Mencoba belajar dari kesalahan

Belajar dari kesalahan
Belajar dari kesalahan | itman__47 /Shutterstock

Mengakui kesalahan memang bukan perkara mudah. Namun, hal yang harus disadari adalah: kesalahan dapat membuat Anda belajar, tumbuh, dan memperbaiki diri.

Pelajaran hidup yang paling penting pun bisa didapatkan dari kesalahan yang pernah dibuat diri sendiri. Ingatlah bahwa waktu dan pengalaman bisa menjadi guru yang baik untuk belajar.

Kesalahan sebenarnya bisa dikategorikan menjadi empat macam, yaitu kesalahan bodoh, sederhana, kesalahan akibat keterlibatan, dan kesalahan yang rumit.

Kesalahan bodoh misalnya menjatuhkan makanan di tempat umum, menyenggol gelas hingga tumpah, atau menggunakan pakaian terbalik. Sedangkan kesalahan sederhana misalnya kekurangan minuman saat mengadakan pesta karena tak mengantisipasi jumlah tamu.

Contoh kesalahan akibat keterlibatan adalah hal yang dipahami namun memerlukan upaya untuk mencegah. Misalnya, datang terlambat ke kantor setiap hari, atau usaha pertama Anda bangkrut karena ketidaktahuan soal dasar bisnis.

Lalu, ada kesalahan kompleks yang seperti membuat keputusan-keputusan sulit yang memiliki hasil yang buruk, hubungan yang gagal, atau hasil yang tidak memuaskan.

Beberapa kesalahan mungkin dapat membuat Anda serasa ingin mati saja, merugi secara materi, atau ada orang-orang yang jadi 'korban'. Terlepas dari apa kesalahan yang Anda buat, perlu diakui, dan dianalisis untuk mencegah hal tersebut terjadi lagi.

Sesaat setelah Anda menyadari telah melakukan kesalahan, yang perlu dilakukan adalah mengakui dan belajar darinya. Anda hanya dapat belajar dari kesalahan jika diri sendiri telah berani mengakui bahwa Anda telah melakukan kesalahan.

Saat melakukan kesalahan, ada banyak orang yang menyangkal dan malah menyalahkan orang lain.

Ketika Anda bertanggung jawab pada kesalahan yang dibuat diri sendiri, itu artinya proses pembelajaran telah dimulai. Ketika berani mengakui bahwa Anda salah, proses belajar berkembang semakin cepat.

Kenapa harus belajar dari kesalahan? Sederhananya adalah agar tidak mengulangi hal yang sama. Setelahnya, Anda akan lebih bijak dan menggunakan akal untuk membuat keputusan.

Sebuah studi MRI oleh University of Southern California menemukan bahwa memiliki kesempatan untuk belajar dari kegagalan bisa mengubahnya menjadi pengalaman positif, terutama jika otak memiliki kesempatan untuk belajar dari kesalahan.

Seperti dilansir LifeHack, ada keuntungan dari membuat kesalahan, yaitu memperdalam pengetahuan, membantu melihat mana yang penting dan tidak, menginformasikan nilai-nilai, mengenali perubahan kondisi, dan mengetahui apa yang berhasil dan tidak

Kesalahan juga akan memacu diri agar lebih baik, berfungsi sebagai peringatan, mengarahkan diri sendiri menjadi lebih kreatif, dan mempercepat perubahan.

Selain mengakui kesalahan sendiri, cara belajar dari kesalahan adalah memperbaiki kesalahan.

Misalnya kesalahan Anda adalah gagal membuat kue. Cara memperbaikinya adalah menanyakan pada orang yang ahli kue atau mencari informasi sendiri bagaimana cara membuat kue lezat lalu coba kembali.

Anda juga bisa membuat target untuk jadi lebih baik, terutama bila baru memulai mengerjakan sesuatu. Target 'menjadi lebih baik' akan berfokus pada perbaikan bukan pencapaian tertinggi. Misalnya, daripada fokus pada menjadi koki andal, Anda bisa memilih fokus pada bagaimana berbagai rempah yang berbeda memengaruhi rasa makanan.

Belajar bisa dilakukan dengan cara berlatih terus menerus. Misalnya, jika kesalahan Anda adalah gagal melukis pemandangan, latihan yang perlu dilakukan adalah terus melukis pemandangan berulang-ulang.

Mungkin ada satu hal, yang menyebabkan Anda berbuat salah, dan tak tahu bagaimana cara memperbaikinya. Jika ini terjadi, jangan malu untuk meminta bantuan orang lain. Jangan merasa tidak enak hati untuk belajar dari orang lain karena itu kan membantu Anda memperbaiki diri.

Terakhir, maafkan diri Anda karena telah membuat kesalahan dan ingatkan pada diri sendiri kalau kesalahan dapat membuat Anda banyak belajar.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR