Memeriksa email di luar jam kerja kacaukan hubungan keluarga

Ilustrasi periksa email
Ilustrasi periksa email | Tatiana Frank /Shutterstock

Jika Anda termasuk orang yang selalu memeriksa surat elektronik atau email kantor atau email terkait pekerjaan meskipun sedang hari libur, sebaiknya mempertimbangkan kembali kebiasaan tersebut.

Menurut hasil penelitian terbaru memeriksa email di luar jam kerja dapat mengacaukan kesehatan dan hubungan pribadi para pekerja dengan pasangan maupun keluarga dan orang-orang terdekat mereka.

Melansir dari The Guardian, kemungkinan mereka yang memeriksa email pekerjaan di luar jam kerja tidak menyadari dampak negatif dari perbuatan mereka. Mereka merasa hal tersebut tidak akan membuat pasangan atau orang-orang terdekat mereka terganggu.

ABC News menyebutkan para peneliti melakukan survei terhadap 108 karyawan yang bekerja minimal 30 jam per minggu, 138 pasangan para pekerja, dan 105 orang manajer, berusia antara 31 sampai 40 tahun.

Berdasarkan penelitian terungkap bahwa harapan para atasan agar para pekerjanya memeriksa email pekerjaan di luar jam kantor telah menyebabkan peningkatan kecemasan pada karyawan dan orang-orang terdekat mereka.

“Beberapa karyawan mengaku bahwa memantau email pekerjaan di luar jam kerja, menyebabkan tingkat kecemasan dan konflik yang lebih tinggi di antara pasangan,” ungkap penulis penelitian William Becker, yang juga seorang profesor manajemen di Pamplin College of Business.

Tidak hanya itu, para pasangan dan orang-orang terdekat juga melaporkan penurunan tingkat kepuasan hubungan.

“Apakah kita akan meremehkan efek yang dirasakan oleh pasangan kita?” tanya profesor Becker.

Dia mengatakan bahwa tuntutan pekerjaan dan kehidupan di luar pekerjaan telah menimbulkan dilema pada para pekerja.

“Hal ini memicu perasaan cemas dan mengancam pekerjaan serta kehidupan pribadi mereka," imbuhnya.

Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam situs Academy of Management Proceedings dengan judul ‘Killing Me Softly: Electronic Communications Monitoring and Employee and Spouse Well-Being’ ini menunjukkan bahwa tuntutan-tuntutan tersebut merupakan pendorong terjadinya peningkatan kecemasan para karyawan, penurunan kualitas hubungan dengan pasangan, dan keluarga serta menyebabkan efek yang merugikan pada kesehatan karyawan.

“Juga memengaruhi kesehatan pasangan atau orang terdekat dan mengurangi keharmonisan kehidupan perkawinan,” tambah Liuba Belkin, seorang profesor manajemen di Lehigh University, yang bersama-sama dengan profesor William Becker dan Sarah Tuskey dari Virginia Tech, serta Samantha A. Conroy dari Colorado State University membuat dan melaporkan penelitian terkait.

EurekAlert menyebutkan, berdasarkan hasil penelitian tersebut, kecemasan karyawan dan berbagai efek negatif yang timbul karena memeriksa email terkait pekerjaan di luar jam kerja, ternyata lebih disebabkan karena tuntutan yang diminta oleh pemilik perusahaan atau pemberi kerja, bukan berapa banyak waktu yang dihabiskan untuk memeriksa email.

Penelitian terbaru ini berdasarkan sebuah penelitian lain yang berjudul Exhausted, but Unable to Disconnect: After-Hours Email, Work-Family Balance and Identification.

Penelitian ini merupakan penelitian pertama yang mengidentifikasikan kaitan tuntutan untuk memeriksa email di luar jam kerja sebagai pemicu tekanan kerja, menyebabkan kelelahan fisik yang luar biasa, serta ketidakseimbangan antara waktu untuk keluarga dan pekerjaan.

Kepada Science Daily, profesor Becker mengatakan bahwa saat ini para karyawan harus mengatur batas-batas yang lebih rumit antara pekerjaan dan keluarga, daripada masa sebelumnya.

“Keinginan pemberi kerja atau perusahaan di luar jam kerja telah menyebabkan meningkatnya beban ini,” ungkapnya. “Hal ini disebabkan karena para karyawan merasa memiliki kewajiban untuk mengalihkan peran di luar jam kerja mereka," pungkas Becker.

Oleh karena itu, jelas profesor Becker, upaya untuk mengatur keinginan perusahaan ini lebih penting daripada sebelumnya.

“Mengingat temuan kami memperlihatkan bahwa keluarga karyawan juga dipengaruhi oleh hal tersebut," pungkas Becker.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR