KULINER NUSANTARA

Mencicipi kuliner unggulan Tegal

Ilustrasi sate kambing Tegal
Ilustrasi sate kambing Tegal | szefei /Shutterstock

Dua orang pengamen tampak asyik menyanyikan lagu Stasiun Balapan saat saya dan tim ACMI (Aku Cinta Masakan Indonesia) makan malam di kawasan Pasar Senggol, Tegal, Jawa Tengah, pada Jumat (17/03/2017).

Malam itu, kami memutuskan untuk mencoba salah satu makanan tradisional khas Tegal, yaitu sauto. Masakan ini merupakan perpaduan antara soto dan tauco. Kami mencoba sauto di Warung Moro Tresno. Lokasi berada di gang sempit samping pos polisi Alun-Alun Tegal.

Seporsi sauto disajikan dalam mangkuk kecil. Semangkok kecil sauto dibanderol seharga Rp15 ribu. Semangkuk sauto terdiri dari bihun, taoge, irisan ayam dan atau babat, kuah soto berwarna kuning bening, dan tentunya tauco.

Bila Anda bukan penggemar tauco, makanan ini akan terasa aneh karena mencampurkan kuah soto kuning dengan tauco yang agak asam. Namun, sebaliknya, jika rasa tauco lezat bagi Anda, kemungkinan besar bisa menyukai sauto.

Masih kurang puas, atau bisa jadi karena kurang kenyang dengan sauto porsi mini, beberapa dari kami memesan semangkuk sup balungan yang terdiri dari kuah kaldu, balungan (tulang), irisan kol, dan daun bawang. Satu mangkuk sup ini dibanderol seharga Rp20 ribu.

Dalam acara peresmian Tegal sebagai kota kuliner, Siti Masitha Soeparno, Wali Kota Tegal mengatakan ada 3 makanan khas yang akan diangkat untuk promosi kali ini yaitu satai, sauto, dan kupat blengong.

Santhi Serad, pendiri gerakan Aku Cinta Masakan Indonesia (ACMI) mengatakan 3 makanan terenak di Tegal antara lain sauto, nasi lengko, dan satai kambing muda.

Astrid Enricka, salah satu anggota ACMI yang juga merupakan juru masak mengatakan bahwa kuliner Tegal favoritnya antara lain nasi lengko, kupat blengong, satai, dan sauto.

Nama-nama makanan tersebut merupakan masakan tradisional yang wajib dicoba bila berkunjung ke kota bahari ini.

Selain mencicipi sauto, kami juga mencicipi satai kambing muda di Warung Sate Tegal Mendo Wendy's. Lokasinya ada di Jalan Letjend. Suprapto nomor 59, Kraton, Tegal Barat.

Tiba di lokasi, sejumlah pegawai warung terlihat sibuk membakar satai pesanan, Aroma asapnya begitu menggoda selera saat kami datang.

Pengunjung bisa langsung memesan satai campur dengan lemak (Rp22.500 per 5 tusuk) atau satai daging polos (Rp25 ribu per 5 tusuk). Dagingnya sangat lembut.

Satai yang telah matang bisa disantap dengan cabai rawit uleg yang dicampur kecap asli Tegal, irisan bawang merah dan tomat.

Menurut Astrid, satai kambing adalah makanan khas Tegal yang paling bisa dijual atau diduplikasi di kota-kota lain termasuk Jakarta. "Tapi harus pakai kecap asli Tegal," katanya.

Selain satai, di warung bernuansa hijau ini juga ada menu serba kambing lainnya seperti gulai, sup, dan garang asam.

Kupat Blengong

Blengong merupakan hasil perkawinan antara bebek dan entok. Dagingnya dimasak dengan bumbu bawang merah, bawang putih, ketumbar, kunyit, jahe, cabe, dan kacang tanah.

Di Tegal, blengong disajikan dengan ketupat sehingga dinamakan kupat blengong. Sekilas, penampilannya mirip opor karena berkuah kuning. Taburan bawang goreng dan kerupuk dapat ditambahkan untuk melengkapi sepiring kupat blengong.

Ketika mendengar namanya, mungkin akan terpikir makanan berkuah santan mirip opor, tapi ternyata rasanya beda banget. "Berkuah kental, memang pakai santan, tapi rasanya jauh banget dari opor," ujar Astrid yang merupakan pemilik restoran Ayam Tangkap Atjeh Rayeuk.

"Kentalnya seperti saus satai padang. Rasanya pedas medok berbumbu dan ada kaldu dari blengong," tambahnya.

Tak hanya makanan berat, Tegal juga punya camilan yang wajib dicoba, yaitu tahu aci. Sekilas dari penampilannya, tahu aci mirip batagor khas Bandung. Tahu dibelah dua menjadi bentuk segitiga dan diisi adonan tepung, kemudian digoreng.

Tahu aci lebih nikmat dimakan hangat-hangat karena bagian tepungnya masih renyah. Saat saya mencobanya, rasa adonan di bagian atas tahu mirip seperti cireng. Mungkin karena sama-sama terbuat dari tepung kanji.

Rasa asin sangat dominan pada camilan ini, sehingga menyantapnya dengan cabai rawit, yang juga bisa ditambah kecap manis, akan terasa pas.

BACA JUGA