdue dan psikiater Aaron Katcher dari University of Pennsylvania mengukur apa yang terjadi pada tubuh ketika seseorang memelihara anjing.

Temuan ini menyatakan, memelihara anjing bisa menurunkan tekanan darah, membuat denyut jantung melambat, pernapasan lebih teratur, dan otot relaks. Itu semua adalah tanda berkurangnya stres.

Sejak itu, para ilmuwan telah menemukan lebih banyak informasi tentang hubungan antara hewan peliharaan dan kesehatan mental. Bahkan, terapi dibantu hewan telah menjadi bagian penting dari perawatan kesehatan mental.

Mulai tahun 1990-an, program kesehatan mental remaja, Equine Assisted Therapy, secara aktif melibatkan kuda dalam perawatan kesehatan mental. Hubungan manusia dan kuda memungkinkan remaja untuk mengatasi emosi dan masalah.

David Cliff, pelatih pengembangan pribadi mengatakan bahwa kehadiran hewan dapat memiliki efek menenangkan pada orang-orang.

Penelitian oleh Cats Protection and Mental Health Foundation menunjukkan bagaimana kucing dapat membantu meningkatkan kesehatan mental. Penelitian ini melibatkan lebih dari 600 responden pemilik kucing dan non-kucing, dengan separuh dari saat ini memiliki masalah kesehatan mental.

Survei mengungkap, 87 persen pemilik kucing merasa memiliki dampak positif pada kesejahteraan. Sedangkan 76 persen responden mengatakan mereka dapat mengatasi kehidupan sehari-hari jauh lebih baik berkat teman kucing.

“Perawatan hewan dan persahabatan dapat membawa makna bagi kehidupan seseorang dan telah dikenal untuk mengurangi perilaku bunuh diri," kata David.

Ia menjelaskan saat ini kita hidup di tengah banyak orang merasa kesepian. Hewan peliharaan termasuk salah satu cara untuk menangkal perasaan tersebut, terutama bagi mereka yang tinggal di tempat terisolasi, mengalami kesulitan mempertahankan hubungan dewasa, memiliki masalah kesehatan mental, ketidakmampuan belajar dan tantangan lain.

Selain itu, hewan peliharaan juga bisa membantu anak dengan kecemasan. Penelitian oleh Centers for Disease Control and Prevention menemukan anak-anak dengan hewan peliharaan lebih rendah dalam alami kecemasan.

Hewan peliharaan memiliki efek menguntungkan pada stres dan kecemasan masa kecil. Akibatnya, anak-anak yang tumbuh dengan hewan peliharaan mungkin memiliki kesempatan lebih baik untuk menjadi remaja bahagia dan sehat.

Penelitian lain dilakukan oleh psikolog di Miami University dan Saint Louis University tentang manfaat kepemilikan hewan peliharaan.

Menurut studi, pemilik hewan peliharaan telah meningkatkan kesejahteraan di berbagai bidang, termasuk lebih sehat secara fisik, kesepian berkurang, lebih teliti, lebih terbuka pada orang lain, dan berkurang rasa takut.

Untuk yang sedang dalam masa pemulihan dari kondisi kesehatan mental parah, hewan peliharaan dapat membantu. Kucing, anjing, kelinci, hamster, burung, bahkan ikan emas bisa memengaruhi kesehatan mental orang-orang.

Studi lain oleh Universitas Manchester di Inggris melibatkan 54 peserta dengan penyakit mental berat, seperti depresi, skizofrenia, gangguan bipolar, atau gangguan stres pasca-trauma.

Hasilnya, 60 persen peserta menempatkan hewan peliharaan sebagai pendukung paling penting. Sekitar setengah dari peserta mengatakan bahwa hewan peliharaan membantu mereka kehidupan sehari-hari dan mengelola penyakit.

Memiliki hewan peliharaan juga memberi seseorang identitas, harga diri, dan makna hidup lebih kuat. Selain itu, hewan peliharaan mengalihkan perhatian orang dengan gangguan kesehatan mental dari gejala seperti mendengar suara atau pikiran untuk bunuh diri.

Seorang peserta penelitian berkata, “Ketika saya sangat tertekan, saya agak ingin bunuh diri. Lalu saya bertanya-tanya apa yang akan dilakukan kelinci. Itu adalah hal pertama yang saya pikirkan. Saya tidak bisa pergi karena kelinci membutuhkan saya."

Kata Helen Brooks, penulis utama studi ini, hewan peliharaan memberikan bentuk validasi yang unik melalui dukungan tanpa syarat, yang sering tidak mereka terima dari keluarga atau hubungan sosial lain.

Meski bisa jadi alternatif untuk kesehatan mental, terapi melibatkan hewan peliharaan ini bukanlah metode pengobatan yang tepat untuk semua orang. Ini karena tidak semua orang menyukai, apalagi bisa menyayangi hewan, belum lagi cara ini membutuhkan komitmen pada waktu, perhatian, dan uang.

BACA JUGA