Mengapa ada orang yang tetap kurus meski banyak makan

MITRA: Woman Talk
Ilustrasi makan banyak
Ilustrasi makan banyak | AS photo studio /Shuterstock

Pasti Anda kerap cemburu kalau melihat ada teman yang makannya banyak, tetapi tetap kurus. Sementara Anda baru melirik sepotong cake saja berat badan rasanya sudah bertambah satu kilogram.

Namun, sebaiknya Anda tak usah iri, karena tubuh kurus memang dipicu faktor genetik. Oleh karena itulah mereka bisa tetap kurus walau makannya banyak.

Hal ini dibuktikan oleh tim dari University of Cambridge, yang berhasil mengidentifikasi sejumlah gen yang bisa mempercepat metabolisme atau membantu orang membakar lemak lebih cepat.

Dari 1.600 orang kurus tapi sehat yang diteliti, terlihat bahwa 40%-nya suka makan apa saja yang mereka inginkan tanpa menambah berat badan. Para peneliti yakin bahwa mereka ini memiliki gen tertentu, dan ingin melihat apa yang terjadi kalau mereka makan berlebihan.

“Penelitian menunjukkan untuk pertama kalinya, orang-orang kurus yang sehat ini umumnya karena memiliki beban gen overweight yang lebih rendah,” kata Profesor Sadaf Farooqi, peneliti senior dari Wellcome-MRC Institute of Metabolic Science, University of Cambridge.

Timnya kemudian membuat studi lagi yang melibatkan 1.622 orang yang kurus sejak dulu. Mereka sehat, tidak berolahraga, tapi tidak memiliki kelainan makan. Sampel liur mereka dibandingkan dengan lebih dari 10.000 orang dengan berat badan rata-rata, dan hampir 2.000 orang dengan obesitas.

Peneliti pun menemukan, empat wilayah genetik yang berhubungan dengan tubuh kurus.

Mereka menyimpulkan bahwa 18% kondisi kurus sudah ada dalam DNA responden. Jadi, orang-orang yang kedua orangtuanya kurus alami juga akan memiliki tipe tubuh yang sama.

“Studi ini membenarkan, kegemukan parah sebelum waktunya itu sering dipicu genetik dan dengan meyakinkan menunjukkan bahwa mereka yang sangat kurus secara genetik berbeda dari populasi secara umum,” kata Profesor Tom Sanders, pensiunan profesor bidang nutrisi di King’s College London.

Namun, ia melanjutkan, kebanyakan kasus kegemukan terjadi pada masa dewasa dan disebabkan oleh dengan lingkungan penyebab obesitas, seperti kebiasaan malas bergerak dan makan makanan padat kalori.

MITRA: Woman Talk
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR